Posted by: sinyoegie | November 6, 2008

Berjalan di Tempat

Jika masih ingat dengan pelajaran baris-berbaris maka perintah “jalan di tempat” biasa digunakan untuk persiapan melakukan gerakan lain atau permulaan. Bermanfaat agar barisan yang sudah rapi dan teratur tidak “kaget” ketika sudah melakukan perjalanan atau “show”.

Sinyo mempunyai kenalan, namanya Ibu Lani. Kami kenal karena beliau salah satu pelanggan di tempat Sinyo kerja. Kadangkala meminta bantuan tentang koneksi internet yang trouble atau cara menerima dan mengirim mail serta ngobrol-ngobrol soal kehidupan walau mungkin hanya sebatas basa-basi sambil menunggu service selesai. Terakhir bertemu dengan ibu Lani ternyata sekarang sudah berbeda dengan 2 atau 3 tahun yang lalu, apakah sebabnya?

Ya, 2 atau 3 tahun yang lalu ibu Lani sama dengan Sinyo, hanya seorang karyawan di salah satu perusahaan swasta, begitupula dengan Sinyo. Suatu hari beliau mendapatkan tawaran dari kenalan (orang Jepang) untuk mencarikan sisik ikan untuk digunakan sebagai bahan baku kosmetika. Karena sama sekali buta mengenai hal tersebut, ibu Lani meminta bantuan Sinyo (waktu itu menjadi customer support sekaligus nyambi op di warnet yang sedang dirintis oleh bos) guna mencarikan hal-hal berkenaan dengan sisik ikan. Alhamdulillah dapat lumayan banyak, beliau cukup membayar link internet saja. Beberapa kali latihan dan sudah cukup mahir ber-internet ria, akhirnya ibu Lani bergabung dengan isp tempat Sinyo bekerja untuk membuka account mail sekaligus setting mail di laptop jadul jaman bahulak.

Seringnya meminta bantuan, Sinyo jadi tahu kalau dia sedang merintis usaha pengiriman sisik ikan ke Jepang. Dimulai dari kecil-kecilan sampai sekarang malah kuwalahan menerima order. Sebulan Ibu Lani hanya sanggup mengirim satu kontainer sisik ikan ke Jepang. Kerjaan lama ditinggalkan dan sekarang sudah sukses menjadi pengusaha sisik ikan. Kemarin waktu dia bercerita, karyawan tambah banyak dengan gaji lumayan, sudah bisa membeli tanah untuk calon tempat pengolahan (saat ini masih menyewa dua gedung sebagai tempat pengolahan) plus jalan-jalan ke lain daerah “hunting” sisik ikan (Kalimantan, Bali dll).

Tampaknya bu Lani benar-benar melakukan jalan di tempat untuk mempersiapan gerakan selanjutnya sehingga sampai pada “show” yang sebenarnya. Sementara Sinyo dan mungkin sebagian pembaca, masih berjalan di tempat melulu tanpa mau melakukan gerakan berikutnya. Bukan hanya capek fisik tentu mental juga. Ngerinya jika penonton yang akan melihat “show” baris-berbaris menjadi semakin gemas dan bosan sehingga bisa jadi akan meninggalkan kita, selamanya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: