Posted by: sinyoegie | September 17, 2009

Dua Pengemis dan Satu Nenek

Beberapa hari yang lalu saat Sinyo bermain di depan rumah dengan putra Sinyo (mas Ahza) ada dua pengemis, dengan salah satu menggendong (mungkin) anaknya, mendatangi kami sambil menengadahkan tangannya di sela-sela pagar.

Istri Sinyo memberi beberapa uang logam kepada mas Ahza untuk diserahkan kepada kedua pengemis tadi. Umur keduanya masih relatif muda sebenarnya dan kiranya cukup bugar untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik daripada mengemis. Dengan celotehnya yang lucu, mas Ahza bertanya kepada ibu-ibu pengemis tadi, ke manakah bapak (suami) mereka. Karena kedua pengemis tadi hanya tersenyum, Sinyo berusaha menjawab bahwa suami mereka sedang bekerja.

Semoga Allah mengampuni dosa Sinyo jika memang jawaban itu salah, karena Sinyo tidak tahu apakah mereka mempunyai suami, jika iya masih sehat dan bekerjakah? Wallahu’alam.

Saat mereka akan pergi, dari arah yang berlawanan melintas seorang nenek tua yang sudah cukup renta. Dengan tegar dan masih sigap membawa sebuah keranjang (bakul) serta memakai topi caping. Sinyo perkirakan nenek tersebut pedagang atau kuli angkut pasar yang memang banyak lewat di depan rumah Sinyo.

Ah…entah kedua pengemis tadi merasa malu atau tidak terhadap nenek tadi. Sinyo bersyukur bahwa saat orang lain hanya dapat mengeluh dan menyerah dengan keadaan yang ada, ternyata masih selalu ada manusia yang tetap berusaha berbuat baik serta maksimal untuk mengatasi kendala yang dialaminya. Peace 4 u nek….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: