Posted by: sinyoegie | May 30, 2009

Salah Urat

Pada hari Rabu malam tgl 27 Mei 2009 Sinyo menunggui mas Ahza yang lagi makan bersama Uminya. Kami bertiga duduk di tikar, Sinyo sambil bersandar pada salah satu ujung kursi yang berada di ruang tamu dengan setengah badan melengkung. Saat akan bangun tiba-tiba pada bagian pinggang terasa nyeri sekali, bahkan untuk bergerak ke arah manapun serasa sesak di dada.

Sinyo berusaha mendekati kursi, nyeri dan sakit luar biasa sampai susah bernafas. Oleh istri kemudian dikeroki pada bagian yang nyeri, tapi sama sekali belum membuahkan hasil apapun. Sinyo kemudian dipapah (karena tidak dapat berjalan sendiri) pindah ke ruang keluarga yang terdapat kasur buat bermain mas Ahza.

Bunda yang mengetahui keadaan Sinyo kemudian melakukan tindakan sama dengan istri namun bukan hanya di titik sakit, kerokan dilakukan pada bagian atas juga. Istri ikut membantu memberi pertolongan dengan kop-cina. Setelah dikerok oleh Bunda keadaan Sinyo jauh membaik, namun sampai pagi masih susah untuk bergerak, apalagi jongkok dll.

Keesokan hari, Sinyo dipanggilkan tukang urut, Alhamdulillah lumayan sudah dapat menggerakkan pinggang walau masih terbatas. Sinyo paksakan tetap pergi kerja karena ada tanggungan di kantor yang tidak bisa ditunda. Sinyo pamit untuk pulang awal guna istirahat total.

Dalam keadaan sakit tersebut Sinyo merenungi beberapa hal seperti:

  • Sering kita lupa mengabaikan hak badan untuk istirahat. Kerja dan ibadah memang utama, namun ibarat mesin badan juga perlu service dan pendinginan agar dapat bekerja maksimal. Saat tidak terawat maka akan mudah rusak atau bahkan ambrol secara keseluruhan
  • Jika Allah menghendaki kita ‘sesuatu’, sekuat apapun kita menolaknya tak akan berdaya jua, termasuk sakit atau kematian. Sinyo dalam keadan sehat (minimal dari apa yang dirasakan dalam tubuh), tampak dari luar juga segar-bugar. Namun dengan sedikit ‘salah urat’ sudah memadamkan hampir semua motor dalam tubuh.

Mari kita bersyukur atas apa yang telah Allah berikan, hidup dengan seimbang tidak lebih tidak kurang. Selalulah ingat bahwa apapun yang kita ‘kalim’ miliki hanyalah semu, karena semua hal tersebut sudah ada Sang Empunya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: