Posted by: sinyoegie | October 29, 2008

Mengejar Laron

Pagi kemarin, hari Selasa tgl 28 Oktober 2008 Sinyo seperti biasa membersihkan jalan depan rumah yang penuh dengan daun-daun berguguran. Kali ini agak susah karena malam atau dini hari terjadi hujan sehingga daun enggan melepaskan cengkeramannya, maka terpaksa Sinyo keluar tenaga ekstra untuk menggerakkan sapu lidi supaya para daun mau masuk dalam bak sampah.

Maha Suci Allah, dekat dengan rimbunnya batang bambu muncul ratusan laron yang berlomba-lomba keluar dari sarangnya entah menuju ke arah mana karena hari sudah lumayan terang. Berbeda jika mereka keluar pada malam hari, tujuan terbang jelas ke arah sinar lampu, semakin terang sebuah lampu maka bertambah banyak laron yang berebut mendekatinya. Ada yang belum tahu laron?

Laron adalah bagian metamorfosa hemimetabola dalam dunia rayap yang mempunyai banyak kelas atau kasta. Laron hanya salah satu bentuk dewasa dari rayap, masih ada beberapa bentuk dewasa lain tergantung dari kasta/kelas yang ada. Laron bentuknya imut, bersayap empat dan hanya sebentar mereka terbang karena setelah menemukan pasangannya mereka akan memasuki fase kelas reproduktif. Musuh abadi rayap selain manusia adalah semut.

Sinyo teringat dhe Ahza (putra Sinyo) yang sedang tertidur lelap, tidak mau kehilangan moment “indah” munculnya para laron Sinyo bangunkan dia dengan setengah memaksa (hehe maaf ya dhe, Abi membangunkan tidur lelapmu, tapi suka kan lihat laron?). Kami berdua berusaha menangkap laron tapi susahnya minta ampun, lucunya tidak jauh dari kami berdiri dan melihat laron keluar dari sarangnya ada dua ekor kucing serta dua ekor ayam (tampaknya betina) yang masih muda, juga berusaha mengejar laron yang berterbangan secara liar.

Motivasi kucing kayaknya hanya untuk bermain-main dengan laron-laron yang menggemaskan bagi mereka. Sementara pihak ayam tampaknya antusias mengejar laron karena pagi-pagi belum sarapan sehingga harus berburu makanan. Fokus Sinyo lebih kepada kedua ayam, mereka tuh lucu sekali setiap hampir mendekati sumber sarang laron yang berjibun selalu tergoda oleh satu atau dua laron yang terbang di sekitarnya. Sehingga semakin jauh dari pusat sarang laron (padahal kalau sudah mencapai pusat sarang laron tinggal panen dah mematuk di tanah tidak perlu loncat-loncat segala).

Ah…Sinyo jadi berpikir dua hal:

1. Jika saja manusia mau berusaha bekerja dengan selalu mempelajari secara maksimal setiap peluang menuju ke arah “sumber” tentang apapun yang sedang dikerjakan tentu mereka akan mendapatkan hasil yang jauh lebih banyak daripada hanya mengejar peluang satu atau dua yang lewat di dekat kita. jadi jangan heran jika sampai saat ini apa yang kita dapatkan belum maksimal karena kita selalu tergoda untuk mengejar peluang yang terbatas.

2. Khusus para muslimin, sering kita tergoda dengan indahnya keduniaan. Padahal apabila kita mendekati Allah Sang Pencipta keindahan-keindahan tersebut maka kita tinggal memilih banyak ragam keindahan yang disediakan oleh Allah. Kita sibuk berusaha mengejar-ngejar mainan yang bertebaran di sana-sini sementara kita lupa bahwa semua mainan itu selalu ada sumber yang kalau kita mau mendatanginya maka akan diberi mainan yang cocok dengan keadaan kita.

Haripun sudah semakin siang, Sinyo melanjutkan bersih-bersih dengan ditemani dhe Ahza, sembil sesekali melihat para laron yang sudah menanggalkan sayapnya sedang diserang sekawanan semut atau sedang berduaan mencari celah baru untuk membangun komunitas rayap berikutnya.


Responses

  1. memang kadang kita lupa,bahwa disekitar kita banyak sekali keindahan,tapi kita sering kali mengabaikannya

    Komentar Sinyo

    Saat dia hilang baru terasa, begitu ya bang Teguh …?šŸ˜‰


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: