Posted by: sinyoegie | September 24, 2008

Kami Tidak Butuh Beras…

Beras merupakan makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia. Beberapa wilayah di negara ini terdapat penduduk yang mengkomsumsi bahan pangan pokok selain beras yaitu sagu, jagung, ketela (ubi/singkong) dll. Pengaruh terbesar timbulnya perbedaan tersebut adalah karena keadaan alam atau lingkungan serta geografis suatu daerah atau wilayah. Maksud hati ingin makan nasi (beras) akan tetapi apa daya karena tanah lingkungan tidak memungkinkan terpaksa menikmati singkong, sagu, jagung atau yang lain.

Ketika Sinyo masih duduk di bangku kuliahan, dapat tugas KKN (Kuliah Kerja Nyata) di daerah Panggang Gunung Kidul. Sebagian besar Gunung Kidul gersang dan kering sehingga saat musim kemarau susah untuk mendapatkan air bersih, jangankan untuk mandi buat minum saja sulit. Alhamdulillah Sinyo ditempatkan KKN di sana pada musim penghujan sehingga masih cukup “sejuk” karena hampir setiap hari diguyur hujan.

Salah satu tugas KKN waktu itu adalah memberi bantuan bagi warga sekitar dari uang kumpulan kelompok serta para donatur. Setelah uang terkumpul agak banyak maka rekan-rekan saling berdiskusi untuk memberikan bantuan berupa bahan pokok makanan seperti beras, mie instant, minyak goreng atau yang lain.

Sebelum dibelikan bahan-bahan pokok yang diinginkan kami konsultasi dahulu kepada kepala dusun atau pamong sekitar kira-kira siapa warga yang layak dibantu. Setelah panjang lebar mendapat penjelasan akhirnya kami ditanya oleh mereka perkiraan macam bantuan yang akan diberikan. Setelah kami menyebutkan bahwa team KKN akan memberikan bantuan berupa bahan pokok makanan mereka tersenyum dan jika dibolehkan mereka usul agar hal yang lain saja. Kenapa para aparat dusun tersebut menolak beras, mie instant dan yang sejenis, alasannya adalah sebagai berikut:

1. Mereka sudah terbiasa makan singkong rebus atau yang sudah diolah sedemikian rupa menjadi bahan pakan pokok. Singkong sangat baik untuk “mengganjal” perut daripada nasi, sehingga mereka (para warga yang biasa bertahi di bukit-bukit Gunung Kidul) tahan lapar sampai lama. Jika mengkomsumsi nasi (beras) maka perut akan mudah lapar.

2. Jika memang bantuan berupa beras, mie instant atau minyak goreng maka mereka masih harus mencari lauk, sayuran dll. Sehingga pengeluaran akan bertambah, padahal sangat dihindari hal tersebut. Lain halnya dengan Sinkong, cukup bermodalkan air, api dan tempat merebus sudah jadi dah untuk disantap, jelas sangat hemat.

Setelah menerima masukan tersebut maka kami berdiskusi bantuan apa sebaiknya yang akan diberikan untuk warga, akhirnya sepakat semen, batu koral, pasir dan beberapa material bangunan lainnya yang sangat dibutuhkan untuk membuat lantai permanen non tanah pada salah stau warga yang belum mampu.

Menjadi pertanyaan diri kita adalah, sudahkan tubuh dan jiwa ini diberikan kebutuhan yang sesuai? Mari kita evaluasi diri kita:

1. Apa Kegiatan dan pekerjaan bermanfaat yang dilakukan setiap hari?

2. Sudahkan makanan yang masuk dalam diri kita halal dan baik?

3. Apakah ibadah dan dzikir sebagai penyejuk iman rutin kita jalankan sesuai aturan Rasul?

4. Terjagakah mata, mulut dan seluruh anggota tubuh serta jiwa dari kesia-siaan?

Mungkin masih banyak pertanyaan yang dapat kita ajukan tentang keadaan diri ini. Bisa jadi terlalu banyak hal yang beracun telah kita patrikan dalam tubuh dan jiwa kita. Jangan heran apabila kita masih sering emosi (dalam hal ini marah-marah), mudah stress, tidak dapat menyelsaikan masalah dls karena sebenarnya kita telah salah memasukkan berbagai macam “bahan” yang bukan semestinya dalam tubuh dan jiwa kita.

Sesuangguhnya sangat beruntunglah orang yang membersihkan jiwa dan raganya, dengan memberi kebutuhan yang sesuai dengan “fitrah” tubuh secara fisik serta jiwa. Semoga kita termasuk di dalamnya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: