Posted by: sinyoegie | February 12, 2010

Obrolan Bunda XI: Perjalanan

Begitu tahu Sinyo akan resign dari pekerjaan saat ini per 01 maret 2010, Bunda lansung mengontak kakak yang ada di Jakarta untuk merencanakan perjalanan menengok anak-anak, cucu dan saudara serta mengurusi harta nenek Sinyo di Kayu Agung Sumsel. Dimulai dari Citayem, Cilandak, Serang, Lampung, Kayu Agung, Indralaya lantas Palembang. Bunda memang lebih suka lewat darat daripada menempuhnya dengan pesawat. Selain hemat, uang saku dijamin lebih banyak, juga lebih aman saat cuaca buruk seperti sekarang ini.

Sinyo yakin, saudara lain yang di daerah Timur juga pasti ‘meminta’ Bunda datang ke sana setelahnya. Tinggal Sinyo sendiri, usaha di rumah sambil menjaga nenek.

Menjadi anak bungsu, Sinyo memang diplot oleh keluarga untuk menjaga Bunda yang sudah menjada cukup lama. Padahal naluri kebanyakan laki-laki tentu ingin ‘terbang’ ke lain daerah serta mencari tantangan baru, begitu juga kemauan Sinyo. Memang sudah menjadi takdir Sinyo, keinginan tidak sesuai dengan kebutuhan, menunggui Bunda tercinta adalah kewajiban. Sekali pernah merantau ke luar Jawa (Kayu Agung, Sumsel) pun tidak jauh-jauh dari ‘proyek’ tadi, yaitu menunggui nenek yang hidup sendiri di sana.

Bunda dan nenek memang wanita tangguh, walaupun putra-putrinya sudah ‘jadi’ serta sanggup memenuhi kebutuhan sehari-harinya namun mereka tidak mau berhenti berkarya. Jangan sampai membebani anak-anak, kalau perlu bahkan dapat membantu mereka adalah motto hidup dari keduanya. Nasib suami Bunda dan nenek juga hampir sama, tidak begitu bagus dalam urusan ‘usaha’ serta seringkali ditipu orang. Istri-istri merekalah yang berjuang keras membalikkan keadaan dengan menutup semua hutang serta membangun kembali puing-puing kerajaan yang sempat hancur.

Selain bertangan dingin dalam bisnis, Bunda dan nenek juga kuat dalam beribadah. Bahkan istri Sinyo yang jelas-jelas pengetahuan dan pemahaman agamanya lebih baik dari merekapun terlibas, apalagi Sinyo hehehe..

Itulah kenapa, satu sisi Sinyo sangat amat ‘iri’ melihat semua kakak dapat mandiri serta berhasil dalam materi di luar daerah, namun sisi yang lain tetap ada kebanggaan dalam hati Sinyo yaitu dapat menjaga para wanita tangguh yang telah berkorban segalanya untuk keluarga. Walaupun mungkin itu hanya sekedar ‘waktu’ yang membuat Bunda bebas melakukan perjalanan mengunjungi sanak-saudara atau cuma membelikan Quaker Oats buat nenek di swalayan terdekat.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa para muslimah dan berilah kekuatan serta petunjuk selalu agar tetap kuat di jalanMu, amiin.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: