Posted by: sinyoegie | September 15, 2008

Luka Jiwa (Trauma) Masa Kecil

Luka jiwa atau kadang disebut juga dengan trauma dapat terjadi pada semua insan, tak terkecuali diri kita. Saat mencapai dewasa maka kemampuan untuk mengatasi luka jiwa akan semakin lengkap dan komplit, sehingga luka jiwa yang terjadi dapat cepat sembuh atau bahkan sembuh sama sekali. Disadari atau tidak jiwa kita yang terbentuk sampai dewasa seperti sekarang ini dipengaruhi oleh luka-luka yang terjadi waktu kita masih kecil atau remaja. Masa yang sangat rawan dikarenakan seorang anak kecil belum dilengkapi dengan kemampuan secara sempurna untuk mengobati luka jiwa yang dialami.

Tahun ini musim pancaroba telah tiba (peralihan musim kemarau ke musim penghujan). Hujan kadang datang rintik-rintik atau deras diselingi hari lain yang panas menyengat sisa dari musim kemarau. Kurang lebih tiga pekan yang lalu, kota Magelang diguyur hujan (cukup besar dan deras) walau sebentar. Kala itu Bunda (Ibunda Sinyo) dan Dhe Ahza (putra Sinyo) berada di dapur. Atap dapur terbuat dari campuran seng dan plastik (transparant). Saat hujan deras datang (awal turun dengan titik air yang besar) menimbulkan suara yang keras secara beruntun. Bunda bergegas lari meninggalkan Dhe Ahza untuk mengangkat jemuran di samping rumah. Tidak tahu apa yang ada dalan pikiran Dhe Ahza, namun ketika ditinggal pergi oleh Bunda, Dhe Ahza sendirian di dapur dan mendegar suara keras hujan yang mengenai atap dapur, sekita itu juga menangis kencang dan berlari menyusul bunda. Setelah jemuran selesai diambil, Dhe Ahza masih menangis, oleh Bunda dijelaskan bahwa tadi berlari bukan takut disebabkan suara hujan tapi karena akan mengambil jemuran supaya tidak menjadi basah.

Umur dhe Ahza kurang lebih 1,5 tahun, sejak kejadian tersebut setiap mendengar titik hujan di dapur dia menangis dan minta digendong. Bahkan pernah suatu hari (di dapur yang sama), waktu itu suasana mendung, Sinyo menjelaskan bahwa sebentar lagi kemungkinan akan datang hujan. Mendengar kata “hujan” tiba-tiba Dhe Ahza berteriak dan berlari sampai menabrak lemari es, kemudian terjatuh serta menangis.

Sampai saat ini walaupun sudah dijelaskan berkali-kali dia masih trauma dengan suara hujan di dapur. Entah kapan dia akan paham bahwa suara hujan itu tidak perlu ditakuti.

Kita bisa bayangkan betapa mengerikan luka jiwa yang dialami seseorang saat masih kecil. Contoh yang terjadi pada Dhe Ahza hanya terjadi beberapa detik saja namun dapat membawa bekas luka sampai hampir sebulan (sampai kapan dapat sembuh kita semua tidak tahu).

Sungguh keji jika anak kecil sampai disiksa lahir dan batin oleh orang dewasa (bisa orang tua, saudara dll) apalagi jika terjadi selama bertahun-tahun (entah dalam bentuk perkosaan, kata-kata kasar, hukuman tak berperi kemanusiaan, penyiksaan dll). Bisa jadi trauma yang ada akan sembuh dengan membutuhkan waktu berpuluh tahun atau bahkan mungkin tidak dapat tersembuhkan sama sekali sehingga membawa akibat dan dampak pada diri sang anak menjadi cacat jiwa. Boleh jadi kita adalah salah satu korban luka jiwa di masa kecil.

Mari kita selamatkan anak-anak kita, saudara-saudara seiman yang masih menjalani masa kecil untuk meminimalisir luka jiwa yang terjadi, didiklah penuh dengan cinta dan do’a😉

Peace buat orang-orang yang terluka jiwanya


Responses

  1. menrut trauma saat kecil itu sangat menyeramkan karna aku pun merasakannya hanya berbeda masalah dan menurut ku masalah terkandang lebih besar di banding masalah orang2 aku ingin memuatnya ingin melampiaskan apa bisa

    Komentar Sinyo

    Salam kenal
    Masalah dan luka jiwa apa yang Lury hadapi? Kalau dengan bercerita dan kemudian dapat dijadikan bahan yang bermanfaat (pelajaran) untuk orang lain bisa saja (dapat berupa tulisan buku atau di blog).

    Sinyo juga sedang mempersiapkan beberapa draft buku tentang pendidikan anak kecil. Jika Lury bersedia atau berkenan membagi cerita tentu menarik jika suatu saat dapat terbit😉

    TC ya…
    Sinyo

  2. makasih ya sinyo……..
    aku ga bisa cerita sama siapa2 aku ngerasa tertekan aku ga mau gila karna masalah ku ini.
    aku dah mendem masalah ku dari aku kecil…

    pertama aku menderita akibat didikan keras orang tuaku padahal aku perempuan,dari kecil aku ga pernah lepas dari kekerasan itu semua sangat tersimpan rapih di otak belakang ku, aku iri kepada saudara2 ku, aku merasa mereka tidak didik keras seperti aku, aku merasa mereka pilih kasih,aku ngerasa aku bukan bagian mereka karna aku mersa terasingkan ITU SUDAH AKU PENDAM DALAM2 karna aku sayang mereka…

    waktu pun berjalan keluarga jarang sekali harmonis itu sangat membuat ku sedih, aku selalu berusaha untuk membuat abi dan umiku selalu bahagia disaat aku sedikit lagi sukses semuanya hancur begitu saja itu membuatku sangAt terpukul ada orang ketiga dalam ikatan ornagtuaku abi bilang itu adlah pahala dan kini semuanya menjadi gelap setelah abiku poligami taukah sinyo aku selalu diliputi kesedihan abi dan umiku selalu bertengkar dan kini abi lebih memilih istri ke2nya dibanding perasaan ku dia membuatku kecewa aku begitu menyayanginya tapi dia begitu jahat kepada umi dan aku, aku ga bisa mencurahkan isi hatiiku karna aku berda di pondok aku begitu kesepian sinyo nanti aku sambung lagi karna aku mmrlakukan ini saat pelajaran aku diam2 biar ta ketahuan guru sekarang waktunya telah habis dadah sinyo….

    Komentar Sinyo
    Salam dhe Lury

    Pertama adhe harus shabar, bukankah pada dasarnya semua ini hanya cobaan semata. Berat atau tidak tinggal bagaimana kita mengubah sudut pandang kita. Adhe harus bersyukur, masih dapat bernafas walau mungkin terasa “sesak di dada”, bisa menulis walau dengan bercucuran air mata, mempunyai abi dan umi walau kadang mereka bertengkar.

    Setiap halangan dan rintangan harus kita hadapi, karena saat kita berlari akan percuma, halangan serta rintangan lain akan kita temukan jua. Dengan menghadapinya maka sedikit demi sedikit akan teratasi, saat setiap tantangan dapat kita tundukkan maka derajat atau level kita semkaian naik dan harus siap dengan ujian berikutnya.

    Jangan pernah berpikir kita akan berhenti dari halangan dan rintangan, karena baik buruk atau baik adalah bagian darinya. So, saat ini adhe diuji dengan berbagai fitnah dan keburukan, suatu saat mungkin diganti dengan banyak kenikmatan, itu juga ujian.

    Shabar dan tetap bertakwa ya😉

  3. makasih ya sinyo………………..
    tapi yang ini beda untuk bersabar akan membuat ku tambah tersakiti…………………….
    sudut pandang orang2 memang ta selalu sama…
    semua ini membuatku taruma akan laki2…
    membuatku trauma akan guru………..
    taukah sinyo bahwa orang ketiga dalam ikatan keluarga ku itu adalah guruku sendiri yang ku hormati yangku segani…………..
    dan kini dia telah melahirkan anaknya yang sangat di sayangi abiku…………
    umiku ta kurang pendidikannya dari PGA dan abiku adalah sarjana dan ia sangat ingin anaknya pintar………dan aku adalh anak yang tergolong malas dia ingin generasinya pintar……….
    tapi sinyo,dia ta pernah mendidikku ta pernah mencurahkan waktunya untuk mengajarkanku,
    dan kini aku telah pintar aku menjadi juara kelas itu semua kulakukan hanya untuk umiku tercinta
    ya begitulah sinyo semua berawal akan masa kecilku yang menyeramkan aku taruma akan didikan yang begitu keras sehingga aku bersikeras akan menjadi orang tua yang lembut dan perhatian penuh kasih sayang…
    makasih ya sinyo atas semuanya…………..

    oh ya sinyo aku sekarang kelas 2 sma aku akan membuat karya tulis maukah kau mencarikan judul yang pas untuk karya tulis ku.
    yang berkaitan akan taruma2 dan apa yang membuat orang begitu phobia akan sesuatu ya semacam psikolog gitu…………..
    makasih ya sinyo
    semoga buku yang ingin kau terbitkan sukses
    amien………………..

    Komentar Sinyo

    1. Memang trauma (apalagi kekerasan) sangat susah untuk dihilangkan, atau bahkan mungkin akan menjadi cacat jiwa seumur hidup kita. Pengurangan bisa dilakukan dengan melihat, mencermati lingkungan kita. Bahwa tidak semua hal dapat digeneralisasi seperti itu. Tidak semua laki-laki dan guru seperti itu. Sinyo hanya berdoa mudah-mudahan adhe sedikit demi sedikit dapat mengendapkan berbagai macam kekecewaan dan mengubahnya menjadi kekuatan positif.

    2. Iya, semoga kelak jika adhe sudah menikah dan dikaruniai momongan dapat menjadi ibu yang “bersahabat” bagi putra-putrinya, tentu termasuk suami adhe😉

    3. Oo bagus-bagus, banyak koq di internet. cari saja di paman “google” coba masukkan kata phobia atau trauma (kebanyakan yang bagus sih bhs.Inggris), insyaa Allah sambil belajar ya😉

    Semoga dibalas dengan kebaikan yang banyak atas doanya, tetap jaga diri baik-baik ya😉

  4. Hi,salam kenal sinyo:-).sy termasuk org yg mngalami trauma ms kecil .bisakah bantu sy gmn mgurangi ato menyembuhkn cacat jiwa akibat ini.sy jd sulit bergaul dan cenderung berhati hati sekali pd org lain.thanks

    Komentar Sinyo
    Salam dhe Nabila

    Kalau setahu saya, hampir semua trauma masa kecil dapat ‘diperbaiki’ walaupun mungkin tidak 100%. Banyak cara dan jalan namun sebaiknya pilihlah yang sesuai dengan syariat agama.
    Kalau tentang kesulitan bergaul, harus dicari dahulu sebab musababnya (dalam teori, untuk memecahkan masalah tentu harus mencari sumber masalah tersebut). Jika sudah ditemui sumber masalah yang ada, maka baru mengambil langkah-langkah untuk perbaikan. Coba pelajari lebih banyak tentang agama, sangat membantu untuk perbaikan apapun😉

    Sukses ya..

  5. H’lo sinyo..nampung cerita akibat trauma kan.saya trauma akibat fitnah d lingkungan sy. akibatny sy fobia keluar ato ktm sm org lingkungan skitar sy krn smua tw akibat fitnah kan dpt mencemarkan nma baik org.. Ya si sy sabar tp apa slh sbarny saya cm diam..dan akibatny terkesan sy takut.

    Komentar Sinyo
    Dear Mbak Ise

    Coba mbak Ise perhatikan orang-orang sekarang ini, bahkan ketika mereka berbuat ‘maksiat’ atau keburukan lainnya tetap cuek bebek tidak peduli dengan anggapan orang. Apalagi hanya sekedar fitnah. Setahu saya, masyarakat Indonesia itu termasuk yang mudah ‘memaafkan’ setiap kejadian yang bikin ‘shock’. Orang lama-lama akan lupa dan cuek juga. Susah cari makan jaman sekarang, boro-boro mikiran orang hehehe.
    So saran saya tetap pede saja, temui orang dengan lapang dada dan shabar, toh benar atau tidak ‘fitnah’ tersebut yang tahu mbak Ise dan Yang Kuasa saja. Lebih baik mengerjakan hal-hal bermanfaat buat mbak sendiri dan orang banyak, peduli apa kata orang…paling juga cuma dicibir tah hehehe..ayo tetap semangat mbak😉

  6. q trauma pas kcl pernh mndpt ke2rasan sex yg membwt q khlangan k perawana q!n bwt q takut bwt mnjln HUB ma cwo!
    bagaiman spy aq bs lepas dr bayangan masa lalu yang kelam?
    dan adakah laki2 yg bs menerima q apa adaY smntra q udh gx virgin lg?

    Komentar Sinyo
    Dear Mbak Alone

    Keperawanan memang dalam Islam (dan mungkin juga agama lainnya) harus dijaga (baik itu dari pihak laki-laki dan wanita). Hanya saja untuk laki-laki jelas tidak diketahui apakah dia masih ‘perawan’ atau tidak selain dari mulutnya sendiri yang berbicara.

    Kalau dalam diri wanita, memang dapat diketahui dari selaput dara yang ada, hanya saja dengan operasi-pun juga masih dapat diperbaiki sehingga seakan-akan masih ‘perawan’.

    Setahu Sinyo, laki-laki jaman sekarang sudah lebih terbuka soal ‘keperawanan’ wanita. Tanda ‘perawan’ wanita dapat ‘hilang’ dikarenakan beberapa faktor seperti melakukan gerakan senam yang dapat membuat sobek selaput dara, kekerasan atau pelecehan seksual dll. Jadi tidak semata-mata karena wanita tersebut ‘nakal’ atau melakukan dosa yang berhubungan dengan seksual.

    Kalau menurut Sinyo, hubungan yang harmonis selalu dimulai dengan ‘kejujuran’. Jika tah memang dalam kejujuran itu mbak Alone tidak mendapat jodoh maka memang itu jalan yang mbak harus tempuh. Apalagi hilangnya ‘keperawanan’ mbak sama sekali bukan disengaja namun dalam keterpaksaan. Apabila mbak menutupi hal tersebut dan sang suami tidak mengetahuinya, pasti ada rasa sangat bersalah yang dapat memicu pertengkaran dikemudian hari.

    Banyak koq korban pelecahan seksual, bahkan psk yang telah bertobat mendapatkan suami yang baik-baik. Perlu mbak Alone catat dalam pikiran mbak, tidak semua laki-laki juga sebaik yang mbak bayangkan. So tetaplah semangat dan berusahalah mencari jodoh mbak Alone sampai tiba masa menghadap yang Kuasa😉 Tetap semangat ya.

  7. sinyo, mo nimbrung boleh ya….
    dulu, sekitar umur 4 thn, gw pernah disuruh shakehand org yg ngasuh gw, ampe orgsm, tu yg pertama. yang kedua kalipun sama, tapi org ny berbeda. saat itu ga’ ad rasa aneh2, terus pas kls 6 ciuman ma cowo(gw ga nyadar), pas smp, kejadian 4 taun kejadian lagi tp ma org ketiga …..

    lama, dari itu, gw dah lupa. tp, suatu hari pas kls 2 sma gw papasan ma bapak2 yg baunya kaya’ pertama, langsung takut, parno. sejak saat itu, jadi inget terus kenangan masa kecil. sakiiiit bgt. kenapa pas liat cowo gw tertarik, liat cewe juga sama.

    jadi bingung ke gw nya jg, mo bilang ortu, takut mereka sakit hati, bilang temen2, ga ad ngaih solusi, malah ngasih yang aneh2, kalo nyebut gw homo, pali nyuruh sabar doang.

    ampe skrg, kalo gw mimpi basah, pasti ma cowo, ad yg bilang si normal, tapi tetep aja, gw ga’ mau.

    ampe skrg pun org pertama msh suka ketemu gw, pengen gw bunuh aja tu org, tp bunuh org ga’ ad guna. org ketiga jg sering ketemu ampe skrg.

    ya, gw berusaha keliatan biasa aja,

    menurut sinyo, apa gw bisa lupain tu kenangan, atw ngga’? apa yg bisa gw lakukan?

    makasih sebelumnya.

    Komentar Sinyo
    Salam kenal saudara Feakree, sebetulnya saya bukan psikolog namun karena anda meminta nasehat semoga masukan dari saya bermanfaat. Coba dhe Fikri bayangkan, kalau trauma putra saya yang hanya 5 menitan untuk ‘penyembuhan’ perlu waktu berbulan-bulan maka berapa lama penyembuhan jika luka yang terjadi bertahun-tahun lamanya? Semoga paham ya😉

    Tentang orientasi seksual dhe Fikri, pas sekali kemarin waktu saya menulis buku tentang SSA (same sex attraction) dengan sumber masukan dari milis hijrah_euy (yahoo), http://www.hijrah.web.id, NARTH dll. Coba baca-baca atau kalau perlu gabung dengannya. Di sana banyak laki-laki muslim yang mempunyai SSA, bagaimana pandangan dan tujuan mereka mencari jawabnya silahkan dipelajari😉

    Semoga membantu, amiin.

  8. makasi bos…..

    Komentar Sinyo
    Sama-sama, TC.

  9. Lam kenal Sinyo.
    Aku juga mempunyai trauma. waktu kecil aku nggak punya temen, karena ortuku melarang keluar rumah, karena aku wanita. sampai lulus sma sekarangpun, aku hampir tak mengenal mereka semua, sekarang setelah lulus aku pindah ke luar kota. akibat itu aku jadi tak tahu apa – apa, norma2, cara berteman, ortuku juga memperlakukanku keras, ia lebih menyukai anak laki – laki dan mereka lebih menekan anak perempuannya untuk bekerja, bukan bermain seperti si laki. akibatnya aku jadi benci laki2, aku pernah juga mmiliki kelainan, menyukai sejenis, tapi itu tak berlangsung lama, aku benci ketika ada laki2 mendekati teman wanitaku, aku takut mereka akan melukainya, karena aku juga ada trauma dengan kakak laki2ku, waktu aku SD, ia sering mencabuliku waktu aku tidur, mengintip saat mandi, jika dia bdirumah aku selalu ketakutan, apalagi ketika akan tidur, aku selalu mengganjal pintuku dengan kursi.aku melapor pada ortu dan ka2ku yang lain, tapi mereka biasa2 saja. aku benci mereka ! makanya, untuk menghilangkan trauma, aku pergi setelah lulus sma.

    Dan tahukah ? di tempat baru, aku mengenal laki2, tapi di dunia maya. ia juga mempunyai trauma. kalo g meleset waktu kecil ia juga terasingkan karena ia adalah anak haram. aku menyukainya, aku takut, kami takut, kami berdua juga belum pernah menjalin hubungan dengan lawan jenis. dia sudah tahu aku, karena dia mencariku di dunia nyata, tapi dia tak mau muncul, kita sama2 saling suka, tapi kami tak berani bertatap muka. sudah tiga bulan kami kenal, satu bulan lebih ia selalu setia menungguiku saat bekerja, tapi dari jauh, ia selalu melihat gerak – gerikku.

    Yang aku tanyakan, kenapa cinta para penderita trauma sangat sulit sekali ? tak seperti manusia normal ? Apa yang harus kami lakukan sinyo ? aku semakin merindukannya dan menyukainya. aku berumur 18, sedang dia 29. aku masih belia, apakah umurku sudah pantas untuk menikah ? aku tak mau pacaran, dia juga. apaka jika menikah nanti kami tidak kesulitan saat bersosialisasi dan mendidik anak ? aku tak pernah takut apapun jika harus menikah, satu yang aku takutkan. aku takut mempunyai anak, aku takut tak bisa merawat dan salah mendidik mereka. apa yang harus aku lakukan agar hatiku yakin dan mantap ?
    aku tunggu balasanmu.

    Komentar Sinyo
    Salam kenal dhe Lilian, senang bisa berkenalan dengan adhe. Pertama saya mohon maaf apabila nanti nasehat yang diberikan belum sempurna karena terus terang Sinyo bukan ahli dalam bidang psikologi. Hanya saja memang suka membaca hal-hal berkaitan dengan bidang tersebut karena naskah tulisan yang sudah dan atau akan saya buat berhubungan dengannya.

    Pertama soal ‘ketidakadilan’ yang adhe alami di lingkungan keluarga. Setahu Sinyo memang laki-laki diberi kelebihan oleh Allah dibandingkan wanita, namun bukan lantas digunakan untuk mengintimidasi atau menyakiti wanita. Bahkan sebaliknya, kemampuan tersebut harus dimanfaatkan untuk melindungi keluarga (istri, anak-anak dan anggota lainnya) seperti mencari nafkah, mengayomi, menyayangi dll.
    Coba pelajari kisah Rasul Muhammad atau para sahabat beliau yang begitu mengasihi keluarga. Jadi dalam kasus adhe, kita berprasangka baik saja, bahwa mungkin bapak dan kakak laki-laki ‘belum’ paham akan hal tersebut. Adhe berdoa semoga kelak suatu saat beliau dan kakak laki-laki ‘sadar’ bahwa wanita adalah makhluk yang sangat perlu disayangi layaknya sebuah perhiasan yang akan selalu memancarkan keindahan di muka bumi ini.

    Sinyo berharap, adhe jangan terus menyalahkan mereka semua. Jadikan saja cobaan dan ujian tersebut sebagai ‘kekuatan’ menghadapi masa depan. Jika adhe terus-menerus ‘diam di tempat’ mengingat perlakuan tersebut maka percuma karena hal itu tidak akan pernah dapat diubah. Pelajaran berharga bahwa hidup harus berjalan terus, dan selalu berdoa agar bapak dan kakak selalu di jalan yang lurus. Memaafkan mereka sama saja dengan menentramkan diri adhe sendiri sehingga dapat berkonsentrasi pada lain hal yang jauh lebih bermanfaat.

    Tentang ‘hasil’ dari perlakuan ‘kasar’ bapak dan kakak yang kemudian muncul berbagai macam ketakutan insyaa Allah jika adhe teguh ingin berubah pasti dapat diatasi. Saya belajar banyak dari draft buku yang berjudul Dua Wajah Rembulan (mengungkap komunitas muslim dengan SSA di Indonesia). Mereka berhasil menjalani hidup dengan baik dan lurus di jalan Allah walaupun mempunyai banyak luka di hati. Jadi mantabkan niat untuk berubah menjadi lebih baik serta kuatkan tekad dengan berbagai usaha yang mendukung kegiatan positif guna menunjang perubahan yang diinginkan.

    Kedua, tentang pertemuan dengan laki-laki yang ‘membuat nyaman’ perasaan adhe. Baik saran saya seperti ini:
    1. Kenali dengan baik-baik ‘perasaan nyaman tersebut’ apakah kira-kira hanya ‘sesaat saja’ atau memang betul-betul ‘sejati’. Renungkan dan dalami sebaik mungkin, karena secara logika saat seseorang terdampar di padang pasir dan merasa ‘kehausan’ maka dia tidak peduli mau minum apa, entah itu racun, darah, air, alkohol pokoknya dapat melegakan hausnya tersebut. Dia akan menjadi ‘panik’ dan tidak peduli dengan dampak dari menuntaskan rasa haus tadi. Akibat setelah minum, apapun pilihannya, baru terasa kemudian. Kalau minum air garam maka akan semakin kehausan, minum racum akan tewas dan seterusnya. Nah perasaan nyaman yang sekarang adhe rasakan baru sebatas ‘melegakan rasa haus tersebut’, galilah lebih jauh apakah yang akan diminum tersebut halal dan toyib bagi tubuh?

    2. Jika tidak ingin pacaran, memang sebaiknya ada media (orang ketiga) yang dapat dipercaya tapi dari kasus adhe tampaknya sulit untuk melakukan hal tersebut.Setahu saya ikatan resmi dalam Islam hanyalah pinangan dan nikah, sehingga memang sebaiknya tidak usah ada komitmen apapun, bertemanlah biasa dahulu layaknya dengan saudara-saudara masyarakat lainnya. Berbicara tentang hal-hal yang baik sambil terus memperbaiki diri.

    3. Pernikahan yang sehat adalah sudah siap secara raga dan jiwa. Berdasarkan fisik dan biologis umur 17 tahun atau lebih jelas sudah siap menikah, namun perlu pertimbangan faktor kejiwaan. Kedewasaan biasanya tumbuh dari pengalaman dan wawasan yang luas tentang hidup ini, prosesnya dapat berbeda dari setiap individu. Bisa jadi umur masih belasan tahun namun sudah mencapai kedewasaan yang matang namun dapat juga sebaliknya.
    Dewasa adalah dapat memahami dengan baik berbagai situasi dan kodisi hidup serta dapat melakukan tindakan yang bijak sesuai dengan kemampuan nalar berdasarkan ‘keasadaran’ akan hukum-hukum yang berlaku baik agama atau keduniaan. Sehingga hanya adhe dan temanlaki-laki tersebut yang ‘paham’ betul apakah sudah siap menikah atau belum.
    Saran saya sebaiknya selesaikan dahulu masalah utama adhe dan teman laki-laki tersebut, yaitu merasa ‘nyaman’ dan bersyukur akan hidup ini. Bahwa apa yang telah terjadi adalah hal terbaik diberikan Allah sebagai ujian serta cobaan yang akan meningkatkan level kedewasaan kita. Insyaa Allah setelah ‘pikiran dan perasaan’ dalam memandang hidup ini jauh lebih tenang maka dapat memikirkan lebih lanjut tentang menikah misalnya.

    4. Jangan takut untuk mempelajari tentang segala hal berkaitan dengan kehidupan, apalagi sudah tersedia Internet. Pahami bagaimana mendidik anak dengan baik, melayani suami dan keluarga serta sebaliknya dengan teman laki-laki adhe. Pelajari bagaimana mengasuh anak dan menyayangi istri. Semua itu harus dengan belajar banyak membaca. Tinggal mempraktekkan kelak apabila terwujud dapat menikah dikemudian hari. Dalam pernikahan adalah hal ‘biasa’ jika ada salah-salah sikap, friksi atau perbedaan namun semua itu akan sirna jika visi dan misi utama sudah padu. Laki-laki dan wanita akan saling melengkapinya.

    Demikian semoga bermanfaat dan mohon maaf jika nasehat saya belum berkenan di hati adhe. Apabila adhe lain waktu siap, ingin rasanya membukukan kisah hidup adhe dalam bentuk naskah semacam memoire😉 Tetap semangat dan jangan pernah berhenti untuk mencapai hidup lebih baik di jalan Allah. Amiin.

    Wassalam
    Sinyo

  10. Thank’s Sinyo ?
    Aku juga suka menulis, karena aku lebih suka bahasa tulis, tapi kebanyakan puisi, prosa belum begitu mahir.

    Sebenarnya aku juga ingin menulis ttg hidupku, tapi belum mampu.
    Senang sekali ada se2orang yang berminat menulisnya, tapi aku tak ingin semua mengetahui identitasku dan keluargaku.

    O…z, soal aku dan laki2 itu, banyak orang mengatakan kami idealis, soalnya pandangan kami sering bertentangan dengan mayoritas orang.kata se2orang pernah bilang, umurku 10th lebih maju dari teman sebayaku, sehingga jika harus bicara serius aku lebih cocok bukan dengan sebaya. makanya kami cocok, nyambung.
    iya… makanya aku akan membenahi dan berfikir lebih matang dahulu sebelu melangkah lebih jauh.
    sekali lagi,
    thank’s sinyo.

    Komentar Sinyo
    Sinyo hanya dapat berdoa, semoga dhe Lily menemukan jalan yang terang benderang, nyaman dan tentram menjalankan hidup ini dan kelak dapat memasuki tempat yang indah di akherat, amiin. Tetap semangat berjuang dalam kebaikan😉

  11. Amiiiiin.

  12. om, sekali lagi makasi, masukannya berguna banget. tapi ternyata, saya jadi gini tuh bukan tanpa alasan. dan semakin saya menyadari apa sebabnya, apa yang dulu pernah terjadi, saya semakin bingung, dan semakin terasa menyakitkan. saya takut ujungnya saya hilang akal.
    apa saya harus konsultasi ke psikolog, atau ada cara lain. teman-teman saya sudah saya jadikaan tempat curhat, tapi itu masih belum cukup. sepertinya ada yang kurang.

    makasi om

    Komentar Sinyo
    Dhe freakee….salam hangat
    1. Tetep shabar ya, Allah tidak pernah memberi cobaan kecuali sebatas kemampuan kita.
    2. Sedih atau bahagia, masalah selalu ada. Hadapi saja masalah/tantangan itu secara bahagia, rugilah kalau bersedih karena tetep ada kan masalahnya hehehehe.
    3. Tetap semangat, masih banyak orang yang lebih ‘memperihatinkan’ dari adhe, bersyukur dan tatap saja masa depan😉

    Ciaoooooooooo………..;)

  13. Ammiinn

  14. aku trauma, tp sama tikus, padahal dulu waktu aku masih balita, aku suka mainan anak tikus, tp pas aku smp, kucingku sering nyari tikus dan memakannya. kadang di makan habis, kadang sisa nya ada di atas ranjangku. pagi2 aku histeris ada kepala tikus di sampinku waktu aku bangun, sampe sekarang kalo liat tikus langsung jerit2 sampe org2 sekelilingku kaget. gmn ya cara mengatasinya? apa aku harus mainan tikus agar traumaku hilang… ?

    • Mbak wem sudah pernah konsultasi ke psikolog atau ahli terapi hipnotis? Mereka akan sangat membantu banyak, sebenarnya latihan sendiri bisa tetapi mungkin butuh waktu lama karena sebagai manusia kita tetap membutuhkan bantuan dorongan dari orang lain. Semangat ayo lawan tikus-tikus🙂

  15. Assalamu’alaikum, Wr., Wb.,

    Malem, Sinyo, apa kabar?

    Pertama sekali saya mau ucapin makasih buat Sinyo yang udah ngasi saya semangat untuk tidak putus asa menjalani hidup sesuai dengan fitrah saya sebagai lelaki.

    Sinyo, saya nemu situs yang ngasi tau cara buat nyembuhin ssa sama homoseks, situsnya samesexattraction.org, disitu dikasi cara2 nya, buat orang2 yg mau bener2 sembuh-yah, dengan bantuan dari . yah meski dalam bahasa inggris dan kebanyakan yang mereka ambil ayat2 dari injil, tapi saya ngga liat ke ayat2 injil nya saya liat ke isi dari penjelasan nya. yang saya sayangkan, di dalam islam, belum ada lembaga resmi, ataupun apalah yang menyediakan sarana buat menolong orang2 seperti saya,. karena saya tau saya ga sendirian, dan saya tau mereka mungkin memiliki ketakutan dan keragu-raguan yang sangat untuk dapat mengungkapkan apa isi hati mereka.

    dari sini saya mengerti bahwa hidup ini memang begitu indah, apalagi bila kita bersyukur atas apa yang kita miliki saat ini, dan berusaha memperbaiki hidup menjadi lebih baik lagi.

    sekali lagi, saya ucapin makasi Sinyo, atas segala perhatian dan do’a nya. Semoga Alloh SWT membalas kebaikan Sinyo dengan balasan yang lebih besar lagi.

    Wassalam, Wr., Wb.,

    Feakree.

    • Wa’alaikumussalam wr.wb mas Fikri

      Terima kasih atas masukannya mas, iya banyak di Eropa atau Amerika yang mendukung orang SSA untuk dapat menjalani hidup dengan baik tanpa harus melakukan tindakan homoseksual. Ini salah satunya mas http://www.narth.com , selain ilmiah dia juga tidak mengusung agama. Jadi benar-benar ilmiah.
      Tetap semangat ya mas Fikri ^_^

      Wassalam
      Nyo

  16. Assalamualaikum wr wb.
    Maaf, bisa menunjukkan situs lain untuk trauma karena penyiksaan bertahun-tahun sejak kecil?
    Terima kasih


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: