Posted by: sinyoegie | September 4, 2008

Gugur

Saat pulang kerja dan hampir mendekati rumah di bagian pojok tikungan terakhir terdapat sebuah pohon yang Sinyo suka amati sejak kecil. Entah sudah berapa umur pohon tersebut, nama/jenisnya pun Sinyo tidak paham. Tinggi kurang lebih 8-10 meter, daun normal sedikit agak lebar, saat bunganya mekar dan tumbuh menjadi buah maka setelah kering akan hancur berhamburan isinya seperti baling-baling tunggal, melayang berputar-putar.

Jika di benua atau negara yang mempunyai empat musim terdapat siklus gugur, yaitu saat hampir semua tanaman menggugurkan daunnya. Maka pohon tersebut mempunyai keunikan yang hampir sama yaitu menggugurkan daunnya sampai habis menjelang musim penghujan. Padahal setahu Sinyo di benua atau negara yang mempunyai dua musim tanaman akan menggugurkan daunnya menjelang musim kemarau untuk mengurangi “degradasi air”.

Pohon itu menggugurkan semua daun tanpa sisa (meranggas) selama kurang lebih satu pekan lamanya. Daun menumpuk sangat banyak (tinggal tetangga Sinyo yang dekat dengan pohon itu marah-marah karena harus membersihkan setiap hari). Selang satu pekan kemudian akan tumbuh tunas-tunas daun kecil secara bersamaan dan serempak. Seperti layaknya ular berganti kulit, pohon itupun mengganti semua daunnya.

Sinyo jadi teringat bulan ini awal puasa 1429 H, saat banyak orang berharap untuk menggugurkan dosa-dosanya dan berusaha menggantikannya dengan perbuatan-perbuatan baik. Ihiks jadi inget dengan Idul Fitri, bahwa orang yang berhasil melewati ujian Ramadhan dengan memuaskan akan kembali fitri, memulai harapan baru dengan cara yang lebih baik.

Sayang, pohon itu hanya satu dan kemungkinan akan ditebang karena kadang merepotkan. Sehingga Sinyo akan melihat pohon-pohon lain yang mau menggugurkan daunnya sedikit demi sedikit, tidak mau serempak. Sama dengan manusia di dunia ini (termasuk sinyo mungkin hiks), sedikit yang mau bertobat nashuha (taubat yang sebenar-benarnya untuk tidak melakukan pelanggaran yang sama lagi), kebanyakan taubat seperlunya saja saat “kepepet” baru teringat Allah, ketika bahagia melupakan-Nya.

Ada yang tahu nama pohon tersebut?


Responses

  1. Itu namany pohon mahoni,di skitar rumahku da 3.Bijinya (di pangkal kelopak bunga yang kaya baling2) rasanya pahit banget,katany bisa buat obat malaria lho…

    Komentar Sinyo
    Alhamdulillah, terima kasih atas masukannya dhe/mbak Retno. Salah satu teman di milis FLP juga pernah memberitahu lewat mail kalau itu pohon Mahoni. Sayang ya kalau ditebangšŸ˜¦


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: