Posted by: sinyoegie | November 24, 2008

Mahalkah Iga Bakar..?

Sebagai seorang karyawan kecil, setiap hari kita harus hemat dan cermat saat istirahat makan siang. Cermat mencari menu makan siang yang bersih, sehat dan enak tentunya serta hemat dalam kantong alias murah meriah. Kadangkala saat istirahat siang Sinyo makan di rumah (kalau kepepetzzz pas bokek pisan), bawa bekal (ini saran istri untuk berhemat), jajan (ini Sinyo benci sekaligus dirindukan karena jelas boros namun huenak…. bebas memilih macam-macam makan siang hehehehe) atau bahkan tidak makan sama sekali (saat puasa).

Jajan untuk makan siang memang menyenangkan, karena pas lapar dan kondisi mendukung (layanan jasa makanan banyak di depan kantor). Budget Sinyo antara Rp 5.000,-an maksimal, jika lagi kumat borosnya sampai Rp 8.000,-an. Itu sudah diomelin istri karena kalau bawa bekal dari rumah jelas berhemat lumayan banyak.

Pernah suatu hari habis rapat di Salatiga Sinyo diajak makan oleh atasan di salah satu resto terkenal di kota tersebut. Maksud hati ingin memilih yang biasa-biasa saja, namun malah dipersilahkan memesan menu yang walah mahalnya….;p

Ya, sebuah iga bakar seharga Rp 25.000,- (belum termasuk nasi dan minum). Sinyo asli makan dengan agak-agak setengah hati. Bagaimana tidak, saat makan teringat anak istri di rumah dan tentu saja terbayang orang-orang yang tidak berpunya (kira-kira mereka bisa tidak ya merasakan iga bakar juga suatu saat..?). Resto tersebut memang dikunjungi orang-orang berduit, bahkan saat Sinyo makan di situ juga ada salah satu pejabat kota Salatiga. Mungkin bagi mereka harga iga bakar atau mungkin yang di bawahnya sudah dianggap murah. Karena kata orang-orang kaya, harga makanan di resto terkenal bisa mencapai ratusan ribu rupiah (ambil contoh lobster). Sinyo melihat secara kasat mata saya belum pernah makanan semahal itu.

Jadi mahalkah iga bakar? Bagi Sinyo mungkin iya, tapi tidak untuk yang berpunya. Sinyo kadang merenung di rumah, bisa makan dengan nasi hangat, tempe bacem dan sambel trasi buatan bunda sudah sangat amat nikmat pakai sekali. Kalau dihitung mungkin biaya bahan baku dan masak tidak sampai Rp 6.000,-. Apalagi yang harganya ratusan ribu ya mungkin kalau kita memakannya sampai berkejap-kejap mata (bukan karena enak tapi bingung mikir mau membayarnya…hihihihiiiiii).

Buat saudaraku (se-iman, se-tanah air, dan se-se lainnya) di manapun berada, bersyukurlah atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Karena saat kita bisa bersyukur, itulah letak kenikmatan yang tiada tara dan bandingnya di dunia ini.


Responses

  1. Hiks…..Hemat Pangkal Kaya. Boros pangkal apa ya…..kadang sering ditemui orang boros..tapi tetap kaya……..tuh…hayo…trus siapa yg harus disalahkan jika rezeki diatas bumi ini dibagi dengan tidak merata????
    Ada org yg sangat jujur, beriman, baik, dan pekerja keras. Tapi tetap aja miskin dan hidup pas-pasan. Nah Loh????Komplen kesiapa???

    Komentar Sinyo

    Yang penting tetep bersyukur dhešŸ˜‰ mau kaya (walau belum pernah hehehehe) mau miskin (ihihihi…) bersyukur atas nikmat yang diberikan-Nya. Mahal atau tidak tergantung kemampuan maisng-masing, cuma rasa syukur itu yang menjadi indikasi apakah seorang masih beriman atau tidakšŸ˜‰ salam buat Padang euy….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: