Posted by: sinyoegie | November 9, 2009

Istriku Rela Dimadu

Dimadu atau sang suami mempunyai istri lagi (poligami) merupakan salah satu ‘momok’ bagi kebanyakan wanita. Secara logika tentu ada ‘sedikit’, di dunia ini, wanita yang ikhlas dan rela suaminya berpoligami atau mengambil madu yang lain (memang kumbang sukanya madu ya😉 )

Dulu, saat masih awal waktu pernikahan kami, istri sudah berpesan kepada Sinyo agar tidak ‘berpaling’ dan meninggalkannya demi wanita lain. Sinyo menjawab ‘diplomatis’ bahwa untuk mendapatkan seorang istri yang sholih dan cocok di hati saja susah apalagi lebih.

Kala heboh poligami yang dilakukan ustadz AA Gym, Sinyo dan istri sempat ‘berdiskusi’ tentang hal tersebut. Mungkin selama ini kaum lelaki ‘dipaksa’ untuk memahami bagaimana wanita, namun jarang sebaliknya. Kebanyakan pembahasan yang tersebar di media (cetak, online dll) menyatakan ‘ketidakterimaan’, ‘ketidakadilan’ dan ‘tertindasnya’ kaum wanita dengan adanya poligami. Padahal kaum laki-laki juga membutuhkan ‘pengertian dan pemahaman’ dari pihak wanita.

Menjadi laki-laki harus siap dengan ‘gejolak’ setiap saat karena memang ada ‘sesuatu’ yang diproduksi secara terus-menerus dalam tubuh. Setiap hari ‘mata’ diberi suguhan yang ‘memancing’ bak kucing yang ditawarkan ‘iming-iming’ ikan asin gemuk fresh from penggorengan.

Alhamdulillah dengan ‘banyak’ penjelasan dari Sinyo tentang laki-laki, istri Sinyo mulai berusaha memahami kehidupan laki-laki. Suatu hari istri berdiskusi lagi dengan Sinyo dengan tema poligami, dan ternyata istri siap dan rela untuk dimadu tentu dengan beberapa syarat (Hiy..jadi deg-degan…apa tuh syaratnya)

Pertama, harus adil (hmm insyaa Allah bisa dah adil, kan adil itu tidak harus ‘sama’ namun melihat situasi dan kondisi dan banyak pertimbangan lainnya)

Kedua, wanita yang menjadi madu akan dicarikan istri (hm….tidak masalah…🙂 )

Ketiga, Sinyo boleh berpoligami saat sudah kakek-kakek alias tua renta (wadohhh….dikerjain nech sama si Umi……….gubraxxxxx)

Dedicated to my wife: Engkau adalah jodohku yang awal dan sekaligus akhir, amiin.


Responses

  1. wah2. . tega amat kalau demikian. .

    tapi syarat dari si mbak yang terakhir tampaknya ampuh juga. .
    hihi. . .

    semoga keluarga pak agung dan mbak selalu mendapat berkah dari Alloh. . .

    Komentar Sinyo
    Dhe..ntar kalau sudah berumah tangga pasti ada ‘pemikiran’ itu baik dari pihak wanita dan sebaliknya. Tidak mengapa dan itu wajar malah seru dijadikan bahan untuk saling akrab dan ‘mesra’. Sampai sekarang Sinyo juga tidak tahu apakah istri ‘benar-benar rela’ hanya saja seingat saya memang pernah menyampaikan syarat-syarat itu, kadang sampai sekarang saya ‘godaiin’ bahwa sebentar lagi tua renta menjadi kakek…boleh donk poligami huehuehuehue😉

  2. nyo, adil itu apa ya?

    klo menerima sama banyaknya, kan tetep tidak adil, buktinya bos di kantor gajinya lebih gede padahal cuma modal tanda tangan doank.

    Komentar Sinyo
    Kayaknya sudah saya tulis tah bro, adil itu gak harus sama sepengetahuan saya. Misalnya ente sama Mr E sama-sama lapar, nah Sinyo traktir keduanya. Masak saya harus membelikan dengan harga yang sama atau jenis makanan yang sama. Tentu selama sesuai dengan kantong Sinyo, keduanya puas dengan pilihan masing-masing tentunya dapat dikatakan ‘adil’. Jadi ya lihat sikon dan pertimbangan banyak hal. Sekali lagi itu kalau menurut Sinyo, kan ente yang tanya pendapat gw heuheuheu…

  3. Ikut nimbrung boleh ya, mas sinyo . .ada pertanyaan, sebenarnya mau ngetes istri tentang aqidahnya? atau beneran kiy? ckckckc. .

    Komentar sinyo
    Dalam pernikahan biasa dhe soal poligami dijadikan bahan ‘bercanda’ untuk saling mesra dan akrab. Walau kadang jawaban yang muncul juga terkesan asal-asalan namun bagaimanpun tetap saja memberi gambaran walau tidak sempurna. Kalau pertanyaan saya kepada istri sebetulnya serius, tapi dia juga yakin dan pede saya gak bakalan ke lain hati heuhueueuheu….dan tampaknya kepedean dia ada benarnya😉

    • Selamat ya.. beruntung kang dapat istri yang soleh dan baik hati. Tetapi saya agak pesimis dengan syarat terakhir dari istri akang, kayaknya menunjukkan setengah hati. hi2. . Kalau udah jadi nenek2 ya udah ga bisa apa-apa to kang??
      Kalau saya tidak tega kang me-madu istri apalagi istri yang sudah setia mendukung baik lahir maupun batin. Saya memiliki alasan yang pertama ; dari segi Psikis (kejiwaan) yang saya takutkan kang, walaupun secara zahir dia bilang ya, namun hati siapa yang tahu kang yang lebih parah lagi istri merasa tidak dihargai atas apa yang ia perjuangkan buat suaminya. Kemudian yang kedua ; dari segi sosial, jika istri dimadu saya yakin sang istri akan merasa minder ketika bergaul dengan keluarga, teman-teman maupun kepada masyarakat secara umum. Sebab poligami seperti itu masih cenderung menjadi momok bagi masyarakat apalagi di pedesaan yang mana hubungan persaudaraan itu masih begitu kental.

      Memang dari segi agama Poligami diperbolehkan, namun alangkah baiknya kalau kita juga menimbang-nimbang agar tidak ada yang merasa dirugikan. Namun jika alasannya rasional saya kira tidak menjadi persoalan misalnya karena Medis (istri mandul-tidak dapat hamil) saya kira sang istri justru mengizinkan suaminya untuk menikah lagi. Atau karena penyakit yang tidak memungkinkan sang suami itu melampiaskan hasratnya kepada sang istri. Hhe begitu saja kang semoga bermanfaat.

      Komentar Sinyo
      Terima kasih dhe tambahan wawasannya. Kita berdua sudah biasa koq bicara jujur dan blak-blakan..dengan cara yang santun tentunya. Jawaban istri keluar seperti itu karena tahu Sinyo gak bakalan menduakannya, kalaupun memberi syarat terakhir itu buat melegakan hati Sinyo yang telah bertanya. Semoga orang-orang yang diberi kekuatan berpoligami diberi kemudahan dalam bertindak ‘adil’ kepada istri-istri mereka amiin😉

  4. Hahaha, syarat terakhir bikin saya ketawa. Tapi bener lho Mas Sinyo, soal poligami juga jadi bahan obrolan antara saya dan suami, biasa kali ya kalau dah suami istri suatu saat pasti akan diskusi soal itu.

    • Iya, wajarlah Mbak kekekekeke🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: