Posted by: sinyoegie | September 4, 2008

Benang Merah Kehidupan Sekolah

Benang merah selain memang secara nyata adalah benar-benar benang berwarna merah (Dalam beberapa event agama tertentu dipakai untuk tanda kasih sayang di pergelangan tangan) biasanya juga digunakan sebagai ungkapan yang menyatakan bahwa suatu hal (bisa berupa masalah atau pokok persoalan) berhubungan dengan hal yang lain walaupun kadang secara tidak langsung.

Sebagai teman, sahabat atau pimpinan sering Sinyo menjadi tempat curhat rekan-rekan entah lewat chat, telpon, mail atau secara langsung face-to-face. Beberapa diantara mereka Sinyo mengetahui betul bagaimana waktu bersekolah, begitu juga yang lain Sinyo tanya perilaku saat sekolah (walau tidak secara langsung namun lewat pancingan ungkapan yang lain). Ternyata Sinyo menemukan hal yang cukup unik antara kebiasaan dulu waktu sekolah dengan kemampuan menghadapi masalah saat telah dewasa. Waktu sekolah ada empat hal penting yang “biasa” pelajar lakukan, terutama ketika ulangan/ujian dan mengerjakan tugas (Pekerjaan Rumah, Kuiz dll). Keempat hal tersebut adalah:

  1. Mencontek: Sinyo definisikan sebagai menyalin hasil pekerjaan orang lain secara langsung dan sadar atau mencari tahu informasi melalui buku cetak, catatan kecil (di kertas, sapu tangan, tisu) dll.
  2. Mengintip: Hampir sama dengan mencontek namun dilakukan dengan sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan orang yang dicontek. Jadi berusaha melihat hasil pekerjaan orang lain secara diam-diam.
  3. Menguping: Dapat dikatakan juga mencuri dengar pembicaraan orang lain. Kadang seseorang terlihat tidak ingin bekerjasama namun diam-diam dia berusaha mencuri dengar teman-temannya yang saling tukar informasi tugas/ujian yang sedang dikerjakan untuk mendapatkan keuntungan dari pembicaraan tersebut.
  4. Bekerjasama: Saling memberi dan menerima. Baik itu berupa hasil pekerjaan, jawaban dll. Bahkan ketika seseorang hanya diminta untuk menghantarkan sebuat gulungan catatan berisi “contekan” untuk orang lain berarti dia terlibat dalam aksi bekerjasama.

Di dunia ini mungkin ada orang yang sama sekali belum pernah melakukan keempat hal di atas, terdapat juga yang mengerjakan sedikit darinya, namun kebanyakan orang jelas terlibat pada keempat hal tersebut (Baik itu dilakukan dengan terpaksa karena tekanan pihak-pihak tertentu atau secara ikhlas). Alasan yang dikemukakan bermacam-macam dari sekedar membantu ortu (katanya jika nilai bagus dan naik kelas itu sangat membantu ortu), mencintai seseorang, satu kelompok bermain (sehingga harus berbagi) dan masih banyak lagi.

Sinyo tidak ingin menghakimi, karena itu urusan masing-masing orang dengan Sang Pencipta. Hal penting yang Sinyo amati, cobalah tarik benang merah dengan kehidupan anda sekarang. berusahalah mengingat-ingat saat masih duduk sekolah TK (bisa playgroup juga), SD, SLTP, SLTA, PT sampai kepada pekerjaan dan kehidupan yang kita jalani. Kita akan menemukan hal unik, bahwa apa yang biasa kita kerjakan saat sekolah masih “berbekas” banyak dalam diri kita saat ini. Baik itu dalam menghadapi cobaan hidup, bekerja di rumah atau di kantor, hubungan persahabatan dll.

Sedikit contoh, jika saat ini kadang-kadang seseorang masih suka memaksa orang lain menuruti kehendaknya tanpa mempertimbangkan berbagai hal maka dulu waktu sekolah bisa jadi suka mengintimidasi rekan-rekan yang pandai untuk memberi contoh hasil jawaban hehehe. Bagaimana dengan anda?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: