Posted by: sinyoegie | November 23, 2009

Keponakanku dan Twilight

Idul Fitri kemarin sebagian besar kakak Sinyo ngumpul di rumah Magelang, hanya satu yang absen (tinggal di Indralaya Sumsel). Bunda memang membebaskan putra-putrinya apakah mudik atau tidak saat Lebaran, karena beliau paham sikon jaman sekarang yang tidaklah mudah dijalani. Sudah menjadi ‘kewajiban’ Sinyo sebagai putra bungsu untuk ‘mengepalai’ para keponakan menjalani hari kebersamaan yang hanya sesaat tersebut.

Tentu saja tidak mudah mengendalikannya, karena dari 5 kakak Sinyo ‘menghasilkan’ 15 keponakan (absen 2 sehingga menjadi 13) yang tentunya masing-masing dari mereka mempunyai kemauan berbeda. Pola didik dari orangtua sangat terlihat dari berbagai macam gaya, perilaku dan pemikiran setiap keponakan.

Beberapa keponakan ingin main game, tidak sedikit dari mereka mau nonton film dan sisanya ingin jalan-jalan ke tempat wisata. Keponakan yang paling tua baru kelas 10 (kelas 1 SMU/SLTA), jadi rata-rata sudah abg. Saat Sinyo mengantar salah satunya (cewek) untuk sewa cd (pilih video Ezy yang dekat dari rumah), Twilight ternyata menjadi salah satu film pilihannya. Saat Sinyo bertanya alasannya memilih film tersebut, dari bibirnya keluar pujian dengan bahasa gaul anak muda sekarang terhadap pemeran Edward Cullen (salah satu tokoh utama) yang baru Sinyo ketahui sekarang bernama Robert Pattinson.

Terus terang Sinyo tidak mengetahui isi film Twilight secara lengkap waktu itu, hanya tahu film tentang vampire. Pikiran Sinyo mengatakan ‘wajar’ jika keponakan tertarik menonton film ‘remaja’ begitu, karena pemerannya memang ‘memukau’ anak-anak ABG. Tapi..WHAT…….!!! barusan tadi membuka Detik.com (klik DI SINI ) Sinyo kaget ternyata para ortu di Amrik cukup resah dengan sekuel film Twilight dengan judul New Moon.

Masyaa Allah…lah kalau ortu orang Amrik saja sampai ‘resah’ kenapa di Indonesia gak ada ‘gaungnya’? Mungkin karena kalah ‘pamor’ untuk menjadi perdebatan dibandingkan dengan film 2012, atau boleh jadi memang kita sebagai orang tua para generasi muslim bangsa ini sudah ‘tidak begitu’ peduli.

Jaman semakin terbuka, peradaban dan budaya dari manapun akan dengan mudah diketahui, dibuka, dilihat, dibaca serta tentunya diserap kemudian diterapkan. Mungkin tidak hanya cukup dalam keluarga, perlu tenaga dan dukungan dari semua elemen bangsa yang masih ‘care’ dengan masa depan generasi muslim di tanah air tercinta guna mem-filter-nya. Jika tidak maka sudah sepantasnya kita ini laksana buih yang terombang-ambing oleh kekuatan sang laut.

Ya Allah, ampunilah kami dan mudahkanlah dalam memilihkan segala sesuatu bagi putra-putri kami bukan hanya yang terbaik secara duniawi namun juga sesuai dengan ‘aturan’-Mu. Amiin

Dedicated to mas Ahza: Semoga menjadi muslim yang bertakwa amiin.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: