Posted by: sinyoegie | May 19, 2010

Kesepian

Rabu 12 Mei 2010, Seperti biasa pagi-pagi Sinyo mengantar anak dan istri menuju tempat aktivitas. Di tengah jalan pusat kota tiba-tiba ban sepeda motor kami kempes karena bocor. Dengan berat hati maka kita bertiga (tepatnya empat dengan yang dalam kandungan hehehe) berpisah karena tidak mungkin istri dan anak menunggu ban sepeda motor ditambal. Setelah mereka berdua naik angkot Sinyo mencari tempat tambal ban. Tidak mudah mencarinya pada pagi hari namun Sinyo ingat ada tempat tambal ban 24 jam di kota Magelang, yaitu dekat alun-alun sebelah kantor pos.

Alhamdulillah hawa udara yang sejuk di pagi hari membuat semangat Sinyo bertambah untuk menuntun sepeda motor menuju tukang tambal ban walaupun jaraknya lumayan jauh. Sampai di tempat bersamaan dengan seorang penjual manisan buah yang ingin menambah angin pada ban roda belakang sepeda motornya yang kempes. Dia sudah berusaha memanggil tukang tambal ban yang masih molor di ‘base-camp-nya” namun belum berhasil jua membangunkannya, untuk turun dari sepeda motor agak susah sehingga akhirnya Sinyo yang sedikit mendekat (gak bisa terlalu dekat ada anjing penjaganya heuheuhuehue).

Akhirnya bangun juga sang tukang tambal ban, setelah melayani bapak penjual manisan maka giliran ban belakang sepeda motor Sinyo diperbaiki. Saat lagi manyun menunggu eh tiba-tiba ada seorang opa etnis Cina lewat lantas ikut jongkok dekat si tukang tambal ban. Tanpa diminta dia bercerita berbagai macam hal, pak tukang tampaknya kenal tetapi dari bahasa tubuhnya terlihat jika enggan mendengarkan cerita opa Cina. Entah kenapa si opa juga seakan tidak peduli apakah kisahnya diperhatikan atau tidak, Sinyo jadi tertarik karenanya.

Sampai selesai ban sepeda motor Sinyo diperbaikai, opa Cina masih saja nerocos bercerita. Ah ternyata setiap orang pasti pernah merasa kesepian termasuk si opa tersebut sehingga membutuhkan perhatian dari orang lain. Sebagai makhluk sosial kita tidak akan dapat lepas dari orang lain. Pak BJ Habiebie pun pernah merasa sangat kesepian saat menjadi Presiden RI. Bahkan Rasulullah SAW juga mengalaminya saat menerima wahyu pertama sehingga sang istri tercinta membantu menemaninya.

Semoga saat kita dilanda sepi, tidak sembarangan mengambil berbagai cara yang negatif untuk menarik perhatian orang. Pertimbangan apakah apa yang kita lakukan bermanfaat bagi diri sendiri serta orang lain harus selalu diperhatikan. Bahkan sangat berbahaya kala kita ‘mengumbar’ kata atau cerita kepada orang yang tidak amanah. ‘Celakanya’ hal tersebutlah yang saat ini mudah ditemukan di TV, Internet dll. Ampuni kami ya Allah.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: