Posted by: sinyoegie | September 10, 2009

Kepercayaan

Kepercayaan dan keyakinan seharusnya didapatkan melalui proses belajar serta penyelidikan atau penelitian. Sejak SD kita sudah diajari bagaimana proses berpikir ilmiah sayangnya banyak dari kita dibiasakan dan terbiasa hidup jauh dari metode berpikir mendasar tersebut.

Termasuk mungkin apa yang kita yakini atau percayai selama ini, entah itu agama, mitos, legenda dll. Sebagian besar dari kita hanya ‘menjiplak’ tanpa mau memikirkan dan menelitinya lebih dalam. Sehingga tampaklah dalam kehidupan kita sehari-hari bagaimana tingkah laku dan perbuatan orang yang dalam satu sisi dia ‘yakin atau percaya’ akan sesuatu namun sama sekali buta akan hal tersebut.

Sebagai contoh, banyak orang yang rela melakukan bedah caesar terhadap anaknya agar dapat lahir tepat pada jam, menit, tanggal, bulan dan tahun pada angka 9 (contoh sumber berita: klik DI SINI ). Entah dari mana dan bagaimana datangnya kepercayan tersebut, yang jelas dalam tayangan di acara Silet (RCTI) ada pendapat dari ahli Feng Shui bahwa kombinasi angka tersebut merupakan simbol bencana (nah ternyata para ahlinya saja dapat berbeda penerawangan neh hehehe). Sinyo tidak peduli dengan ‘keramat atau tidak’ angka 9, namun jikalau sampai ‘memaksa’ untuk melahirkan anak belum pada waktunya (walau secara medis bisa jadi dibolehkan) tentu sungguh disayangkan.

Dahulu bedah caesar dimungkinkan jika ada kelainan pada persalinan normal, sayang tampaknya sekarang semakin bergeser kepada ‘sisi’ komersil dan ‘ego’ sang orang tua.

Alhamdulillah, masih ada yang menyisakan nurani dengan tidak memenuhi bedah caesar by request (contoh sumber berita: klik DI SINI ) . Entah kenapa semakin hari bertambah banyak tindakan orang yang ‘aneh’, mungkin akibat bumi ini semakin panas.


Responses

  1. Haha..
    Biasa bang,mereka tu org2 hedonis lebay..mentang2 punya duit buat cesar,malah d gunain bwt yg g penting kaya gitu.mending duitnya bwt sy aja,bwt bkal lbaran.bnr g?!
    Hehehe…

    Komentar Sinyo
    Hoho…ketahuan ya lagi bokek, sampai cari-cari THR. Perasaan habis panen telur bebek huehuehuheu :p

    • sapa yang panen telur bang???
      panen kedele…

      hehe…

      Komentar Sinyo
      nah itu dia, harusnya melakukan efektivitas produksi, sambil ‘angon’ bebek nungguin kedelai. Bebek dapat cacing, kedelai dapat ‘eek-nya’ bebek hihihi….ente dapat telur dan kedelai.. = kaya = tidak miskin = berhenti jadi babu orang kekekekek ;p


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: