Posted by: sinyoegie | November 15, 2009

Benderaku

Sejak sekolah pendidikan dasar sampai dengan perguruan tinggi Sinyo selalu didaulat sebagai pengibar bendera saat upacara (hanya waktu PT Sinyo ‘melarikan diri’ dari tugas tersebut secara halus karena alasan tertentu). Entah alasan apa para guru, teman atau kakak kelas selalu memilih Sinyo. Mungkin karena tinggi badan yang memadai,termasuk siswa yang ‘patuh’ atau mungkin alasan lainnya.

Ada dua pengibaran bendera yang tidak akan pernah Sinyo lupakan karenanya. Pertama saat SLTP kelas I (masih anak baru dan fresh), Sinyo dan dua orang teman pengibar bendera membuat formasi dan terobosan sendiri dalam ‘cara’ membawa dan mengibarkan bendera. Untungnya ‘jicoba’ kami terbilang sukses dan lancar sehingga mendapat ‘penghargaan kata’ dari bapak kepsek, bahkan ibu wali kelas kami sampai menangis karena bangga.

Kedua saat duduk di bangku SD kelas VI. Dalam setiap kelas pasti ada dua group pengibar bendera (sehingga total jumlah enam orang) yang bertugas secara bergantian. Dua group pengibar bendera tersebut saling ‘bersaing’ untuk menunjukkan yang terbaik. Persaingan juga diramaikan oleh group pengibar bendera para adhe kelas. Serunya lagi, sekolah Sinyo menempati komplek yang sama dengan satu SD lain sehingga ‘persaingan’ semakin panas karena upacara dilakukan secara bersama.

Waktu itu hari Senin setelah liburan sekolah. Sinyo tidak kebagian tugas mengibarkan bendera, group lain dari kelas Sinyolah yang harus mengibarkan bendera. Rupanya ada salah satu anggota yang tidak siap menjalankan tugas tersebut dan berpindah kepada Sinyo untuk menggantikannya. Biasanya sebelum tugas memang kami berlatih ‘ringan’ dahulu agar mantap saat tiba hari H, apalagi ini setelah libur panjang tentu membutuhkan latihan ekstra.

Entah kenapa Sinyo akhirnya ‘pede’ sekali menggantikannya, pikir Sinyo bukankah sudah berkali-kali melakukan masak bisa sampai lupa dan grogi? Seragam warna putih-putih Sinyo pinjam karena memang tidak membawanya. Saat pengibaran bendera, sampai di tiang langkah Sinyo terlihat mantab. Kemudian kami bertemu di tengah untuk melepas tali, memasang bendera dan siap menariknya. Aba-aba dengan suara ‘berbisik’ dijadikan tanda agar tiga orang serempak melangkah ke belakang sehingga bendera dapat terbentang dengan gagah. Sayangnya kali ini ada sesuatu yang salah sehingga bendera melintir, dan alangkah kagetnya Sinyo ketika dibetulkan menjadi bendera negara Polandia. Tidak sedikit yang menahan ketawa dan banyak yang berguman huuu, tapi yang jelas pak kepsek menatap tajam seakan-akan ingin ‘membakar’ tubuh Sinyo sampai lenyap. Lemas, malu dan hilang sudah ‘kepedean’ yang Sinyo punyai entah terbang ke mana?


Responses

  1. Waakakakakak…šŸ˜€

    Saya mah blum pernah ampe salah gitu mah…Tapi pernah lupa UUD’45.
    Jadilah kesananya agak ngarang..

    Komentar Sinyo
    Jah…malah ngakak ;p


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: