Posted by: sinyoegie | May 21, 2010

Nekat

Tanggal 14 Mei 2010, seperti hari Jum’at sebelumnya Sinyo harus berangkat pagi ke kota Salatiga untuk melaksanakan program ‘berbagi ilmu’ kepada sesama manusia sesuai dengan apa yang Sinyo mampu. Semoga menjadi berkah dunia akherat amiin.

Sebelum berangkat biasanya Sinyo memandikan putra dulu untuk siap-siap pergi menimba ilmu di PAUD bersama sang Uminya. Setelah melepas kepergian mereka berdua Sinyo lanjutkan dengan aktivitas beres-beres rumah, kemudian mandi dan segera meluncur menuju halte bus depan Armada Estate.

Perjalanan Magelang-Salatiga selalu Sinyo nikmati karena pemandangannya yang indah serta sejuk di mata, kecuali kalau Sinyo kelelahan dan tertidur. Pagi itu rasanya fresh sehingga semua kenikmatan yang menyejukkan mata siap Sinyo lalap habis.

Tapi rupanya takdir Allah berkata lain, perjalanan yang Sinyo harapkan berubah berantakan total menjadi kecemasan dan ketegangan amat sangat. Semua itu terjadi gara-gara sang supir yang betul-betul nekat ‘mati’. Bagimana tidak, jalanan Magelang-Bawen yang sempit dipaksakan ngebut tanpa memperhatikan tata-tertib lalulintas. Menyerobot serta menyalip kendaraan lain dengan taruhan nyawanya dan tentu kami juga para penumpang, betul-betul nekat. Entah berapa sopir kendaraan dari arah berlawanan yang memaki-maki dirinya. Belum omelan penumpang dalam bus, pagi itu sama sekali tidak ada dari mereka yang berani tidur karena betul-betul menegangkan. Berkali-kali bus akan menabrak kendaraan lain. Sebagian penumpang menggerutu dan emosi akan tetapi mereka tidak dapat berbuat banyak karena harus berpegangan erat agar tak terjatuh.

Dalam bus tersebut sang sopir adalah pimpinan, para penumpang mau dibawa dengan cara bagaimana juga cuma dapat ‘ikut’ saja. kalaupun mereka dapat berbuat sesuatu paling banter hanya berdoa atau berteriak mengingatkan sang supir. Kita manusia, sebagai pemimpin baik untuk diri sendiri, keluarga, organisasi atau yang lain mungkin juga kadang lupa bahwa hidup ini tidaklah sendiri. Tangan punya hak, otak punya hak bahkan setiap inchi kulit tubuh kita juga punya hak untuk dibawa kepada aktivitas kebaikan di jalan Allah. Mungkin mereka saat ini tidak dapat protes, mengingatkan atau berkata apa-apa atas segala perbuatan kita yang menentang peraturan Allah. Namun kelak, di hari akhir mereka semua akan berkata sejujurnya kepada Sang Khalik atas segala tindakan mungkar yang telah kita ‘paksakan’ lakukan dengan melibatkan mereka semuanya.

Akan dibawa ke mana dan dengan cara bagaimanakah mereka semua kita pimpin? Anggota badan, anak, istri, anak buah dll. Andalah yang tahu, wahai para pemimpin.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: