Posted by: sinyoegie | September 10, 2009

Semu

Dalam hukum Islam, jika ada seorang gadis (belum menikah) hamil diluar pernikahan maka janin dalam kandungan tidak boleh digugurkan. Selama menunggu anak tersebut lahir, si gadis sama sekali tidak ‘sah’ secara agama Islam melakukan pernikahan dengan siapapun (bahkan ayah biologis dari janin yang dikandungnya). Dia baru boleh menikah setelah bayi dilahirkan.

Sinyo heran dengan pendapat ibunda dari Sheila Marcia tentang kehamilan anaknya diluar nikah. Ibu tersebut bangga bahwa Sheila mempertahankan janin yang dikandungnya, dengan alasan bahwa jarang yang mau berbuat demikian, padahal hal tersebut biasa-biasa saja karena sudah jelas hukumnya pada semua agama dilarang aborsi (sumber berita: klik DI SINI) dan tidak sedikit yang mematuhinya dibandingkan memilih aborsi.

Entah kebanggan itu memang tulus atau semu semata untuk menutup hati yang luka karena anaknya hamil diluar nikah. Bagaimanapun Bunda Sheila Marcia akan lebih bangga jika putrinya hamil dalam naungan pernikahan, bukankah begitu?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: