Posted by: sinyoegie | May 7, 2009

Pisah Ranjang

Keluarga yang harmonis menjadi dambaan setiap orang, termasuk Sinyo tentunya. Baru punya putra (umur 2 tahun 2 bulan Mei ini) satu dan istri satu (berarti mau nambah nech hehehe..iya untuk anak saja, soal istri kata si Umi nunggu umur 60 tahun iks..). Sering kami bertiga meluangkan waktu bersama, sharing pengalaman masing-masing walau khusus mas Ahza masih belepotan bicaranya. Sayang mulai pekan akhir April 2009, kami harus berpisah ranjang

Ukuran kamar kami hanya sekitar 2,5 x 2,5 meter persegi, cukup sempit untuk 3 lemari dan tempat tidur satu buah. Mas Ahza mulai tumbuh berkembang, bongsor lagi. Tempat tidur yang semula cukup menampung kami bertiga sudah sangat terasa sempit. Apalagi mas Ahza kalau tidur ‘usrek’ sekali, kadang kakinya bisa terdampar di wajah Sinyo yang ‘keren’šŸ™‚ .

Dampaknya, kami bertiga sering bangun, karena macam-macam hal. Suatu hari karena sakit, Sinyo terpaksa tidur di ruang tamu agar mas Ahza dan Umi tidak tertular. Ternyata kami bertiga dapat tidur dengan nyenyak. Dicoba selama kurang lebih dua pekan, hasilnya tetap semuanya tertidur lelap. Walhasil, akhirnya kami sepakat ‘pisah ranjang’ demi kebaikan bersama. Suatu saat mas Ahza, saat sudah cukup dewasa, harus tidur sendiri, agar Umi dan Sinyo bisa ‘rapat ranjang’ lagi hehehešŸ˜‰


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: