Posted by: sinyoegie | January 29, 2010

Belajar Fokus

Tidak sedikit orang-orang yang diberi kemampuan luar biasa dalam menyelesaikan halangan, rintangan, tantangan dan masalah dalam hidup ini. Mereka dapat membagi antara konsentrasi pikiran dan mengatur perasaan baik secara bertahap atau bersamaan sehingga bisa lolos dengan hasil yang maksimal. Kebanyakan darinya adalah para pemimpin besar umat manusia, namun bukan jumlah yang sedikit pula hanya seorang ‘biasa’ tanpa dikenal khalayak ramai.

Sinyo jelas bukan termasuk dalam katagori manusia-manusia pilihan di atas. Bagaimana tidak, untuk tetap fokus pada salah satu tantangan hidup saja kadang susah sekali apalagi menangani banyak halangan dan rintangan hidup ini. Menjalankan ayat Allah: “Maka apabila kamu telah selesai dari sesuatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain,”(QS. Al Insyirah:7)” , sungguh berat rasanya karena seringkali Sinyo ‘tergoda’ dengan hal yang baru sementara urusan yang lama belum selesai dikerjakan.

Saat kuliah, Sinyo belajar bisnis jual sembako. keduanya berantakan walaupun akhirnya lulus juga dengan nilai yang pas-pasan dan memakan waktu lama (para dosen mengira Sinyo sudah ‘minggat’ hehehe). Ketika kerja di kantoran, Sinyo berusaha mencari tambahan dengan membuka warnet atau menulis di majalah. Hasilnya juga kurang maksimal. Salah satu teman Sinyo yang jadi pengusaha terkemuka di kota Magelang (pak Rudi namanya), pernah bilang kepada Sinyo koq bisa-bisanya kerja di kantoran tetapi masih dapat nyambi? Karena setahu beliau sebuah kantor memberi ‘gaji’ kepada karyawannya sudah diperhitungkan dari semua sisi termasuk layanan kesehatan di rumah untuk anak istri dll; sehingga waktu istirahat yang digunakan juga ‘milik’ kantor karena apabila karyawan sakit gara-gara melakukan ‘job’ yang lain maka perusahaan sudah dirugikan.

Entah pendapat pak Rudi ‘tepat’ atau tidak, yang jelas memang Sinyo kemudian menjadi ‘tidak konsentrasi’, kurang ‘amanah’ dan ‘korupsi’ waktu serta ‘kesempatan’ ketika harus mengurusi banyak hal yang jelas-jelas diluar kemampuan. Akhirnya seteleh berdoa kepada Allah untuk mohon petunjuk, merenung serta meminta nasehat dari banyak orang, Sinyo memutuskan ‘resign’ dari perusahaan tempat Sinyo bekerja selama 6 tahun lebih (per 01 Maret 2010). Ini adalah permohonan ‘resign’ yang terakhir setelah tiga kali mengundurkan diri selalu ditolak oleh pihak management.

Sinyo ingin fokus kerja di ‘penulisan’ apapun bentuknya selama tidak melanggar aturan Islam. Mungkin ‘pemasukan’ tidak sebesar saat ini, tapi hanya ada satu tekad bahwa Sinyo harus belajar fokus pada satu hal agar tidak merusak amanah lainnya. Mohon do’a agar Sinyo istiqomah menjemput rizky yang halal, toyib dan jauh dari hal-hal mungkar. Amiin, semoga dibalas dengan kebaikan yang banyak.

ps: Buat semua kolega dan teman kerja, ‘sampai jumpa’ lagi semoga dapat tetap bekerjasama dalam bentuk yang lain.


Responses

  1. Salut buat Sinyo. Sebuah keputusan yang berani. Memang keberhasilan dimulai dari keberanian. Saya akan ikuti langkah Sinyo untuk mandiri.
    Salam
    ALRIS

    Komentar Sinyo
    Terima kasih mas Alris atas semangatnya, sama-sama berdoa semoga dengan selalu mengikuti jalan Allah tidak akan pernah ada kekhawatiran soal rezeky yang sudah ditentukan Allah SWT. Semoga dibalas dengan kebaikan yang lebih banyak😉

  2. Terima kasih tulisannya Om Sinyo.
    Persis sperti problem yang isaya hadapi saat ini. Saya bekerja di kantor, Karene kebutuhan hidup saya nyambi programmer freelance, ada juga buka warung kecil di rumah, dan kadang terima panggilan Bekam. hehe.. belum lagi aktifitas sosial jadi pengurus masjid dan pengajian rt.. so.. manajemen cukup berantakan… dan korupsi waktu kadang sulit sekali dihindari…

    saat ini sedang mempertimbangkan mau fokus di mana..
    ada saran Om Sinyo ?

    Komentar Sinyo
    Saran saya:
    1. Pilih kegiatan utama yang paling adhe sukai dan kuasai.
    2. Diskusikan dengan istri/keluarga untuk membantu memberi masukan.
    3. Jalani dengan senang hati, mantab dan yakin. Setiap hal yang dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti ada hasilnya.
    4. Jika masih ada hal yang kurang, dapat dicari pemecahan sambil jalan.

    Semangat, dan sukses selalu ya dhe ^_^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: