Posted by: sinyoegie | March 14, 2008

Cerita dari WC

Jika kita disuruh menyebutkan satu dari banyak tempat favorit di dunia ini, maka kemungkinan menjawab sebuah kota, taman, tempat-tempat khusus yang romantis, rumah ibadah dan mungkin masih banyak lagi yang lainnya. Pernahkan terlintas dalam benak kita untuk menjadikan WC/Kloset sebagai salah satu tempat favorit?

Water Closet (WC) atau biasa disebut Kloset/kamar kecil/toilet sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok yang wajib hadir dalam setiap rumah, gedung, transportasi besar dll. Merupakan tempat untuk membuang kotoran dari tubuh manusia baik berupa air seni atau feses. memang masih ada beberapa penduduk di belahan dunia yang membuang kotoran dari dalam tubuh secara liar, namun sedikit demi sedikit sudah mulai terkikis oleh pesatnya kemajuan jaman.

Begitu penting kehadiran WC sehingga saat orang akan membeli rumah atau mengunjungi suatu tempat maka WC adalah salah satu tempat yang wajib untuk dilihat. Namun karena keberadaanya yang mudah ditemui dan dipunyai maka Koslet sering terlupakan, padahal banyak cerita menarik yang dapat dipetik hikmahnya dari kisah-kisah WC, berikut beberapa diantaranya.

  1. Masih ingat dulu waktu SD, Sinyo ditunjuk sekolah untuk mengikuti suatu acara yang dilaksanakan di lapangan Gelanggang Remaja (Kota Magelang, bawah Gunung Tidar, sekarang sudah menjadi lapangan Golf yang cukup mentereng). Bareng temen-temen, kita persiapan pelaksanaan acara. Tiba-tiba ada warning dari kandung kemih supaya lekas-lekas menuju ke toilet atau WC, kalau tidak bakal jadi kencing batu dech. Tergesa-gesa Sinyo menuju ke Kloset di bawah rumah panggung yang terletak di depan bagian lapangan tersebut, saat sinyo membuka pintu kloset, Masyaa Allah (waaaaaaaaaa!!!!), kagak usah diceritakan ya mungkin akan bikin perut mual. Sinyo ngibrit kembali ke arena lapangan sambil ngomel-omel. Mungkin diantara kita juga kadang menemui hal-hal seperti itu, betapa orang hanya mementingkan dirinya sendiri. Mereka tidak berpikir bahwa WC itu masih banyak yang akan pakai masih diperlukan untuk kegiatan bersama. Sudah seharusnya jangan ditinggalkan begitu saja setelah buang hajat. Contoh yang lain tidak usah jauh-jauh, kadang saat di kantor atau rumah tetangga atau teman, hal yang sama kita bisa jumpai walau mungkin tidak separah yang Sinyo temui di WC Gelanggang remaja waktu itu. Pelajaran penting yang dapat kita ambil, sebelum melakukan tindakan atau perbuatan maka pikirkanlah apakah membawa dampak yang buruk bagi orang lain. Hidup di bawah matahari, bulan dan langit yang sama, seharusnya kita “care” terhadap kepentingan bersama.
  2. Saat masih berstatus seorang mahasiswa di Jogjakarta, sinyo pernah tinggal di sebuah masjid, nama masjid sinyo koq lupa ya pokoknya di dusun Karang Malang dekat lembah UGM. Sekitar 6 bulan sinyo ingin mengambil data-data bagaimana rasanya ya jadi penjaga masjid. Alhamdulillah diperbolehkan oleh pengurus masjid dan sinyo dengan semangat 45 tidur di salah satu ruangan masjid (sebagian barang-barang sinyo angkut ke sana). Perhatian sinyo tertarik dengan kondisi WC masjid. Walau kondisi cukup kotor sinyo berusaha menganggap sebagia bagian dari diri karena memang dipakai sehari-hari, sehingga harus dibersihkan sedikit demi sedikit. Tapi bener-bener sungguh susah, namanya juga dipakai banyak orang dari berbagai ragam latar belakang. Masyaa Allah sinyo mungkin harus sering mengelus dada, betapa beratnya menjadi penjaga masjid, apalagi saat mengurus yang satu ini, WC ihiks… Baru saja dibersihkan, kembali sebentar kadang sudah kotor lagi. Hikmah yang dapat kita petik adalah, keshabaran itu sangat penting saat melakukan tugas yang sedang kita kerjakan. Salah satu syarat shabar adalah melakukan dengan senag hati apa yang sudah menjadi tugas atau pekerjaan kita. Jangan sekali-kali melakukan kegiatan, kerjaan atau tugas jika memang kita tidak menyenanginya, karena saat kita lepas keshabaran maka keikhlasan juga akan lenyap. Satu lagi, lihat orang-orang di sekitar kita yang mungkin bagi sebagian orang hanya berstatus rendahan seperti tukang sampah, penjual es keliling atau yang lain. Hormati dan hargai mereka dengan turut membantu memudahkan apa yang menjadi tugas/pekerjaan mereka bahkan mungkin hanya sebatas senyuman ucapan dan ucapan terima kasih. Hal tersebut betul-betul sudah membuat dingin perasaan dan hati mereka, apalagi lebih dari sekedar ucapan😉
  3. Ketika sinyo KKN mendapatkan tempat di desa Panggang Gunung Kidul. Alahmdulillah bertepatan dengan musim hujan sehingga kisah-kisah temen Sinyo yang harus berjuang mencari air untuk buang hajat tidak terjadi pada team Sinyo. Dalam salah satu kegiatan sinyo berada di rumah salah satu warga,mendadak perut sinyo mules minta ampun. Dengan semangat berkobar-kobar sinyo minta izin ke WC, Sinyo bawa satu ember penuh air ke arah Kloset yang ada (kebetulan tempat WC agak sedikit naik sehingga menambah daya semangat sinyo untuk segera sampai ke koslet). Bayangan sinyo tentu WC tidak akan jauh berbeda dengan yang lain, minimal milik kepala dusun tempat Sinyo tinggal selama KKN. Akan tetapi saat tiba di tempat, Ya Allah Ya Rabbi klosetnya berupa lubang langsung ke arah tanah tanpa ada air (Dalam bahasa Jawa, Jumbleng namanya), di atas lubang itu berdesing hewan-hewan kecil bercanda dan tertawa, berputar-putar membentul lingkaran-lingkaran kecil. Seketika itu juga mules di perut sinyo lenyap tak berbekas. Manfaat yang dapat kita resapi, jangan terlalu lama dipermainkan dengan khayalan dan impian. Boleh kita sebagai manusia memperkirakan, memprediksikan apa-apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, namun jika berlebihan akan berakibat fatal saat kenyataan yang ada tidak sama dengan yang kita harapkan. Apa yang dapat kita kerjakan hari ini, kerjakanlah dengan baik, apabila telah selesai maka segera kerjakan hal yang lain dengan cara yang benar pula. Hindari berandai-andai terlalu lama😉
  4. Pernah Sinyo main ke rumah saudara (dia masih ngontrak rumah), nginep di sana. Saat melihat WC yang ada, betul-betul sangat mengecewakan, dalam keadan yang sempit, becek masih dicampur untuk cuci baju dan piring iks. Bukan masalah tidak punya tempat namun tentu ada cara yang lebih bijak untuk memisahkan antara hal-hal yang memang memerlukan kebersihan lebih. Sinyo pernah tinggal di Sumatera Selatan dan melihat bagaimana orang menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, namun berbeda tentunya dengan saudara Sinyo tersebut. Karena memang fasilitas sudah ada hanya sayang tidak dikelola dengan baik. Salah satu kebaikan yang dapat kita pahami adalah, bagaimana orang akan menghargai/menghormati orang lain jika menghormati diri sendiri saja terbaikan. Dipandang dari depan, rumah terlibat bagus, bersih dan mentereng, namun bagian belakang seperti WC dan pembuangan air berantakan tidak terurus. Lebih mementingkan penilaian orang lain daripada menikmati dengan nyaman apa yang dapat kita kerjakan dengan baik. Sehingga jangan heran, ketika ada pemilihan pimpinan kita sering salah pilih orang, karena yang dilihat hanya penampilan dan tutur katanya saja tanpa melihat bagian dalam dirinya. Setelah terpilih dan ternyata tidak becus baru kita ngamuk-ngamuk untuk minta turun😉
  5. Suatu hari Sinyo main ke saudara di Semarang (Perumahan Ketileng Indah Raya, mau ke Klipang). Karena saudara ada urusan mendadak dan tidak ada orang mengantar maka Sinyo menawarkan diri. Naik sepeda motor, Sinyo dibonceng karena masih buta jalan-jalan di Semarang. Setelah sampai tempat, Sinyo balik sendirian, nah inilah drama mengenaskan mulai terjadi. Sinyo tersesat, sembari mencari jalan pulang perut mendadak berontak untuk segera mengeluarkan racun-racun dari tubuh. Ya Allah Yang Maha Kuasa, keringat dingin sudah membasahi tubuh Sinyo, untuk mempertahankan supaya tidak “meledak” di jalan Sinyo jalan pelan-pelan sambil mencari rumah yang dapat dimintai tolong untuk memakai WC, sedikit saja goncangan di motor sudah manambah tekanan di perut. Mungkin Allah masih ingin melihat keshabaran Sinyo, sepanjang jalan hanya ada gedung-gedung besar atau tempat terbuka (idih kalau saja ada tempat tertutup sudah ngacir sinyo ke tempat itu). Panas, lapar, mules, ingin menangis rasanya, satu-satunya tempat yang terpikir akhirnya adalah Masjid, biasanya ada WC di dalamnya. Mudah..? Tidak, Sinyo tanya sana-sini agak lama baru menemukan masjid sebuah kampus (lupa perguruan tinggi apa ya..? hehehe). Tidak berani berjalan cepat karena takut “laharnya keluar”, dan akhirnya ketemu juga WC yang Sinyo dambakan dari tadi. Berakhir..? Tidak ternyata, air yang ada hanya sedikit dan mengalir kecil…”ithir-ithir” ihiks, belum juga Sinyo selesai pelorotin celana perut sudah tidak tahan menampung dan hancur leburlah sudah semuanya. Lama Sinyo di WC tersebut, menunggu air agak penuh untuk bersih-bersih badan dan celana, orang yang ngantri sudah banyak untung saja mereka tidak demo. Kebaikan yang dapat kita rasakan, perhatikan orang-orang terdekat anda, tetangga-tetangga sekitar atau bahkan orang tua kita. Sering karena sudah merasa dekat dan bertemu sehari-hari maka kita akan melupakan atau menyepelakan kepentingan mereka. Saat makan enak di kantor, mungkin bunda kita di rumah hanya makan seadanya. Waktu berpesta dengan keluarga, boleh jadi tetangga sekitar ada yang menahan sakit karena kurang makan. Sadar saat semua sudah terlambat, ingat ketika yang ada sudah pergi atau menjauh, semoga tidak terjadi pada kita.

Masih banyak cerita-cerita menarik dari WC untuk dapat diambil manfaatnya. Seperti kata Ustadz, kalau ingin tahu apa itu ikhlas maka tengoklah WC, kita tidak pernah memikirkan dan mengingat-ingat apa yang pernah kita buang di WC. Begitu juga dengan ikhlas, itu hak Allah SWT, tidak perlu diucapkan, ditulis atau diungkapkan. Semua ibadah hanya kepada Allah, sudah cukup. Maka Sinyo juga kadang heran, kalau ada orang tanya,”Kamu ikhlas tidak nech.” Sinyo jawab dengan senyuman, mungkin secara bahasa masih dapat diperdebatkan tapi lebih baik menghindarkan diri darinya.

Magelang, 14 Maret 2008, menjelang Sholat Jum’at.


    Responses

    1. ::wc, emang tempat ter ajaib didunia, yang mengenalnya, akan menemukan keajaiban itu…😆

      Komentar Sinyo
      Mas Zal juga suka “nongkrong di WC ya?” hihihiii…….😉

    2. yap, darinya kukenali ketakmampuanku membersihkan diri, darinya kukenali jika tak ada yang membersihkanku mustahil aku akan bersih, hanya kebaikan dan kesabaran Sang Pencucilah sehingga aku tercuci…kalau engga hiks…bau amat….ya bangkelah namanya… dan dia seperti goa hira’ saja layaknya, banyak jaringan laba-labanya😆

      Komentar Sinyo
      Hihii….lah biasanya di tempat umum banyak jaring labanya, tapi di negara eropa Kloset umumnya bersih pisan euy, padahal banyak yang non mulism ya, mungkin emang di sini ingin suasa seperti gua😉

    3. nyo, yang penting habis dari wc, kau jangan lupa cebok ya :p

      Komentar Sinyo
      Bro, kalau sinyo iyalah cebok pakai aer, kalau kamu kan sering jalan-jalan ke luar negeri nah pas cebok pan pakai tissue tuh seperti cobek donk hihihihih😉

    4. alhamdulillah, kalau urusan wc, aku nggak pernah mau tahu. artinya, jika kotor, ya dibersihkan. itu, menurutku sebuah kewajiban bagi kita, apabila disuatu tempat kita menemukan sesuatu yang kotor. bukankah kebersihan itu sebagian dari iman?

    5. Terima Layanan Se JAKARTA BOGOR DEPOK TANGERANG & BEKASI : Sedot WC; Air Kotor; Saluran mampet;Rembesan & Bikin Septictank Silahkan Segera Hubungi YULI No. Tlp. 021-98736434 & 021-70560098


    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    Categories

    %d bloggers like this: