Posted by: sinyoegie | November 5, 2008

Uniknya Menikah di Kayu Agung

Pesta pernikahan yang dilakukan di berbagai daerah di negeri ini sangat beragam tata cara dan aturannya. Tidak jarang bahkan dalam sebuah pernikahan, kedua keluarga sedikit “bersitegang” untuk menentukan memakai adat budaya masing-masing daerah (jika kedua mempelai berasal dari dua daerah yang berbeda adat istiadatnya).

Menikah dengan tata cara dari negara lain juga sudah dipakai oleh sebagain orang di negara ini, dengan embel-embel kata “modern” tentunya. Selama Sinyo hidup dan menghadiri pesta pernikahan (tidak memandang ras) ada beberapa yang unik serta menarik, tapi yang satu ini bikin kita bakal terheran-heran. kenapakah?

Baik sebelum Sinyo sebutkan uniknya menikah di Kayu Agung, Sinyo sebutkan dahulu beberapa pernikahan yang mempunyai adat cukup unik.

1. Di daerah Kijang (OKI Sumsel) Sinyo pernah menghadiri pernikahan putra dari penjaga sekolah SMA YPBI 4 (halo pak Ninang apa khabar). Seperti biasa Sinyo siapkan amplop berisi uang, sampai di tempat ya pesta biasalah makan dan minum. Nah pas mau memberi ucapan salama kepada kedua mempelai dan orang tuanya, ya Allah ternyata uang sumbangan dari para undangan yang lain sama sekali tidak diberi amplop. Uniknya, tuh bokor tempat uang sumbangan terletak secara terbuka sehingga semua orang dapat melihat jumlah uang yang kita sumbangkan walah-walah, untung sumbangan Sinyo pakai amplop, kalau ikut-ikutan terbuka ihiks malu kelihatan kalau menyumbang sedikit hihihiiiiii.

2. Nah, setelah pulang dari pesta itu, Sinyo mengobrol dengan teman-teman guru soal macam-macam pernikahan (termasuk pernikahan di daerah Kijang tadi). Kata salah seorang guru, bahkan ada di salah satu daerah (Sinyo berusaha mengingat nama daerah tersebut tapi tetep saja lupa), sumbangan sebuah pernikahan diumumkan kepada khalayak (dengan menyebutkan nama-nama dan jumlah sumbangan yang diberikan) ihiks….koq bisa ya?

Dua hal di atas memang cukup unik, tapi tetap saja kalah unik dengan adat pernikahan yang satu ini, hanya terjadi di kota Kayu Agung. Soal pesta makan dan minum mah hampir sama, tentang sumbangan juga biasa-biasa saja (pakai amplot tertutup), yang bikin terheran-heran adalah banyaknya barang-barang rumah tangga yang berjejer di depan rumah tempat pesta pernikahan dilangsungkan.

Jangan tanya hanya kasur, mulai dari peralatan dapur yang kecil-kecil seperti wajan, pisau, sendok sampai hal yang besar macam kursi tamu, televisi, lemari dll lengkap adanya. Semakin kaya orang yang mengadakan pernikahan bisa bertambah banyak barang yang dipajang.

Barang siapakah itu? Tentu saja barang “bawaan” dari pihak putri. Jadi, di Kayu Agung pihak laki-laki menyediakan rumah dan sang mempelai wanita menyiapkan segala macam isi untuk rumah tersebut. Saat pesta pernikahan, barang-barang yang akan dibawa terlebih dahulu dipajang kalau tidak mau disebut “dipamerkan” sepanjang depan rumah atau kalau banyak bisa sampai ke badan jalan, sehingga orang akan dapat melihatnya serta tentu saja mengaguminya.

Sssttt jangan salah loh ya, tuh semua barang sebelum dibawa pergi harus dicatat dahulu macam dan jumlahnya. So kalau misalkan terjadi perceraian atau pisah maka semua barang-barang tersebut akan dibawa kembali pulang oleh sang wanita hehehe…kalau ada yang hilang atau tidak sesuai catatan bagaimana ya..?


Responses

  1. wah, ternyata sinyo rajin dateng ke pesta pernikahan yah…
    kapan-kapan ikutan dunk..

    Komentar Sinyo

    Rasul menyarankan untuk berusaha datang di walimahan, kecuali memang ada kepentingan yang urgent. Pesta di Kijang, KAG dan Indralaya cukup unik. Lain di Jawa sini, setahu saya tinggal 3 jenis, yaitu kuno (pakai acara adat, dan hidangan dibagikan sudah dalam porsi-porsi tertentu), semi modern (pakai acara adat tapi hidangan swalayan), dan modern (tidak ada acara adat istiadat yang ribet serta hidangan swalayan). Kalau di tiga tempat yang saya sebutkan sebelumnya, acara adat masih cukup kental. Satu sisi mungkin cukup menarik untuk wisatawan namun dari sisi lainnya cukup ribet, dan orang sekarang kebanyakan maunya yang simpel-simpel hehe ;)

  2. Q putra daerah oki tepatnya di s.p.padang mengucapkan terima kasih buat sinyo coz tlah mengenal kan kebudayaan oki ke masyarakat luas….moga2 aja banyak yang tertarik datang ke oki..tp bgs nya anda tidak hanya fokus di adat kyg kan oki luas n msh banyak adat dari daerah lain di oki khusus nya daerah iliran sp,pampangan,selapan n lagi bt pemerintah oki perhatian nya pada kesenian daerah n sejarah msh krg so di peratiin lagi coz dengan kita mengenal budaya dan sejarah akan timbul rasa tanggung jawab sbgai pewarisnya..

    Komentar Sinyo

    Salam kenal dhe Riri, terima kasih atas komentarnya.

    1. Mengenai usulan menulis oki lainnya, Sinyo kurang paham dan mengenal daerah tersebut. Memang beberapa kali saya pernah main ke sp padang dll tapi tidak tinggal menetap dan lama.
    2. Sinyo cukup ‘kapok’ menulis tentang adat-istiadat daerah. kemarin waktu saya menulis tentang ‘duta’ di KAG respon hampir seimbang yang positif dan negatif, hanya saja dengan adanya hal tersebut membuat konsentrasi pekerjaan saya terganggu. Padahal idealnya sebuah blog, tetap ada interaktif antara pembaca dan penulisnya. Masyarakat kita masih sulit menerima ‘kritik’ yang membangun, inginnya selalu yang tampak bagus-bagus saja dilihat orang.

    Bagaimanapun, masukan dhe Riri akan saya jadikan catatan tersendiri, jika memang suatu kelak diberi waktu untuk menulis lebih mendalam tentang kabupaten oki (sudah terbagi dua ya dhe kalau tidak salah..? )

    Salam
    Sinyo

  3. TO,sinyo Q skarang lgi nyusun skripsi Q mengangkat masalah teradisi kayu agung tepat nya masalah hukum adat sinyo bisa bantu g?coz sinyo kyk na faham masalah kayu agung Q mo wawancara n tanya2 sdikit…….oyo bang da buku RAHMAN A.AHMAD judul nya Himpunan adat dan sistem upacara adat morge siwe…

    terima kasih sebelum nya………

    Komentar Sinyo
    Dear dhe Riri

    Saya tinggal di KAG ± 2 tahun, kalau sebatas tahu iya karena saya mengalami langsung walaupun cuma sebentar. Akan tetapi jika untuk skripsi atau penelitian akan lebih valid jika sumber berdasarkan dari sebagian besar masyarakat KAG.
    Jika adhe berminat, tolong hubungi lewat mail, nanti saya kasihkan no kontak beberapa teman yang mungkin dapat membantu untuk meneliti lebih lanjut. Saya tunggu ya ;)

  4. gini ja ya bang Q save no abang ja coz low mail agak ribet…..nulis2 na n lgi low di sp modem Q g conec or abang ja yang krm no ke Q 08199500****

    atas bantuan nya saya ucapin makaci banyak
    moga amal baik abang dpt di blz leh ALLAH.

    Komentar Sinyo

    Baik saya kirim no temen saya, namanya Aik (wanita) dan dhe chandra (laki)…, semoga lancar dan sukses. Amiin.

  5. oy aq mau nanya…sinyo ada ngak artikel tentang tatacara pmberian gelar adat pernikahan kayuagung…thanks sebelum nya..jime owam asli.

    Komentar Sinyo
    Hi salam kenal dhe, coba masuk ke sumber berita berikut:
    klik DI SINI
    klik DI SINI
    Tampaknya masih ada hubungannya, dibaca dengan baik dan teliti ;) semoga membantu.


Leave a response

Your response:

Categories