Posted by: sinyoegie | October 28, 2009

Saat Kita Membenci

Sebagai manusia tentu kita pernah mengalami (minimal) satu hari yang begitu ‘menjengkelkan’, melelahkan, stress dan begitu ‘membenci’ apapaun yang kita hadapi.

Ada saja cara untuk melampiaskan ‘kekesalan’ kita tersebut, ada yang menulis dalam diary, mengumpat sekeras-kerasnya, memecahkan barang yang terlihat atau menyalurkannya dengan menyendiri.

Coba saat anda mengalaminya, pikirkan dan bayangkan bahwa ‘semua’ yang anda ‘benci’ tersebut musnah, hilang dan lenyap. Entah itu berupa materi apapun (manusia, benda dll.). Nah kemudian lanjutkan setelah semua itu hilang dan lenyap…apakah yang terjadi? Ya karena semuanya akan hilang dan musnah karena satu hal saling berkaitan dengan yang lain dan tidak dapat berdiri sendiri. Lantas di manakah anda? Ya…anda dalam kesendirian, sanggupkah anda bertahan dalam ‘kesendirian’ yang mutlak?

So..please, apapun masalahnya insyaa Allah jika kita mau berusaha tentu ada jalan keluarnya, percuma mengumbar rasa kesal, benci dan emosi negatif lain dengan berlebihan. Bukankah hidup ini indah?


Responses

  1. It was Dedicated for who???

    Komentar Sinyo
    Ya bagi siapapun dhe, yang sedang ‘membenci’, karena rasa benci sama sekali tidak bermanfaat atau berguna. Coba renungkan saja, saat ente ‘benci’ sesuatu apakah bermanfaat untuk diri sendiri? Ubah saja ‘rasa’ tersebut menjadi positif, selain bermanfaat bagi diri sendiri juga orang di sekitar kita.

    Oke contoh saja: Ente kecopeten misalnya, tentu akan timbul rasa marah, jengkel atau benci kepada pencopetnya. Tetep saja belum tentu dompet itu kembali kan? Mendingan mengubahnya menjadi rasa positif, mungkin dengan hilangnya dompet itu kita bisa lebih hati-hati lain waktu, ketemu jodoh pas ngurus surat-surat kehilangan :p , atau mungkin jangan-jangan dompet itu jatuh bukan ‘kecopeten’ seperti sangkaan kita (selama belum ada bukti akan selalu sampai prasangka saja). Nah, dengan sikap positif tersbeut selain membuat nyaman diri kita sendiri, orang lain juga tidak perlu terlibet dengan emosi kita. Coba bayangkan jika ente marah-marah sambil banting pintu atau teriak-teriak, yang ada juga sendal emak yang melayang kepada kitašŸ˜‰


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: