Posted by: sinyoegie | September 22, 2008

Kayu Agung, Idul Fitri di Sana

Tgll 22 September 2008, memasuki puasa hari ke 22 Ramadhan 1429 H. Sebentar lagi Idul Fitri, Sinyo jadi teringat dengan kota Kayu Agung di Sumatra Selatan. Dua kali Sinyo Idul Fitri di sana, banyak tradisi unik yang sebetulnya jika disentuh oleh Pemerintah setempat dapat menjadi daya tarik yang lumayan besar untuk promo kota Kayu Agung. Sambil menunggu para petinggi tergerak untuk memajukan budaya setempat itu, mari kita kuak apa saja sih yang ada di sana saat Idul Fitri.

Asab tebal karena kebakaran hutan, lahan pertanian dan rawa-rawa adalah penghalang terbesar maraknya Idul Fitri di kayu Agung dan sebagaian besar kota di Sumatra. Tapi jangan khawatir itu hanya terjadi saat Idul Fitri jatuh pada musim kemarau. Jika asab tidak ada maka mendatangi kota ini saat Idul Fitri tiba, cukup menarik dijadikan sebagai obyek wisata kala liburan panjang. Beberapa hal menarik adalah:

1. Tradisi Midang (sumber informasi ibu Chica dan Aik SMK PGRI KAG)

Tradisi yang mungkin hanya ada di kota Kayu Agung (Jika ada di kota lain maka tidak terjadi pada hari Idul Fitri). Tradisi ini pada awal mulanya adalah untuk mempertemukan kaum muda dan mudi agar menemukan jodohnya. Konon dahulu kala sebelum ada masa “pacaran” para muda dan mudi di kota Kayu Agung dilarang bertemu muka (karena bisa menimbulkan bahaya syahwat dan zina). Sehingga untuk mencari jodoh maka setahun sekali pada perayaan Idul Fitri mereka dipertemukan lewat pawai keliling antar kampung. Tentu saja kita dapat saling melihat, mengenal dan menyapa yang dilanjutkan dengan pinangan serta nikah tentunya.

Jaman berubah dan berganti, setelah muda mudi dapat saling bertemu dengan bebas maka tradisi ini dipertahankan dengan mangarak para generasi muda pawai membawakan pakaian adat setempat yang cukup unik. Perlu diketahui ajang inipun juga masih digunakan untuk mencari jodoh walau hitungan persen sangat kecil. Tidak hanya pawai pakain adat, tarian dan musik biasanya juga menyertai pawai acara Midang ini. Acara diadakan pada idul Fitri hari ke 2 sampai 4, pawai antar kampung dilaksanakan secara bergantian (ada juga yang bersamaan).

Dengan perubahan generasi terkini acara ini juga mulai terancam tidak hadir karena semakin sedikit generasi muda yang mau terlibat, kemungkinan terbesar adalah peserta yang ikut semakin muda (dibawah umur 15 tahun) karena mereka memang masih senang dengan acara semacam itu. Anak muda dengan umur lebih dari 15 tahun cenderung enggan mengikutinya (kecuali dipaksa ye hehehehehe).

Tradisi Midang ini selalui diikuti dengan tontonan kapal cepat atau speed boat. Kita dapat menyewa banyak speed boat yang datang khusus ke kota Kayu Agung untuk “berjalan-jelan” wisata menyusuri sungai Komering (nech sumber ikan untuk pem-pek hehhehe) sepanjang kota kayu agung. Para perantau yang pulang kampung akan kumpul-kumpul dan hampir semua warga akan berjejer di sepanjang sungai. Terutama para muda mudi, tempat favorit mereka adalah jembatan utama sungai Komering, taman Kota dan taman Segitiga Emas. Waktu Sinyo masih di sana, pengelolaan sewa-menyewa speed boat kurang bagus. Harusnya ada panitia khusus yang menangi sehingga dapat dijadikan paket tambahan lain tidak hanya speed boat (misalnya lomba mancing, lomba gebug air dll).

2. Tradisi Hantaran Rantang

Di daerah lain negara Indonesia, hantar-menghantar makanan idul Fitri memang sudah manjadi tradisi tersendiri, namun di Kayu Agung cukup unik cara hantar-menghantar makanan ini. Biasanya satu keluarga akan mengunjungi keluarga lain yang lebih tua dengan membawa rantang berisi aneka makanan, snack, kue, minuman dll (Ingat saat berkunjung Idul Fitri, bukan pada waktu yang lain). Nah uniknya tuh semua barang-barang hantaran, akan dibalas kembali oleh sang tuan rumah. Rantang-rantang yang telah kosong akan diisi oleh berbagai macam aneka makanan dan kue yang hampir sama. Hihihiii…lah tukar menukar dah jadinya walah….;p

3. Bolu Susu (Lapis Legit Susu)

Ini dia makanan khas hampir di sepanjang deretan Sumatra Selatan termasuk Kayu Agung saat Idul Fitri atau Idul Adha, yaitu kue lapis legit yang unik. Bahan-bahan sama dengan lapis legit biasa namun bayangkan saja telurnya sampai sekitar 20-40 buah (iks kasihan ayamnya…). Harga bisa diprediksi sendiri bakal selangit. Membuatnya pun lama, karena dipanggang secara manul maka butuh waktu minimal dua jam untuk memanggangnya saja (capak dah x_x). Tapi jangan heran kalau sudah kelar akan menjadi rebutan karena rasanya selain legit juga berminyak gurih seperti susu (yang berhubungan dengan susu emang gurihhhhhhhhh). Asli tanpa bahan pengawet maka kue ini tidak akan bertahan lama (emang isa bertahan lama… lah habisnya cepat hehe). kue ini wajib dicicipi jika kita berkunjung ke Kayu Agung atau kota lain sepanjang Sumatra Selatan.

Nah sekarang tinggal menunggu pemerintah bagaimana mengembangkan tradisi dan budaya di Kayu Agung agar lebih maju dan dikenal luas masayarakat. Secara fisik kemajuan kota ini sudah mulai nampak, namun tradisi baik yang ada jangan sampai hllang tergerus zaman. Semoga kelak saat Sinyo main ke sana hal-hal baik dapat bertambah banyak amiin.

I miss pem-pek, lapis legit susu, ingkok, dan temen-temen baik di sana😉 love u all 4ever.

CATATAN: Sumber berita lain tentang Midang: KLIK DI SINI


Responses

  1. Baca ini semua,… Bikin aku rindu,,,
    Maklum udah 3 idul fitri aku ndak pulang ke Kayuagung,..
    Tapi tahun ini Insya Allah Mudikk… Aku siap mencicipi bolu susu dan pempek buatan ibuku yang paling enak sedunia (weleh-weleh)

    Komentar Sinyo
    tahan amat dhe tiga tahun kagak pulang, hmm dhe Chandra (Chandra Motor) setahun bisa pulang dua kali hihihihi…biasa anak mami ;p . Hm…. bikin kepingin saja nech bilang pempek sama bolu susu..nyam-nyam (masih puasa nech…) Hati-hati di jalan ya dhe😉

  2. uehehehhe…

    siip…

    luv kayuagung dee…

  3. mantab abiZz…

  4. Bolu Susu…. MAKSUBAH tuh namanya…. emang enak banget..hehehe

  5. Salam kenal buat Sinyo..maaf sblummnya saya salah satu murid bapak waktu bapak mengajar di SMUN 3 Unggulan,,saya ingat bapak Mengajarkan kami Bahasa Prancis….Benar banyak hal yang menarik di kayu agung jika sudah memasuki idul fitri ada midang,,ada hiburan di pinggir sungainya pokok nya mantap deh buat Kayu agung

    Komentar Sinyo
    Salam Sukses selalu ya😉

  6. Dengan hormat.

    salam perkenalan dari aku (onyak jime kayuagung tepatnya jua-jua/korte)

    memang tradisi yang ado di kayuagung sangat khas tapi belum banyak dipublikasikan, justru yang banyak beredar bahwa kayuagung terkenal dengan dutanya, jadi mohon kepada kita2 untuk memperkenalkan kayuagung kepada seluruh publik tentang hal2 yang positif

    makasih

    Komentar Sinyo
    Salam kenal bang, hehe dari Jua-jua ya, banyak murid Sinyo dulu dari Jua-jua.

  7. makasih pak, mau tanya pak sinyo guru disekolah SMA atau SMP, saya juga alumni sma1 tahun 1983

    wasalam

    Komentar Sinyo
    Wa’alaikum salam wr wb

    Saya mengajar di SMA BI 4 (kelas I dan II), SMAN 3 (Kelas I dan II), SMK PGRI KAG (Kelas I dan II) serta SDN (lupa namanya deket pasar lama seberang kantor telkom) kelas VI (dua kelas). Mengajar Bhs. Inggris dan Perancis.

  8. Thank ceritanya bang sinyo…jadi ingat waktu mudik kemaren neh….he..he…

    Terus terang saya uda sering ikut midang, tapi g’ tau filosofinya, yang ternyata sebagai ajang cari jodoh pada zaman dulu…dapat informasi dari mana bang? punya referensi sejarah kayuagung g?

    mau nambahin neh…
    ada lagi tradisi saat puasa dan lebaran idul fitri:

    1. Saat puasa

    A. TAT ANTATAN
    bagi pasangan yang baru menikah, memasuki bulan puasa ada tradisi yang dinamakan “TAT ANTATAN” dimana pihak yang baru menikah memberikan sesuatu berupa bahan2 makanan yang dimasukan kedalam “TANDUK” (sejenis wadah yang terbuat dari rotan dan dicat dengan ukiran yang unik) yang isinya dapat berupa susu, gandum, gula, SUGUS (terkenalnya gitu kalo di Kayuagung), dan lain-lain, yang tujuannya menjalin silaturahmi baik dengan keluarga maupun tetangga dekat. bagi pihak yang diberi TANDUK juga akan membalas isi TANDUK tersebut dengan bahan makanan juga, seperti beras, kelapa, dan lain-lain…unik kan???

    B. MIYAH MALAMAN
    tradisi ini biasanya berlangsung pada saat malam 21, 23,…atau malam ganjil pada bulan puasa yang oleh orang kayuagung disebut MALAMAN…MIYAH MALAMAN sendiri merupakan bagian dari MALAMAN. pada malam MALAMAN orang2 biasanya menyalakan lilin di depan rumah ya denger2 katanya biar bisa liat lailatulqadar, yang memang sebenarnya g mungkin…..(hee..he..). nah untuk yang masih bujangan (kalo di kayuagung istilahnya MUANAI) biasanya MANJOU (berkunjung) ke rumah perempuan (SOBAI) yang dia suka dengan membawa PORCUN (Mercon) dan makanan..biasanya mereka akan menyalakan mercon bersama temen2 mereka…serukan.. nah tradisi inilah yang disebut MIYAH MALAMAN…namun sayang ini tradisi ini uda mulai hilang…

    to be continue…
    coming soon –> BEKADU, SARAH….

    Komentar Sinyo
    Sinyo tahu ya dari masyarakat KAG sendiri, tanya sana-sini gitu. Dua tradisi di atas juga Sinyo jumpai waktu di sana. Malah beberapa lilin dikasih hiasan kayak lampion China. Cocok dengan suasana KAG yang sering mati listrik qiqiqiqiqiqiq…. ;p .

    Itu loh dhe yang gak nguatin, kalau nikah semua barang hantaran atau bawaan dipajang di depan rumah pengantin…walah..lah kalau yang nikah milyader bisa bermacam-macam barang dan berderat memanjang sampai beberapa kilo heheheheh….😉

  9. Seminggu ujian telah berlalu…stess uda mulai jadi tenang lagi dan disempatin buat nulis lagi….

    mau nambahin komentar di atas neh:

    BERKADU
    bekadu kalo diterjemahin kedalam bahasa Indonesia adalah memberikan hadiah….tapi dalam adat kayuagung bekadu adalah sejumlah bahan makanan yang diberikan muanai (remaja putra) kepada mouli (remaja putri) yang ia sukai (ya semacam pacaran gitu deh) saat menjelang idul fitri….hal ini bertujuan untuk mempererat hubungan mereka…dan biasanya abis lebaran pada nikah deh….

    SARAH
    banyak sekali agenda yang harus dijalani oleh remaja yang baru menikah sebelum puasa atau beberapa bulan sebelumnya….salah satunya adalah SARAH…kegiatan ini biasanya dilakukan pada saat lebaran pertama, yaitu pengantin baru didampingi sanak keluarga untuk berkunjung ke kerabat mereka…dengan membawa tingkat (sejenis wadah makanan)..yang unik adalah pengantin baru tersebut berpakaian adat…….

    sebenarnya banyak lagi adat yang sangat unik yang ada di kayuagung yang bisa dikembangkan sebagai penarik wisatawan, seperti adat pernikahan yang unik, adat pesta yang unik, musik yang unik…dan banyak lagi hal2 yang un ik lagi….tapi entar deh gua tulis lagi males banget neh soalnya….thanks

    Komentar Sinyo
    Terima kasih dhe atas masukannya😉 banyak yang belum Sinyo kethaui ternyata hehe ;p

  10. assalamu’alaiukm wr.wb
    salam kenal mas sinyo.

    boleh juga tuh bagi-bagi resepnya. kalau ke sana lagi, ajak-ajak saya yach……
    ok juga tuh budaya dan kulinernya diliput jadi buku masak.

    kapan ke sana lagi?
    aku tunggu khabarnya.
    trimkasih.

    dari penulis buku masak yang lagi mau aktif nulis lagi. setelah tiga tahun istirahat, mondok berobat alternatif. doa in yach biar cepat sembuh.

    Komentar Sinyo

    Assalamu’alaikum

    Hmm Sinyo belum ada dana dhe, nenek sih di sana tapi hehehehe waktu sibuk terus. Masakan di sana khas juga, cuma ya saya tidak hapal nama-namanya (kebanyakan dari ikan sungai).

    Insyaa Allah kalau ada waktu dan dana tentunya bisa kita ke sana. Semoga cepat sembuh😉

    Wassalam
    Sinyo

  11. yuuuu
    Q senang dengan cerita anda

    Komentar Sinyo😉

  12. ass..
    onyak je asli jime owam..
    onyak je ngiam nyak komune gale..

    Komentar Sinyo

    Assalamu’alaikum dhe Dhony…

    Salam kenal, gohgoh, onyak juge ngiam komu segale..😉

  13. hidupkan budaya kayuagund

    Komentar Sinyo

    Sinyo kangen nian dengan KAG… ^_^ Salam buat semuanya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: