Posted by: sinyoegie | November 19, 2009

Obrolan Bunda X : Pintu

Seorang anak biasanya sangat akrab dengan orang tuanya, termasuk Sinyo. Kadang dengan Bunda, kita berdua, asal ‘ngemeng’ (bahasa Jawa: asal njeplak, mengo atau mangap). Walaupun begitu norma agama mengajarkan sopan satun, apalagi terhadap Bunda, tetap harus dijaga. Sayangnya kemarin waktu, Sinyo kelepasan bersuara dengan nada tinggi terhadap Bunda.

Penyebabnya sebetulnya sangat amat sepele, yaitu pintu depan rumah. Kalau hujan deras, maka jemuran yang lumayan panjang dan gede terpaksa dimasukkan di ruang tamu. Kalau diletakkan di teras tetap akan terkena percikan hujan dan belum lagi ‘diinjak-injak’ para binatang malam yang berkeliaran di depan rumah. Pintu depan rumah otomatis menjadi jalan utama jemuran tersebut.

Suatu saat Bunda menemukan pintu depan ternyata dalam keadaan terbuka sedikit, Bunda dengan cepat memeriksa barang di ruang tamu (Alhamdulillah semua masih utuh). Emosi ‘amarah’ Bunda mulai bangkit, koq bisa-bisanya pintu depan ditinggal terbuka dan orang yang menjadi tertuduh tentu saja Sinyo karena kamar tepat berada di bagian depan. ‘Api’ semakin membakar emosi Bunda saat tahu sepeda motor Sinyo lupa dimasukkan padahal hujan sudah mengintip di awan nan kelam.

Bunda benar-benar sudah terpancing dengan panah api yang ditembakkan ‘si setan’ sehingga menelpon Sinyo yang sedang sibuk di kantor. Nah…seperti api diguyuri bensin saja, rupanya Sinyo tak mendengar dering HP berbunyi. Bunda berusaha telpon lewat nomor kantor namun sayang pula terlambat diangkat oleh rekan Sinyo (para crew sedang memperbaiki kerusakan di depan kantor). Sinyo called balik Bunda pada jam 3 sore namun tidak diangkat. Uneg-uneg Bunda akhirnya terlepaskan pada istri yang habis pulang kerja diberitahu tentang kejadian pintu tersebut. Malam hari saat pulang Sinyo belum tahu sama sekali soal ‘masalah’ yang menjadi pemicu ‘amarah’ Bunda karena anggota keluarga mulai terlelap oleh dinginnya kota Magelang.

Baru keesokan harinya, saat merendam cucian buat mbak Yah yang sebentar lagi akan datang, Bunda menyatakan ‘tuduhan’ soal pintu terbuka pada hari sebelumnya. Weits…Sinyo coba menarik memory di hari kejadian itu, dan Sinyo berusaha mengingatkan Bunda bahwa yang terakhir membuka pintu depan adalah beliau. Saat itu sehabis kita berdua mengeluarkan jemuran, Sinyo menutup pintu dan bergegas akan mandi. Bunda dari luar berteriak agar pintu jangan ditutup dahulu karena akan mengambil baju yang terletak di meja tamu. Sinyo batalkan mengunci pintu lalu segera ngacir mandi.

Setelah mandi Sinyo sama sekali tidak mengetahui kalau pintu terbuka sedikit. Nah…rupanya Bundapun mulai sadar bahwa ternyata beliau yang salah, namun tuduhan beliau beralih, kog bisa-bisanya tidak melihat pintu terbuka sedikit. Ya Allah, Sinyo mulai terpancing pula panah api dari ‘setan’ yang pasti tertawa kegirangan melihat kami berdua bersitegang. Sinyo dengan suara tinggi menolak tuduhan Bunda, kalau memang Sinyo melihat pintu terbuka sedikit tentunya akan ditutup karena menyangkut keamanan. Sinyo bahkan berganti menuduh Bunda, bahwa beliau yang bersalah tapi menimpakan kepada orang lain. Saat sudah capek tidak ada mau yang mengalah, Sinyo diam seribu bahasa. Ya Allah..apa beratnya Sinyo cukup mengatakan ‘Iya Bu’ atau ‘Heeh’ seperti biasanya. Bundapun ikut terdiam, entah apa yang ada dalam hati dan pikirannya.

Habis kejadian tersebut Sinyo di depan komputer merenungi kejadian tadi, satu sisi Sinyo ingin membeberkan ‘kebanaran’ namun kenapa harus dengan menggoreskan luka dalam hati Bundaku tercinta. Ya Allah ampunkan dosaku. Tak lama kemudian Bunda memanggil Sinyo untuk sarapan, tapi nafsu makan Sinyo sudah lenyap. Sinyo tahu kebiasaan Bunda, saat beliau marasa bersalah maka akan segera memperbaikinya, tapi hal itu sama sekali tidak membuat Sinyo bangga atas apa yang telah terlepas dari mulut Sinyo.

To Bunda: I love u 4ever.
Buat rekan-rekan: Kebenaran dapat diungkapkan dengan ‘kata, kalimat, ucapan dan tindakan’ yang santun tanpa pernah menggoreskan ‘sakit’ terlebih kepada Bunda kita.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: