Posted by: sinyoegie | November 13, 2008

Tulang Rusuk Sekaligus Tulang Punggung

Istilah “tulang rusuk” identik dengan wanita, ya karena dalam sebab musabab kejadian wanita menurut hampir semua keyakinan agama wanita diciptakan dari tulang rusak laki-laki. Sedangkan istilah “tulang punggung” sering digunakan untuk menyatakan seseorang yang menjadi “aktor” utama perekonomian sebuah keluarga atau jika dalam satu team maka dia adalah penyangga utamanya.

Idealnya dalam sebuah rumah tangga, laki-laki (suami/bapak) adalah tulang punggung keluarga, sedangkan kalau wanita (istri/ibu) jika ingin mencari uang hanyalah untuk tambahan semata. Namun mungkin jaman sudah berbalik, fenomena para wanita menjadi tulang punggung keluarga. Ke manakah para laki-laki?………..

Kita dapat melihat gejala-gejala tersebut dengan melihat beberapa hal sebagai berikut ini:

  1. Kebanyakan para TKI, adalah TKW (tenaga kerja wanita). Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi kalau para wanita pemburu dollar tersebut menjadi tulang punggung di masing-masing keluarganya. banyak yang meninggal karena sakit, dibunuh, diperkosa, atau bunuh diri. Tidak sedikit yang teraniaya oleh majikannya. Sementara para laki-laki (entah suami atau bapak mereka) di rumah menjaga anak-anak, ada yang berusaha membuka wirausaha namun sebagian juga asik selingkuh atau menghamburkan uang yang dikirim dari kerja keras para wanita tersebut.
  2. Para artis, tidak sedikit yang bercerai gara-gara sang suami memiliki penghasilan yang tidak sepadan dengan yang didapatkan istri.
  3. Sejak kecil Sinyo sering mengamati para pekerja yang akan berangkat tugas lewat depan rumah, kebanyakan adalah wanita , begitu juga kita dapat melihat para pekerja di sawah , perusahaan atau PT, pasar, warnet, toko-toko dll, maka Kebanyakan dari mereka adalah wanita. Bahkan, pembantu bersih-bersih yang bekerja di rumah Sinyo pun wanita yang menghidupi suami dan anaknya, sementara sang suami sibuk nongkrong di rumah, walah.

Entah apakah karena jumlah wanita lebih banyak (walau tidak terpaut jauh), atau karena hal-hal teknis lainnya (seperti gaji lebih murah, tidak banyak tuntutan, mudah dikendalikan dll) yang jelas kebanyakan dari mereka menjadi tulang punggung rumah tangga. Sementara laki-laki entah pergi ke mana? Hal yang sudah pasti, di berita-berita kriminal (dalam bentuk apapun) kebanyakan adalah para lelaki, kenapa?


Responses

  1. Inikah tanda-tanda kiamat sudah dekat???

    Komentar Sinyo

    Heeh kali ya ….? ihiks….Mohon ampun ya Allah.

  2. yang dari kulon progo Magelang itu juga banyak mba2 yg ke kota,..

    lewat depan rumah..

    ndak salah juga kan, selama wanita bisa menjaga diri dan tak lupa pada fitrahnya sebagai ibu,.

    Komentar Sinyo

    Iya, biasanya Sinyo jam 05.30 atau jam 06.00 bersihin jalan depan rumah, bukan hanya sedikit bawaan yang dipanggul di punggung. Bayangkan jika rata-rata mereka membawa sekitar 7 Kg dengan jarak tempuh 3 km maka ditotal selama setahun berapa tuh. Tidak heran jika kaki mereka pecah-pecah merekah (kebanyakan tidak memakai sandal), jangankan perawatan kaki di salon sendal saja gak punya (atau tidak dibawa).

    Kalau inget sama mbah “Meneng” sampai usia 80-an masih jualan ya, itu karena mereka menjadi sehat, kuat dan tegar.

    Semoga amal ibadah mereka diterima Allah SWT amiin.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: