Posted by: sinyoegie | January 23, 2008

Honor Menulis

Hmmm Sinyo gak inget sama sekali kapan tepatnya menerima honor pertama kali dari menulis, sekitar tahun 2005 kalau tak salah. Tulisan satu lembar majalah dihitung Rp 100.000,- waktu itu.

Senang, jelas pakai banget, tapi bukan semata-mata uang yang diterima namun lebih karena tulisan dimuat di salah satu majalah yang beken (Hot Game boookkk siapa sih yang tidak tahu kecuali nenek/kakek hehehehe). Apalagi setelah mendapat majalahnya, hm….gratis ach.

Entah jika di luar negeri seperti Amrik atau benua Eropa, mungkin honor sebuah tulisan yang bermutu akan mendapatkan penghargaan yang lebih banyak secara materi. Walau di Indonesia masih belum diharapkan untuk menjadi mata pencaharian utama (Ada beberapa penulis yang menjadikan kegiatan menulis sebagai profesi utama), namun honor yang kita dapatkan dari tulisan juga tidak sedikit. Sinyo berpikir bukan redaksi/penerbit tidak ingin menghargai kita namun memang kondisi yang ada di Indonesia belum memungkinkan untuk memberi honor yang tinggi.

Asal kita produktif menulis tanpa mengesampingkan mutu tulisan, maka honor yang diterima juga sudah cukup lumayan untuk menambah income kita. Apalagi jika kita memiliki profesi utama lainnya maka dari hasil menulis dapat dijadikan bonus tambahan untuk membeli alat-alat yang tidak terjangkau apabila hanya mengandalkan pekerjaan utama (Utama untuk kebutuhan rumah tangga atau menabung hehehehehe).

Kamera digital, PS3, komputer baru , game original dll adalah beberapa hal yang Sinyo dapatkan dari menulis. Kalau dihitung secara kasar sebulan bisa menghasilkan Rp 800.000,-an dari menulis. Jika Sinyo mau lebih produktif lagi maka penghasilan dari menulis dapat lebih banyak lagi (sayang waktu belum ada karena sibuk dengan urusan kantor).

Nah kenapa Sinyo beberkan sedikit hal tentang honor-honor tersebut, bukan lain dan bukan tidak hanya untuk menambah semangat rekan-rekan penulis atau calon penulis. Jika belum berhasil tembus ke penerbit atau majalah atau apapun tetaplah semangat. Memang honor mungkin bukan menjadi tujuan utama dalam menulis, namun jika tanpa honor tentu semangat akan semakin meredup apalagi di jaman seperti ini. Berbeda situasi dan kondisi di jaman dahulu kala saat penulis tidak ada motivasi sama sekali untuk mendapatkan honor (karena memang belum ada yang mau bayar hehehe), namun bukan hal yang tabu apalagi haram jika saat ini kita juga mesti mempertimbangkan honor untuk tulisan-tulisan yang kita buat.

Pernah Sinyo berhenti menulis dari salah satu media, semata-mata bukan karena benci atau tidak suka dengan media tersebut namun pertimbangan waktu yang dibutuhkan (disisihkan) dengan honor dan datangnya honor tersebut tidak sebanding. Padahal tahu sendiri urusan kantor sudah begitu tinggi load-nya. Please jangan menganggap Sinyo materialistis dan bukan penulis yang mengutamakan idelaisme, karena untuk beberapa media dan forum yang membutuhkan artikel-artikel Sinyo bahkan gratis tanpa dibayar😉

Nah tunggu apalagi, mari produktif menulis………….


Responses

  1. Assalaamu ‘alaikum.
    Wah, hebat nih… penulis produktif rupanya. Saya ingat, pertama kalai terima honor nulis di koran waktu semester I tahun 1995, dulu masih 45 ribu perak. Angka yang besar dibandingkan ongkos harian saya yang cuma 2 ribu sehari…

    Profesi menulis saya kira sudah cukup menjanjikan sekarang ini. Salam kenal ya…

    Komentar Sinyo:Wa’alaikum salam wr wb salam kenal juga dhe, hmm memang menjanjikan asal kita konsisten dengan kualitas dan tetap produktif. Salam sukses selalu dan tetap menulis😉

  2. Wah pengalaman mas Sinyo menarik ya….
    Sdh begitu sibuk masih bisa menulis secara kontinyu…dan tulisannya bermutu lagi (kl ng khan tdk akan dimuat he..he..).

    Mau tanya nih…!
    1. Kapan nulisnya (kl sibuk begitu)?
    2. Gimana caranya bs menembus suatu majalah…? Apakah anda mempelajari dulu karakter majalahnya dg membaca majalah itu..lalu menebak2 maunya redaksi..atau bagaimana..?

    Tolong share ya…!

    Salam,

    Rendra Tris
    ————-

    PS:
    Jawabannya send juga ke e-mail saya ya…

    Komentar Sinyo:Hi dhe Rendra (jangan-jangan titisan WS Rendra nech hehehe;) baik berikut share saya:
    1. memang urusan kantor sangat menyita waktu saya, apalagi putra masih balita sehingga butuh perhatian 100%, dulu waktu masih bujang bisa main game semaleman (iks melupakan waktu sholat Tahajud, semoga tidak terjadi kembali amiin), apalagi saya dan istri sudah sepakat untuk tidak menggunakan fasilitas kantor untuk menulis kecuali sedikit saja (edit contohnya). Nah waktu menulis saya sempatkan dua jam (target saya tidur jam 00.00, jadi mulai dari jam 22.00 saat putra sudah tidur). Kadang waktu-waktu liburan saya lebih demen di rumah untuk mengetik tulisan-tulisan yang belum selesai apalagi jika pesanan dari majalah menumpuk. Biasanya perang terakhir kalau sudah dekat deadline, bisa lemburan walau sedikit. Intinya mengatur waktu, setiap hari semkain baik jadwalnya karena pengalaman yang sebelumnya saya jadikan pelajaran yang berharga.
    2. Sekarang jaman majalah atau penerbit mencari penulis dhe. Percuma menerbitkan tulisan atau buku jika tidak bermutu, maka pembaca cepat atau lambat akan memberi “cap” penerbit/majalah tersebut secara miring. Apalagi jaman internet seperti ini. Bidang saya sebetulnya bukan cuma game, namun IT dan psikologi anak (semua saya mempunyai latar belakang untuk mendukungnya), waktu itu tidak mungkin saya geluti secara langsung semuanya sehingga harus salah satu dahulu yang mana ingin kita tulis. Inisiatif saya adalah publikasi lewat forum, jadi saya menulis secara gratis di forum-forum tanpa dibayar dan tanpa jaminan keamanan tentang bajakan hehehehe..pokoknya menulis yang baik-baik. Tulisan terpanjang saya di forum http://www.wemaster.net (sedang non aktif karena pemiliknya lagi bokek) tentang FAQ WE 7, panjang dan melelahkan. Namun itu langsung dilirik oleh majalah Hot Game dan langsung menjadi penulis rutin kolom komunitas WE dan penulis utama majalah WE (sampai saat ini sudah edisi ke VI). Beberapa tawaran datang dari media lain dan juga sempet mecoba melayani (maaf tidak saya sebutkan medianya karena berkenaan dengan privacy) namun karena waktulah saya belum sanggup melayani banyak hal. Jika ingin kontak sebuah majalah, langsung saja telpon ke redaksinya mereka biasanya “welcome” sekali jika ada penulis baru (karena bisa digaji murah hehehehe dengan kualitas tulisan bagus)..Saat ini sedang mengembangkan buku untuk IT dan psikologi anak, namun tetap konsisten di game juga😉
    Begitu dhe masukan dari saya. Semoga bermanfaat.

  3. wah, salut deh sama mas Sinyo. semoga segera bisa menikmati yg namanya ‘royalti’ juga yaa.. (serem nih kyknya bakal produktif terus nerbitin buku ;D). salam!

    Komentar Sinyo:
    Salam kenal, dhe atau mbak nech…;) penulis belahan jiwa yang tertunda itu ya hehehehe atau belahan jiwa yang terlambat hihihiii…., iya mbak makasih doakan sinyo bisa nerbitin buku solo, insyaa Allah masalah waktu saja, kemarin ada rekan dari redaksi Hot Game mau bantu tapi sinyo ingin berkarir buku solo dari lomba-lomba dahulu ini plan tahun 2008 sudah ada beberapa event yang ingin Sinyo ikutin. Nah lebih seru kan tantangannya, gak mau ah di”cap” numpang beken, walau hampir sama namun menulis di majalah dan berupa buku solo terdapat beberapa perbedaan. Semoga kapan-kapan kita bisa ketemuan ya dan jangan lupa senyum mbak tetap dipertahankan, siapa tahu ntar masuk iklan pasta gigi heiiii….:)

  4. nyo…

    anak2 sekarang susah diatur…
    saya kasih 100rb perartikel, gayanya sejuta. dah gitu tulisannya ga karu-karuan. Klo inget2 jaman dulu, saya nulis cuma 50-100rb sebulan, sepertinya tulisannya bak langit dan bumi dengan anak-anak sekarang.

    mereka demand high payment, tapi mereka ga punya experience dan skill yang memadai. banyak copas pula dengan editan minimum.

    mungkin dulu editor saya juga begitu ya waktu nerimo tulisan saya :p

    Komentar Sinyo:
    Mungkin juga bro, Dulu waktu Sinyo bikin gaya penulisan tersendiri juga banyak yang jiplak, khan jadi gak seru lagee isi majalah gaya penulisan sama semua. Sinyo mengundang junior-junior pan biar banyak yang aktif tapi yah itu kadang asal-asalan. Kalau masalah honor Sinyo dulu waktu awal karir gak bawel-bawel amat kayak anak sekarang (takut ceceugie-nya muncul hehehehe), saya tetep yakin bahwa penerbit tetep dapat menghargai setiap tulisan kita dengan layak walau gak banyak😉 , bahkan menulis gratis tanpa dibayar. Walah kalau tulisan kamu emang keren abies bro, cuma sinyo curiga tuh editor pakai tulisan kamu bukan karena kualitasnya tapi kerna tertarik wajahmu qiqiqiqiiqiq ;p

  5. Buat buku dunk mas Sinyo, dari kumpulan tulisan2 mas sinyo yg hebat2…Jadi bisa bagi2 ilmu menulis jg ke junior2nya..termasuk saya, yg lagi masih belajar terus menulis yg oke🙂

    Salam Sukses,

    Afra Mayriani
    http://www.aframayriani.wordpress.com

    Komentar Sinyo:
    Jangan Khawatir dhe, kalau hanya menerbitkan saya insyaa Allah sudah ada jalan, kemarin ditawarin temen redaksi HG untuk diterbitkan (kebetulan untuk buku solo saya konsentrasi di IT dan Psikologi anak-anak karena saya ada latar belakang di situ), namun saya tidak ingin menggunakan aji mumpung, karena penulisan di majalah dan buku solo agak berbeda. Mentang-mentang sudah beken di majalah terus meminta bantuan untuk buko solo.
    Saya akan berusaha sendiri lewat jalur lomba, ini sudah saya siapkan satu untuk lomba cerpen dan satu untuk lomba IT for children. Jika menang salah satu (dan itu otomatis akan diterbitkan) nah terbuka dech tinggal membuat buku selanjutnya, pasti setuju kan dengan pemikiran saya ini hehehehe lebih terhormat rasanya😉 salam kenal ya dhe….peace..

  6. tetap menulis dan tetap semangat. salam…..

    Komentar Sinyo
    Masyaa Allah, salah satu penulis produktif mampir ke tempat sinyo nech heheheh,.,,,kasih doa dan semangat lagi, semoga dibalas dengan kebaikan yang lebih banyak oleh Allah SWT. Hmm…tampaknya deket sekali ya dengan Jogja, Sinyo juga dulu kuliah di sana hehehe…kapan-kapan mohon bimbingannya ya bang/mas atau jangan-jangan adhe😉 Peace

  7. Salam kenal dari sesama penulis

    Komentar Sinyo
    Salam kenal juga bang Yahya, hehehe dibandingakan bu Yahya apalah artinya Sinyo, tapi gpp yah yang penting berkarya untuk kebaikan, semoga. Sukses selalu bang😉

  8. selamat pagi mas sinyo,

    saya dulu pertama kali menulis artikel ya berkat mas Sinyo… ada kepuasan intelectual yang terpenuhi saat membaca tulisan kita terbit untuk majalah nasional dan dibaca jutaan gamer…🙂

    Komentar Sinyo
    Selamat sore dhe, maaf barusan tidur nech, hm…sinyo hanya mengajak saja koq dhe. Terus terang kalau sendirian bahkan saat kita sekarang menjadi tulang punggung saja sudah amat kerepotan. Padahal perlu masukan-masukan yang baru dari penulis lain agar fresh. Perkembangan Dhe Rian bahkan sudah melebihi sinyo dalam pengambilan gambar dan pembahasan. Ayo dhe kita berusaha merambah ke dunia yang lebih luas. Sinyo sedang ikut beberapa lomba penulisan, ingin berkarir dari bawah seru juga. Saya tunggu ya dan terima kasih sudah membantu bang vic. Jangan lupa kerjaan utama tidak boleh terlupakan heheheheh bisa disambit sepatu “bos”🙂

  9. nggak salah mas sinyo aku jadikan sumber inspirasi. tulisan mas sinyo memang bermutu dan bagus, makanya honornya tinggi🙂

    Komentar Sinyo
    Hehehe amiin-amiin, terima kasih atas doanya😉

  10. lagi suntuk riset buat bikin naskah eh ketemu blog ini

    lah..ini kan mas sinyo yang di wemaster.net yah

    wah kirain gamer doang toh, ternyata mas sinyo lumayan makan sekolahan juga yah :p

    Komentar Sinyo
    Lah iya dhe hehehe sinyo yang mana lagi emang😉 di wemaster dulu id-nya apa ya soalnya sinyo lupa terlalu banyak member tuh wemaster. Bikin naskah apa bagi-bagi donk ;p

  11. Masih ada lowongan lagi gak bro? saya mau nulis juga sih, tapi sesuai dengan bidang saya: Gizi Kesehatan. mohon infonya ya bro. Thanks

    Komentar Sinyo
    Coba bergabung dengan milis-milis penulisan semacam FLP atau Wordsmartcenter, banyak sumber informasi tentang kepenulisan. Semoga bermanfaat😉

  12. Mas Sinyo, saya senang sekali mendapat masukan yang luar biasa ini. Memang memulis menjadi suatu profesi yang tidak primer di Indonesia mengingat minat baca bangsa kita memang kurang (itu mungkin salah satu sebab mengapa bangsa kita selalu teringgal) akan tetapi saya punya terobosan dan akan menjadikan tulisan saya harus di baca umum terutama kalangan pendidikan dan saya serasa mendapat ilham dari saran mas sinyo…. thanks

    Komentar Sinyo
    Semangat mas, belajar bersama ^_^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: