Posted by: sinyoegie | March 14, 2009

Rp 2.300,- = Rp 2.500,-

Keputusan pemerintah menurunkan harga BBM otomatis berimbas kepada penurunan tarif transportasi umum. Walaupun sempat bersitegang terlebih dahulu, akhirnya armada angkutan umum di Indonesia menurunkan ongkos untuk penumpang. Pemerintah senang dan para pemilik kendaraan angkutan umum beserta crew juga tenang. Tapi tahukah bahwa ada pihak yang masih merasa terugikan?

Ya…dialah penumpang. Loh bukankah seharusnya ikut bergembira dan juga senang? Tentu saja, saat melihat penurunan tarif transportasi pasti para pemakai jasa angkutan umum ikut bersuka-cita.

Nah…tapi jika sampai kepada prakteknya, maka banyak yang kecewa. Salah satu contoh, angkot di kota Magelang saat ini mengenakan tarif resmi sebesar Rp 2.300,- (sebelumnya Rp 2.500,-). Tentu serba susah, ingin membawa uang “pas” belum tentu selalu ada, membayar kurang dari tarif resmi sang sopir bisa menegang urat lehernya, apalagi membayar lebih maka jangan berharap tersedia uang pecahan sebagai pengembalian sisa tarif.

Ya, mau tidak mau tetap saja membayar Rp 2.500,- walau tarif resmi Rp 2.300,-, simpel dan tidak membuat naik darah semua pihak. makanya kita jangan heran, jika penurunan harga BBM sama sekali tidak menggoyahkan harga bahan pokok atau kebutuhan lainnya. Masih pada harga semula atau bahkan cenderung naik.

Entah apa maksudnya…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: