Posted by: sinyoegie | February 25, 2009

Nenek Pengemis di Secang

Setiap akan berangkat ke kota Semarang atau Salatiga dari Magelang biasanya Sinyo naik bus besar jurusan Jogja-Semarang. Kalau mendapatkan bus di atas jam 07.00 maka kita akan berhenti sesaat di subterminal kota Secang, untuk menurunkan penumpang atau karyawan bus bayar retribusi daerah.

Sebelum keluar terminal, pengamen tetap (asli suara dan wajah mirip sama bang Roma Irama), para penjual asongan dan koran berebut menawarkan dagangan kepada penumpang. Satu yang selalu muncul juga adalah seorang nenek pengemis, berpakaian adat jawa desa.

Dia sama sekali tidak ikut naik ke bus karena sudah renta, dan tentu saja ribet sekali karena memakai jarit. Mungkin nenek tersebut adalah salah satu dari rombongan para pengemis yang sering ikut naik bus ke arah Semarang (turun di kota Ambarawa, Bawen atau Semarang). Karena sudah tua maka dia mencari “nafkah” di kota terdekat dari rumahnya.

Dengen mengelilingi bus, sang nenek meminta sedikit pemberian dari para penumpang lewat bawah jendela bus. Biasanya orang yang akan memberi uang atau barang, harus membuka jendela kaca bus dengan agak susah. Kadangkala bus yang datang tidak berjendela geser di bagian bawah, sehingga nenek pengemis akan beroperasi di dekat pintu masuk/keluar.

Hari Selasa, tgl 24 Februari 2009, Sinyo akan rapat ke salatiga. Sudah mencari-cari nenek tersebut tapi tidak tampak jua. Sakitkah dia? Mungkin lebih parah dari itu? Wallahu’alam, Sinyo hanya dapat berdoa semoga nenek pengemis baik-baik saja. Jikalaupun sudah “tiada” semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosanya.
Really miss her….


Responses

  1. kasihan.. aku ga tega kalau dia sampai ga ada.. pengemis harus diberi sedekah terutama yang tua.. kasihan.. kalau sudah ga punya keluarga ? hidup sendirian?

    Komentar Sinyo

    Sama mas Andy, Sinyo juga tidak tahu. memang kalau saat pergi ke Semarang dan Salatiga nenek tersebut biasanya ada. Sudah tua renta, kasihan kalau sampai harus meminta-minta dekat bus besar. Terakhir kemarin Sinyo cari-cari dari atas bus tidak ada. Kita doakan saja semoga baik-baik saja, amiin.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: