Posted by: sinyoegie | October 31, 2008

Cari Solusi Kebakaran Pasar

Sudah biasa kita melihat atau mendengar berita tentang kebakaran sebuah pasar di kota tertentu. Banyak sekali desas-desus dan berita miring bahwa terjadinya kebakaran memang disengaja oleh oknum-oknum tertentu yang ingin mengambil keuntungan. Rumor akan tetap ada selama tidak ada bukti sehingga berubah menjadi fakta dan kenyataan yang ada, sekuat apapun analisa kita kemukakan selama tidak ada bukti maka hanya menjadi buah bibir belaka. Ada satu hal yang mungkin terlewatkan oleh kita semua, yaitu sibuk mengurus “siapa atau apa” penyebab terjadinya kebakaran pasar, namun lupa untuk mencari solusinya setelahnya.

Apapun penyebab terjadinya kebarakan pasar (entah disengaja atau tidak) maka tindakan real yang sangat perlu diambil adalah bagimana membangun pasar selanjutnya agar tidak mudah terbakar (baik disengaja atau tidak). Kebanyakan pasar yang terbakar adalah sistem satu gedung atau kalaupun dalam satu area maka masing-masing kios dan toko terhubung dengan terpal atau bahan lainnya sehingga tetap merepukan satu bangunan walaupun tidak secara langsung.

Jika memang pemerintah dan rakyat benar-benar ingin meminimalisasi terjadinya kebakaran suatu pasar maka seharusnya bukan hanya emosi saling tuduh sebab-musabab dan upaya pendirian pasar (entah bangunan atau letak), namun lebih penting bagaimana agar sistem yang dibangun selanjutnya dapat mencegah terjadinya kebakaran pasar kembali.

Banyak contoh di negara maju, pasar tradisonal atau modern tetap berjalan dengan baik tanpa ketakutan akan terjadinya kebakaran pasar. Kalaupun terjadi antisipasinya sudah lengkap dan siap sehingga mudah dijinakkan.

Percuma rame-rame dan sewot berebut proyek pembangunan pasar dan saling telikung untuk mendapatkan tempat berjualan yang baru namun sistem yang dibangun masih sama bahkan mungkin jauh lebih buruk. Salah satu kelemahan bangsa ini adalah, mudah puas dengan keadaan yang sekarang tanpa memikirkan jauh kedepan dengan melihat peristiwa yang sudah lalu (sejarah). Mungkin sudah ada upaya tersebut namun keputusan tertinggi tetap pada pemerintah sebagai petinggi dan seharusnya hal ini tidak menjadi masalah jika dibiarkan secara baik dan masuk logika.

Entah sampai kapan kita akan menyaksikan banyak pasar terbakar dan yang tersisa hanya tangisan para pedagang serta mungkin terdapat sebagian orang yang bahkan ikut tertawa dan puas dengan kebakaran tersebut. Hanya Allah Yang maha Mengetahui.


Responses

  1. makanya harus pakai camera
    untuk menangkap pelaku
    setiap mau peremajaan pasar dibakar

    Komentar Sinyo

    Diberi cctv begitu ya? Lah ntar (kelau memang disengaja oleh oknum tertentu) dia bisa lebih canggih, kamerana dibakar dulu atau gimana getu..hehehehe

  2. hehe,..
    Rejowinangun terbakar kemarin juga ada indikasi sabotase ya?

    mana katanya proyek walikota lagi?
    gosip?

    Komentar Sinyo

    Bunda Sinyo punya langganan bahan-bahan jahitan di pasar dalam, namanya cik Fang dan cik Lan. Mereka bercerita kalau memang sejak dua tahun lalu sudah direncanakan akan renovasi namun banyak pedagang yang menolak.

    Pada saat kejadian, billing kami (namanya bu Umi pulang ke arah Karet), katanya melihat mobil pemadam kebakaran (kalau tidak salah ingat dua buah) sedang mengisi air. Entah kebetulan atau sudah dipersiapkan yang jelas waktu itu masih sekitar jam 16.30-an (Pasar terbakar jam 18.00-an).

    Anehnya lagi, kenapa pasar terbakar selalu malam hari (dini hari), atau menjelang malam hari jarang sekali pasar terbakar siang hari bolong…;)

    Tidak ada bukti apapun, karena semuanya hanya indikasi yang dapat kita hubung-hubungkan, tapi bagaimana yang sebenarnya, semoga kelak Allah membukanya, tidak di sini di akhiratpun jadilah.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: