Selasa, 29 November 2011
Maghrib datang, Sinyo buru-buru mengambil sarung menuju masjid. Mendung di langit rata, dingin menyapa, sepi sekali suasana petang ini rasanya. Nyo sudah sampai pada jalan menurun ke arah masjid, setelah menyeberang ke arah kanan, weits…mata Sinyo tertuju pada buah durian yang jatuh. Ya, bukan runtuh dari pohon namun pasti jatuh dari sepeda motor orang yang membelinya. Masih ada tali rafia berwarna biru melilit buah tersebut.
Durian merupakan salah satu buah kegemaran Nyo, walau ogah kalau disuruh beli. Biasanya ada tetangga, kerabat atau kawan yang berbagi buah lezat itu, menunggu gratisan getuh kekekeke ^_^. Untung para fans durian tidak seperti Nyo, kalau iya tentu kasihan para penjualnya. Sinyo lihat sebentar, durian jatuh ternyata cukup montok
Bingung!? Jika saja ponsel atau uang tentu Nyo akan ambil kemudian diumumkan pada dinding masjid. Info: Telah ditemukan sebuah HP atau sejumlah uang bla-bla-bla, nah kalau durian? Masak mau Sinyo tulis seperti ini; Ditemukan, durian. Harap sebutkan jumlah durinya bagi sang pemilik. Itu sih akalan-akalan buah akan dimakan si penemu ^_^. Nyo berpikir sejenak, bimbang, diambil atau tidak? Padahal sebentar lagi iqamah akan dilakukan, hadeuh…harus segera diputuskan.
Akhirnya, Nyo mengambil sikap, biarkan saja apa adanya. Semoga dengan langkah ini, orang yang memiliki durian tadi akan menemukan. Setelah sholat Maghrib selesai, Nyo masih melihat buah berduri yang montok itu di tempatnya. Ketika tiba sholat Isya, durian tersebut telah raib, semoga ditemukan oleh empunya. Jika diambil orang lain, semoga berkah dan bermanfaat untuk tubuh. Sayang juga kalau dibiarkan membusuk, menjadi santapan mikroba.
Nyo, Magelang 20 Januari 2012. (Duren……clegux…)









Recent Comments