Posted by: sinyoegie | January 23, 2008

Egois

Sudah sejak dijadikan manusia di bumi ini, kita semua adalah orang-orang yang “egois” heheh koq bisa? Semua pernah belajar biologi tentunya, bahwa manusia terjadi dari pembuahan spermatozoid kepada sel telur. Ketika akan terjadi pembuahan, setiap spermatozoid berlomba-lomba membuahi sel telur agar keluar sebagai juara/pemenang.

So jangan heran dech jika di jalan raya kita sering uring-uringan melihat orang ngebut dan gak mau mengalah atau milihat orang berjam-jam berdebat untuk suatu masalah yang sepele.

Ya…memang egois itu sudah ada dan akan selalu menetap, bahkan pada diri orang-orang yang merasa sudah sempurna dalam kehidupannya mereka juga bisa jadi egois karena dia mengharapkan pahala dari Tuhan-Nya untuk dirinya sendiri.

Lantas….? Hanya bagaimana cara mengaturnya dan diarahkan kepada siapa egois itulah yang patut untuk dipelajari dengan seksama. So jangan semena-mena menunjuk seseorang egois, karena boleh jadi kita tidak kalah egoisnya dari dia, karena baik atau buruk hanyalah sebatas ujian sematašŸ˜‰


Responses

  1. Kok kasar banget sih kata2-nya!
    apa gak ada yang lebih halus!
    kompetensi / penuh dengan usaha sehingga dia bisa menemukan sel telur pasangannya.

    Wah kadang, manusia di sesatkan dengan pemikirannya juga. Seperti iblis mentang2 dibuat dari Api dia lantas gak mau melakukan perintah Tuhannya untuk bersujud pada Adam yang di buat dari Tanah. Mesti alasannya juga masuk akal “Api selalu di atas Tanah”.

    Wallahu a’lam…..

    Komentar Sinyo:
    Pertama sinyo ucapkan terima kasih atas masukannya dari Mas Yudi, saya balik mas..dari cara memberi kritikan saja dapat saya katakan anda kasar (tapi saya tidak masalah karena itu mungkin gaya bahasa anda).
    Sekarang saya tanya tulisan mana tepatnya yang menurut anda kasar? Pada berlomba-lomba membuahi? Kata lomba sampai saat ini masih dikonotasikan “baik”, sama dengan kompetisi atau usaha untuk menang, bahkan dalam kata-kata di dalam pengajian atau khotbah sering didengarkan “Mari kita berlomba-lomba dalam kebajikan” sampai di sini saya kira jelas.
    Jangan-jangan sebagai juara/Pemenang? Juara/Pemenang juga setahu saya masih berkonotasi positif mas….lantas kata-kata yang mana lagi? Maaf mas apakah anda tidak pernah bergaul dengan orang-orang asli Surabaya, Medan, Madura dll. Banyak kata-kata yang menurut orang Jawa Tengah misalnya bisa saja berkonotasi “kasar” akan tetapi mereka sama sekali tidak bermaksud begitu. Itu adalah gaya bahasa yang menambah warna-warni khasanah bahasa kita. Belum bahasa Arab yang satu kata dapat bermakna banyak sekali. Aapakah anda akan menuduh mereka juga tersesat?
    Yang ingin saya bidik adalah “egoisme” yang ada pada manusia maka saya menggunakan kata-kata tersebut, dalam penulisan tidak akan “matching” (menurut saya) jika menggunakan kata-kata yang mas Yudi ajukan. Lihat contoh-contoh yang kemudian saya berikan..?
    Bahkan yang saya tidak mengerti adalah kalimat-kalimat anda selanjutnya, apa hubungannya dengan Iblis dan saya? Soal pemikiran sesat, bukan kadang lagi mas emang sering orang berpikir sesat makanya Allah memeberi petunjuk lewat Rasul supaya tidak sesat, jika saya disamakan dengan Iblis terus anda yang memberi petujuk begitu ya….hebat…saya melepaskan diri dari kalimat-kalimat anda dan biarlah kelak bertanggung jawab sendiri atas hal tersebut, saya hanya bermaksud baik dengan tulisan saya dan sudah sesuai dengan khaidah yang saya pahami. Allah Maha Tahu, dan semoga mengampuni saya amiin.

  2. Terimakasih atas balasan Bapak, tapi sepertinya kok malah menjurus ke perselisihan.

    Sebelumnya saya minta maaf jika saya tulisan saya salah atau mungkin tidak sesuai tempatnya. Tapi sebenarnya dari hati paling dalam tiada maksud untuk melecehkan / merendahkan.

    Mohon maaf ke dua kalinya, jika tulisan saya ini semakin membuat kening kita berkerut. Saya cuma pingin share, itupun kalo mungkin? thanks sebelumnya.

    Maksud saya diatas saya menyorotinya tentang ‘egoisme’. Maaf, sepengetahuan saya egoisme = sifat ke-aku-an. Yang kemudian mengingatkan saya dengan sifat iblis saat disandingkan dengan hati dan ditanya oleh tuhannya, “Siapa Engkau?” Jawab Hati “Saya adalah Hambamu” sedangkan Nafsu “Saya adalah Aku”. Sehingga pertanyaan itupun di ulang-ulang untuk menundukkan nafsu, tapi ternyata juga sulit sampai ia dihukum.

    Kalo soal iblis, takutnya dengan diri sudah merasa ‘Aku’ membuat seseorang akan menjadi angkuh. Yah… seperti yang saya misalkan diatas, lantas dia pun gak mau bersujud kepada Adam, mesti logika saya juga terima alasan iblis. Saya pun tidak bermaksud menuduh anda ataupun siapa? Karena saya mencerminkan ‘manusia di sesatkan dengan pemikirannya’, yang itu luas pengertiaannyaa! Sehingga sayapun termasuk di situ juga? Bukan ajang tuduh menuduh? Tapi saya teringat dengan firman tuhan “Sungguh benar-benar banyak dari golongan jin dan manusia di campakkan ke jahannam, mereka mempunyai hati tidak untuk memikirkan, telinga tidan untuk mendengar dan mata tidak untuk melihat…..”. (Wallahu ‘alam, sayapun belum bisa mentafsirkan lebih jauh ayat tersebut).

    Hanya saja pesan moral yang ingin saya sampaikan, sekaligus numpang lewat (ikutan Matching…. :)) se-egois apapun kita, seharusnya kita selalu berusaha untuk menjalankan aturan yang sudah di tetapkan sononya. Egois ataupun tidak manusia? tergantung dari mana ia melihatnya.

    Akhirnya, maaf jika ada yang salah terimakasih kalo ada yang masih mau mengingatkan saya.
    Dan tentunya, Salam untuk Bapak Sinyo, Pembaca Budiman, dan ….. Yach semua!

    Salam ‘alannabii Muhammad, Shollu alaih….
    Wa Syukron Katsir…

    Komentar Sinyo
    Mas Yudi’s (mas Hasib) terserah monggo kalau mau komentar apapun, yang jelas setahu saya kita tidak boleh menafsirkan ayat-ayat Allah sekehendak kita. Sudah ada aturannya, dari bahasa, dari asal-usul dll. Monggo kalau mau belajar bisa di http://www.salafy.or.id dan masih banyak lagi link seperti itu. Peace ah…

  3. kok jawabane dak nyambung yang di atas yahhh?

    Komentar Sinyo
    Jawaban yang mana mas/pak/mbak/bu? tunjukkan mana yang tidak nyambung? Terima kasihšŸ˜‰


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: