Posted by: sinyoegie | May 13, 2008

Belajar Memahami

Hari Kamis sore tanggal 08 Mei 2008 Sinyo pulang ke Magelang, cari bus di Milo Semarang. Diantar oleh temen kantor (thx pak Ganda, semoga dibalas dengan kebaikan yang lebih banyak). Alhamdulillah bus belum penuh, jadi bisa pilih tempat duduk, biasanya kalau ke arah kota Magelang Sinyo pilih bagian kiri karena lebih adem (sebelah kanan ada matahari menjelang tenggelam) selain itu hanya terisi dua tempat duduk jadi tidak terlalu mepet (maklum bus ekonomi iks). Pilihan Sinyo akhirnya jatuh pada tempat duduk terakhir di sebelah kiri sebelum pintu keluar belakang dan di dekat jendela, sambil menungu penumpang Sinyo beli kacang bandung.

Setelah agak lama Sinyo baru sadar bahwa ternyata tempat duduk yang Sinyo pilih tepat berada di atas roda sehingga mau tidak mau bagian kaki susah untuk diluruskan sedikit saja karena ada benjolan tempat roda ke arah atas. Mau pindah sudah tanggung karena penumpang juga sudah mulai penuh, maka Sinyo mantabkan hati saja untuk tetap duduk di situ.

Pertama tidak ada masalah, namun sedikit demi sedikit kaki Sinyo mulai kesemutan dan pegal-pegal. Terus terang sedikit panik juga karena kaki terlipat, ingin meluruskan kaki sudah tidak mungkin karena sebelah sudah ada orang. Berdiri juga jelas konyol karena perjalanan masih jauh. Sinyo mencoba menusuk-nusukkan kaki ke depan mencari kalau ada celah di bawah kursi, ternyata tidak ada sama sekali, kursi menjadi satu dengan tonjolan tempat roda. Masyaa Allah, siap-siap dah untuk kasakitan kaki yang panjang apalagi dengan membawa dua tas memaksa Sinyo bolak-balik geser pantat, namun tetap saja kaki terlipat. Saat sudah mulai menyerah tiba-tiba kaki sinyo yang kanan masuk tidak sengaja di tengah-tengah sedikit celah dua kursi di depan. Alhamdulillah sedikit lega juga yang kanan, sedangkan yang kiri masih terlipat. Sehingga kaki kiri terpaksa kadang disilangkan ke arah kanan atau menggantikan kaki kanan masuk ke celah tadi, mungkin orang di sebelah Sinyo bertanya-tanya, ngapain nech orang ganti-ganti posisi hehhehe.

Akhirnya sekitar 15 menit sebelum sampai di tempat orang yang duduk di sebelah Sinyo turun, Alhamdulillah Sinyo bisa pindah di sebelah pinggir dan meluruskan kaki, Rasanya lega, mengalir darah dengan lancar. Tidak lama ada dua penumpang masuk sepasang suami istri tampaknya, karena tempat duduk hanya tersisa dua maka sang istri duduk di sebelah Sinyo (tempat duduk dekat jendela yang tadi Sinyo tempati). Baru sebentar dia juga sudah pindah-pindah posisi dan karena mengantuk tertidur dengan posisi badan kedepan (bersandar pada kursi depan). Waktu ibu tersebut pertama kali duduk Sinyo sudah berusaha duduk ke arah pinggir, hanya satu pantat saja yang tersisa di bangku, sadar bahwa sangat tersiksa duduk di bagian dekat jendela tadi sehingga lebih baik duduk tersisa satu pantat agar ibu di sebelah Sinyo dapat bergerak lebih leluasa. Untungnya lagi kaki ibu itu pendek sehingga mungkin tidak tersiksa seperti Sinyo.

Betapa sering kita menyuarakan tentang pentingnya bersimpati dan berempati terhadap orang-orang yang kurang mampu atau terkena musibah dan masih banyak lainnya. Namun kita tidak akan pernah mengerti dan memahami dengan benar kecuali kita mengalami sendiri. Manusia memang diberi kemampuan untuk mengolah otak dan hati agar dapat belajar memahami walau tidak harus merasakan sendiri. Sayang di jaman sekarang ini susah menemukan orang yang mau memahami kesulitan orang lain, saudara kita di dunia. Lebih mementingkan diri sendiri dan “mengharuskan” orang lain memahami kita, lupa bahwa orang lain juga perlu untuk dipahami. Orang ikut ribut-ribut dan mencaci pemerintah soal lumpur Lapindo, musibah-musibah di tanah air, kenaikan BBM dll. Hanya sekedar sumpah serapah, namun apa yang dilakukan sama sekali tidak bermanfaat. Jangankan ikut membantu “materi”, sekedar mendoakan saja tidak.

Bukan menyebut “mereka”, namun orang tersebut mungkin diri kita atau bahkan saya sendiri termasuk golongan yang tidak mau belajar memahami orang lainšŸ˜¦


Responses

  1. Betul karena apa untungnya memahami orang lain???Karena kadang balasan yg kita terima berbanding terbalik…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: