Saat kita berusaha berbuat baik, belum tentu semua orang dapat menerimanya. Jangankan Sinyo, Rasul saja yang jelas-jelas membawa kebenaran masih dicaci dan dimaki, apalagi saya yang merupakan manusia biasa yang dhaif.
Berkenaan dengan artikel saya yang berjudul: Kayu Agung Kota Penjahat..? yang sebelumnya untuk konsumsi publik, sudah saya jadikan private atau milik pribadi beserta semua tanggapan, pertanyaan dan jawaban. Berikut ini ada mail dari dhe Dopit yang ingin melihat artikel tersebut sekaligus jawaban saya:
Dikirim Tgl 17 Februari 2009, jam 10.44 PM)
asslmkm,
maaf sebelumnya,
perkenalkan, nama saya dopit.
saya pernah tinggal di kayuagung. dulu saya siswa sma n 3 kayuagung. saya memasuki sekolah tersebut pada tahun 2003.
pada waktu itu, bapak sudah tidak lagi mengajar di sekolah tersebut, sehingga saya tidak sempat belajar bahasa perancis dengan bapak.
dan sekarang tinggal (kos) di jogja, sedang kuliah.
saya merasa sangat penasaran dengan judul yang bapak tuliskan, tetapi saya belum bisa membaca secara utuh artikel tersebut. jika bapak tidak berkeberatan, tolong saya diizinkan untuk membaca artikel tersebut.
Bapak bisa memberikan saya password supaya saya bisa membacanya. atau bapak bisa juga mengirimkan artikel tersebut via email saja.
karena menurut saya kayuagung tidak terlalu jahat. akan tetapi sungguh sangat tidak dilarang jika bapak memiliki pendapat lain.
atas perhatian bapak saya haturkan banyak terima kasih.
salam,
dopit
Jawaban Sinyo
Assalamu’alaikum dhe Dopit
Terima kasih atas mail-nya. Sebelumnya mohon maaf artikel tersebut tidak dapat saya publikasikan kembali, dikarenakan berbagai pertimbangan yang saya pikir akan baik bagi semuanya. Beberapa pertimbangan tersebut adalah sbb:
1. Mengurangi prasangka buruk: Sungguh saya cinta KAG, silahkan tanya teman-teman saya di sana. Bahkan kami sudah seperti saudara sendiri, diantaranya kadang main ke kantor saya. Niat utama saya menulis artikel adalah mengenalkan KAG dengan segala keunikannya kepada warga Indonesia. Hal-hal yang unik dan menarik untuk dibaca (entah itu dianggap baik atau buruk) sesuai dengan kesan yang saya tangkap di sana tertuang dalam tiga buah artikel. Tapi ada beberapa pihak yang berprasangka buruk kepada saya, belum membaca dengan teliti dan cermat sudah emosi dan memaki.
2. Mengurangi hinaan dan cacian: Beberapa tanggapan (yang tidak jelas pengirimnya, tidak menunjukkan jati diri) sudah penuh dengan cacian dan hinaan bahkan membawa kata-kata yang “kotor” kepada ortu saya. Saya berpikir, apalah artinya ingin berbuat baik namun orang menjadi salah sangka dan berbuat yang tidak adil. Saya mengevaluasi diri, antara manfaat dan mudharatnya, jika mereka yang menghina dianggap dosa itu tentu sebab karena saya tentunya.
3. Mengurangi debat kusir: Blog merupakan salah satu media yang baik untuk berlatih berdebat secara sehat, bukan debat kusir (orang ingin saling menang sendiri tanpa memberikan alasan dan bukti). Saya pribadi sebenarnya sudah berusaha memberikan jawaban berdasarkan apa yang saya ketahui, namun lucunya hampir tidak ada tanggapan dan selalu memutar-mutar (tidak fokus pada tema). Saya sibuk dengan pekerjakan apalagi sedang ada proyek menulis buku, repot sekali menanggapi tulisan-tulisan yang sama/serupa (apalagi dari orang yang tidak jelas) tanpa membaca dengan cermat.
Tiga hal utama di atas yang ingin saya minimalisir, walaupun saya tahu kemungkinan itu akan tetap ada entah di tulisan berkenaan dengan KAG atau yang lain.
Perlu adhe ketahui bahwa dalam artikel dengan judul tersebut di atas, saya:
1. Tidak pernah menyatakan kota Kayu Agung sebagai kota penjahat (Duta), saya hanya menulis indikasi-indikasi sesuai yang saya ketahui saat 2 tahun di sana. Di sini, tidak ada yang kontra, kebanyakan salah sangka seakan-akan saya men-judge bahwa kota kayu Agung adalah kota Duta, padahal tidak. Bahkan warga kota KAG yang menulis tentang Duta sendiri sama sekali tidak “diadili”.
2. Tentang wanita, saya hanya menulis sesuai dengan masukan dari rekan-rekan guru dan murid (saat mengajar di sana). Di sini paling banyak pro dan kontra. Sampai membawa nama etnis segala (Jawa-Sumatra). Padahal suatu reportase, tentu sesuai dengan masukan si pengirim pesan, jika ada hal yang dianggap kurang benar, dapat ditambahkan dalam tanggapan. Saya bahkan tidak menyebut para wanita tersebut dari mana, tapi beginilah kebanyakan dari kita, belum membaca dengan cermat sudah memaki-maki.
3. Tentang perubahan kota ke arah lebih baik dalam artikel tersebut di atas, dan dua artikel saya yang lain soal KAG, hehe…tahu sendiri hampir tidak ada yang menyinggung dan menyentuhnya. Intinya saya adalah “salah” 100%.
Semua tuduhan (termasuk saya dianggap mencari sensasi demi menaikan trafik, padahal trafik terbesar blog saya ada dua yaitu majalah WE dan HG) sudah saya jawab, namun tidak ditanggapi kembali atau beralih kepada makian dan cacian.
Nah, dengan alasan-alasan itu, tentu adhe paham kalau saya harus membuat artikel itu untuk konsumsi pribadi.
Terima kasih dan mohon maaf
Catatan: kepada semua rekan-rekan di KAG, peace be upon u 4ever!!
Salam
Sinyo









www.
terimakasih banyak atas tanggapan Sinyo..:)
maaf merepotkan.
memang benar, semua orang pernah salah (bukankah memang tempatnya salah). tapi tidak harus merasa bersalah terus-menerus kan….
begitulah memang sifat manusia selain tempatnya salah, juga lebih senang dipuji dibandingkan dikritik.
jadi, untuk Sinyo: jangan menyerah, semangat!
kalau kita berbuat baik tidak perlu ada yang ditakutkan. karena Allah pasti menyertai langkah Sinyo, amiiinnn….
eh iya, hampir lupa.
saya juga pernah menemukan tulisan dengan topik yang sama, duta. tapi memang sepi dari komen. saya juga heran.
tapi, yang jelas tidak pernah menganggap Sinyo sebagai penjahat atau apalah yang lainnya yang tidak baik koq…
saya suka malah sama sinyo…
apalagi artikel yang “Uniknya Menikah di Kayu Agung”
good job bangedh!!!!
memang benar sih, dengan adanya tulisan ini akan menambah pengetahuan orang lain tentang kayuagung, buktinya aja nih… q menemukan tulisan-tulisan ini dari searching di search engine dengan menggunakan keyword: kayuagung.
akhirnya, special buat Sinyo: terima kasih dan teruskan perjuanganmu!
salam,
dopit
Komentar Sinyo
Terima kasih dhe atas masukannya, dhe Dopit tinggal di Jogja tah sekarang? kalau ada waktu main saja ke rumah atau kantor. Doakan juga buku Sinyo nantinya kalau sudah terbit dapat bermanfaat bagi umat.
Salam sukses selalu dan jaga diri baik-baik di sana ya
Sinyo
By: dopit on February 19, 2009
at 1:38 am
.bUaDt SiNyO MkCIE iia DaH bWaD aRtiKeL tNtanG Kayuagung…
Komentar Sinyo
Salam kenal Deca, iks tulisannya model-model ABG hehehe…, iya Sinyo menulis 3 artikel tentang KAG, soal idul Fitri (Midang), Pernikahan dan satu deskripsi kota KAG. Yang terakhir Sinyo konsumsi untuk pribadi dikarenakan mengundang kontroversi. Miss KAG…., TC Deca
By: DECA on March 28, 2009
at 5:20 am
bang sinyo tampilin dong, soalnya saya penasaran banget tentang kayu agung.
saya selalu denger dari orang kalo kayu agung tuh kampungnya para perampok.
abang kan pernah menetap disitu dan tau benar seluk beluk kayu agung.
saya ini orang palembang tapi dari lahir sampe gede hidupnya di tangerank. jadi saya gak tau tentang kampung saya, saya taunya cuma denger dari orang, kadang saya mikir kok kayak di film-film aja yah kayu agung tuh, emang bener hampir semua penduduknya yang laki” merampok semua, dan apa bener kalo dulunya ngerampoknya di luar negeri juga seperti malaysia,singapore,thailand,dan eropa ….
Komentar Sinyo
Hi dhe Oby
Maaf jika mungkin mengecewakan adhe, bukannya Sinyo takut dihujat namun alakah baiknya jika sesuatu yang menimbulkan kontroversi saya simpan saja. Ada yang setuju ditampilkan namun tidak sedikit yang ‘marah’ dengan tulisan saya. Bukankah di dunia ini selalu ada dua sisi?
Tentang Kayu Agung, memang ‘dulu’ cukup banyak laki-laki yang menjadi ‘duta’ (sebutan untuk orang yang merantau di negeri orang untuk menjadi ‘penjahat’) namun ’sekarang’ tinggal sebagian kecil. Banyak yang sudah beralih profesi dengan berbagai macam usaha seperti berdagang atau bahkan menjadi pegawai suatu instansi.
Memang sangat sensitif hal ini, sebetulnya bagi saya itu adalah sesuatu yang ‘unik dan menarik’ dan tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang. Namun tidak semua orang KAG setuju jika ‘duta’ dijadikan ‘andalan’ untuk promo KAG, padahal gang Dolly di Surabaya juga menjadi salah satu ‘ikon’ kota Surabaya, wallu’alam.
Sebagian besar ‘duta’ memang melakukan kejahatan di luar negeri, karena pantang bagi mereka menyakiti saudara sendiri. Namun ada beberapa yang bilang untuk latihan mereka melakukannya di kota-kota besar di Indonesia. Sebagian besar ktp mereka sudah berubah bukan KAG lagi, karena memang sudah terkenal sebagai kota ‘duta’, di Malaysia terutama. Waktu saya di sana, ada beberapa yang pulang ke KAG sudah meregang nyawa, bahkan jarak meninggal dan kepulangan sekitar sebulan (kasihan ya, padahal dalam Islam kan disarankan segera dikubur). Ada rumor bahwa ‘duta’ yang meninggal dijadikan ‘praktek’ para calon dokter di negara tempat beroperasi, wallahu’alam, jika memang benar tentu kasihan sekali. Bukankah jasadnye tidak berhubungan secara signifikan dengan perbutannya?
Terlepas dari ‘duta’, KAG sama dengan kota-kota lainnya. Mempunyai daya tarik tersendiri berkaitan dengan adat istiadatnya, tapi saran Sinyo jangan pergi ke sana saat musim kemarau tiba, karena sering asab dari kebakaran semak-semak atau hutan melandanya
By: $rIwijaya on August 13, 2009
at 11:03 am
AssWrWb…Salam Kenal,saya Wildan.Saya asli KAYUAGUNG.Saya sempat membaca tulisan Sinyo: KAG Kota Kejahatan.Trus trang,saya menyukai itikad baik sinyo dlm mengenalkan kota KAG mlalui Internet.Hanya 1 hal yg mngecewakan saya,yaitu:JUDUL.Kalau saja judulnya bukan itu(KAG Kota Kjhttn);mungkin persepsi dan apresiasi dri masyarakat akan berbeda.coz,masy kita seringkali judge the book by the cover.Saya tdk trsinggung/marah dgn tulisan sinyo,krn memang itulah kenyataannya.Hanya saja,penggunaan judul yg tepat akan membuat citra KAG lebih baik d masy kita.Trims.WassWrWb
Komentar Sinyo
Wa’alaikum salam wr wb
Terima kasih atas masukannya
By: Wildan on September 18, 2009
at 7:25 am