Posted by: sinyoegie | March 7, 2009

Obrolan Bunda I : Perbaikan Air PAM

Bunda kita adalah salah satu sosok yang memang kita hormati dan layani dengan baik sesuai syariah Islam seburuk apapun dia. Dalam segala hal kita harus membedakan perlakukan kepada ortu dan terhadap orang lain atau bahkan pasangan atau anak cucu kita. Terutama Bunda, dia sangat spesial. Nah Sinyo akan angkat obrolan-obrolan Bunda Sinyo yang unik dan dapat dijadikan bahan pelajaran bagi siapapun yang masih “care” dengan iman kepada Allah SWT. Semoga bermanfaat.

Di depan rumah Sinyo sudah dua kali ini pipa air milik PDAM (PAM) rusak. Bunda biasanya langsung melapor kepada perusahaan yang bersangkutan bila ada gangguan entah itu telepon, listrik, air atau yang lain, baik itu terjadi pada diri sendiri atau milik tetangga.

Pernah suatu ketika line telpon rumah gangguan, Bunda jengkel karena lewat nomor umum customer care telkom proses perbaikan tidak segera ditangani. Akhirnya Bunda langsung datang ke kantor telkom untuk komplain dan diberi nomor khusus langsung ke kantor telkom. Selanjutnya setiap ada gangguan telepon, komplain melalui nomor tersebut langsung cepat ditangani.

Begitu juga dengan gangguan pipa air PAM tadi. Bunda langsung komplain ke salah satu tetangga yang menjadi pegawai PDAM. Reaksi perusahaan daerah tersebut cepat dan perbaikan segera tertangani.

Perbaikan pertama, aspal jalan kampung dirusak sedikit tanpa ditambal ulang dengan semen atau aspal. begitu juga dengan perbaikan kedua, bahkan kerusakan aspal jalan lebih besar dan panjang. Bukankah percuma saja diperbaiki jika jalan tidak ditambal kembali, nantinya akan mudah rusak karena pipa menjadi tak terlindungi.

Inisiatif Bunda, di dekat rumah sedang ada proses pembuatan rumah baru, kepada mandor Bunda meminta pasir dan semen untuk menambal badan jalan yang telah rusak oleh pegawai PDAM.

Saat Bunda becerita kepada Sinyo, beliau bilang bukankah saat kita membayar abonemen air PDAM sudah seharusnya include perbaikan umum. Tapi nyatanya…penambalan jalan yang rusak tak dilakukan.

Entah sampai kapan layanan milik pemerintah akan terus seperti ini.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: