Posted by: sinyoegie | August 22, 2009

Terbiasa

Jika kita sudah terbiasa memakai komputer sekitar 5 tahun atau lebih, coba ambil keyboard yang sudah pudar tulisan huruf atau angka di setiap tombolnya. Hubungkan dengan komputer dan cobalah mengetik seperti biasa, seakan-akan menggunakan keyboard yang normal. Kita akan menemukan sesuatu yang belum atau mungkin tidak terpikirkan sebelumnya, bahwa kita ternyata mampu mengetik tanpa melihat huruf atau angka apa yang ada dalam tombol keyboard. (jika pun terjadi kesalahan, tidaklah banyak).

Sesuatu yang dilakukan berulang-ulang, terus-menerus dan rutin akan membentuk sebuah kegiatan ‘kebiasaan’ yang otomatis dalam setiap bagian tubuh kita yang dapat digerakkan secara sadar, seperti tangan, telinga dll.

Setiap apa yang kita lihat sehari-hari, entah berupa suara, pandangan, rasa dan lain sebagainya juga mempunyai ‘efek’ yang sama dengan kebiasaan. Coba lihat arsip tayangan televisi pada jaman awal berdiri SCTV, waktu itu ada sebuah film anak-anak dengan judul Wonder Woman mendapat kecaman keras dari ulama-ulama dan umat Islam di Jawa Timur karena menampilkan pakaian sang pahlawan yang minim. Kita juga masih ingat bagaimana kontroversi Miss Universe asal Indonesia pertama kali, begitu banyak yang protes sampai-sampai beberapa tahun Miss Indonesia berikutnya tidak ikut secara formal. Tapi coba tengok sekarang, hal-hal yang lebih dari dua kasus di atas sudah ‘terbiasa’ kita lihat dan hanya sedikit yang protes, kalaupun banyak itu hanya dalam hati, satu-satunya pertahanan iman yang terakhir.

Kenapa bisa terjadi hal seperti tersebut di atas? Ya…karena kita sudah ‘terbiasa’, awal mula sulit menerima namun sedikit demi sedikit, bertahap dari sejengkal maka kita akan terlarut jua dengannya.

Khabar baiknya, ‘terbiasa’ juga berlaku untuk banyak kegiatan dan aktivitas yang baik termasuk untuk hati kita. Seorang anak yang dibesarkan dan disuguhi berbagai macam kebaikan sampai dia dewasa, maka selanjutnya dia akan terbiasa untuk berbuat baik dengan diimbangi kemampuan beriman dan berpikirnya.

Sekarang bagaimana kita akan memilih, membiasakan diri dengan hal-hal yang baik atau sebaliknya?. Jika pilihan kita adalah ingin terbiasa dengan kebaikan, maka bersiap-siaplah untuk berjuang dengan keras guna mendapatkannya. Karena semakin sedikit tempat, lingkungan dan komunitas yang mempunyai perilaku baik sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, wallahu’alam.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: