Posted by: sinyoegie | July 20, 2010

Jalan Menjemput Rizki

Jalan menuju kebaikan memanglah tidak mudah, apalagi dijaman sarat dengan berbagai godaan untuk mengikuti aktivitas yang terlarang dalam Islam. Mulai dari ajakan yang sekedar abu-abu sampai dengan tindakan yang benar-benar ‘hitam’ terpampang di hadapan kita, semuanya menarik dan dibungkus dengan daya magnet duniawi yang begitu kuat. Ya Allah kuatkanlah semua hamba-Mu yang berusaha ridho dan ikhlas meniti jalan-Mu untuk tetap tegak, sesakit apapun hadangannya karena itu semua hanyalah cobaan.

Sudah hampir 5 bulan ini Sinyo resign dari pekerjaan lama. Banyak teman-teman dan juga sebagian saudara yang ‘menyayangkan’ kenapa Sinyo melakukannya karena dengan posisi dan gaji yang didapat ‘rasanya’ tentu sudah cukup ‘nyaman’ untuk kehidupan di daerah. Jika hanya dilihat dari segi materi, mungkin penilaian mereka ada benarnya. Namun hidup ini bukanlah sekedar materi semata.

Sinyo pernah menjemput rizki Allah dengan beberapa model pekerjaan mulai dari usaha dagangan kelontong, warung makan, guru, customer support, marketing, office boy sampai dengan kepala cabang baik secara defacto atau dejure. Dari semuanya ada kesamaan yaitu dalam bentuk bekerjasama (join modal) atau menjadi karyawan alias ikut ‘majikan/bos’. Menjadi bagian dari sebuah ‘organisasi/badan’ ternyata bukan perkara simpel. Visi dan misi yang dibangun harus sama agar ‘pergerakan’ dapat menyatu, sayangnya tidak semua pikiran dalam kepala masing-masing orang dapat selalu disatukan sehingga sering menimbulkan disharmonisasi. Apalagi kalau sudah menyangkut ‘kepercayaan/keyakinan’ yang kadangkala diperoleh tanpa belajar namun karena kebutaan.

Sogok-menyogok, ketidakadilan pengerjaan tugas, saling menyalahkan atas kekacauan yang terjadi, penipuan, berbohong, saling menelikung dan masih banyak lagi hal-hal buruk yang sangat mungkin terjadi kala kita bekerja pada ‘organisasi/badan’ yang majemuk dan itulah yang Sinyo alami. Rasanya sudah cukup bagi Sinyo belajar ‘bekerjasama’. Sudah waktunya menjemput rizki dengan peraturan dan cara yang Sinyo tetapkan sendiri berdasarkan syariat Islam, yaitu dengan membuka usaha mandiri. Selain dapat memperhatikan keluarga secara full juga lebih bebas mengatur waktu guna mengikuti berbagai kegiatan.

Tapi, berwirausaha juga ternyata tidak semudah yang Sinyo bayangkan sebelumnya. Banyak masalah baru yang muncul diluar dugaan. Pertama Sinyo membuka jasa pengetikan, terjemahan, scan dll. Pelanggan pertama ternyata membutuhkan jasa pengetikan dengan isi yang melanggar syariat. Mau ditolak gak enak hati, diterima juga ‘sayang’. Akhirnya Sinyo terima dengan hasil pembayaran disendirkan untuk dimanfaat kegiatan yang tidak masuk ke perut anak-anak atau sandang bagi mereka. Lebih mengejutkan lagi, suatu pagi dua orang wanita datang dengan membutuhkan jasa terjemahan untuk sesuatu yang sangat memalukan di dunia pendidikan kita. Setali tiga uang, pembayaran yang didapat juga Sinyo simpan tersendiri dan ‘berjanji’ kedepan tidak akan mau melakukannya lagi.

Masalah bertambah berkenaan dengan software yang dipakan, Office Home &  Student (kalau windows memang sudah original) yang Sinyo beli ternyata ‘tidak diperbolehkan untuk kegiatan apapun yang mendatangkan uang/bisnis/komersial’ dalam EULA-nya. Ya Allah, mana uang sudah ‘habis’, rasanya sulit membuka usaha lainnya.

Dengan berbagai langkah pendekatan, alhamdulillah, Sinyo dapat pinjaman modal dari nenek guna membuka warnet kecil-kecilan. Semua software Sinyo usahakan legal dan berbayar, kalaupun free yang diperbolehkan untuk kegiatan bisnis/direntalkan (Avira, AVG dll. termasuk software free yang tidak boleh dibisniskan). Tidak ada game khusus dalam mini warnet yang Sinyo bangun (walau anak-anak tetap dapat main game di FB atau website yang lain), semua menjurus ke layanan pendidikan termasuk tempat semi terbuka sehingga orang tidak mungkin membuka website tak bermanfaat atau pornografi. Harga yang Sinyo tetapkan diusahakan terjangkau dengan tetap mengedapankan kualitas. Setiap waktu sholat Sinyo berusaha mengingatkan anak-anak untuk segera mengerjakannya (kecuali tentu yang berbeda keyakinan).

Walau begitu, tetap masih saja ada celah-celah yang susah untuk dikendalikan. Seperti makanan dan minuman yang diminta oleh pelanggan kebanyakan mengandung MSG, pewarna, pengawet atau pemanis buatan. Huh…meracuni anak bangsa neh😦 Belum kalau anak-anak buka FB, Masyaa Allah…what should i do?

Alhamdulillah sedikit demi sedikit pemasukan buat dapur tetap ngepul mulai stabil. Masyarakat juga banyak yang mendukung karena warnet dan jasa Sinyo mengarah dalam bidang pendidikan. Keluarga besar yang sebelumnya ‘khawatir’ akan minimnya rizki yang Sinyo dapatkan mulai ‘percaya’ akan ketetapan Allah, bahwa siapapun yang mau berusaha dengan sungguh-sungguh di jalan Allah SWT akan menuai hasil yang baik.

Terakhir, hampir 5 bulan ini pula Sinyo ‘blank’ dari menulis bahkan sekedar cerita dalam blog sekalipun. Naskah buku Sinyo tentang komunitas SSA (same sex attraction) sudah ditolak dua penerbit besar (satu Islami dan satu umum) dengan alasan pangsa pasar minim (terbatas), walau tema dikatakan menarik. Alhamdulillah sekitar dua hari yang lalu Sinyo diberi khabar kalau ada salah satu penerbit di Jogja yang tertarik dengan naskah tersebut (rencana akan diterbitkan sekitar 1.000 ex dahulu). Entah nanti ‘deal’ atau tidak, yang jelas berita tersebut menambah semangat Sinyo untuk selalu belajar menulis dalam kebaikan.

Ya Allah, kami sudah berusaha semampu tenaga, daya, upaya serta fikiran untuk mengikuti jalan-Mu dalam menjemput riski. Ampunilah kami ya Allah apabila masih terdapat hal-hal yang belum dapat kami maksimalkan. Kedepan mudahkanlah jalan agar kami dapat lebih dekat kepada-Mu. Amiin.


Responses

  1. berjuang tiada mengenal kata lelah bro…sukses selalu!

    Komentar Sinyo
    Amiin….ya Allah, terima kasih motivasinya bang.

  2. memang agak susah ngejelasinnya bro, tapi intinya jangan sampai idealisme mematikan realita, tapi di sisi lain jangan sampai hidup tanpa idealisme😀

    yang pasti seh, hidup sebagai karyawan di Indonesia itu salah satu the best dah :p

    Komentar Sinyo
    Tak daftar jaid karyawanmu yo bos …. :p , doakan bro tetep optimis dengan usaha ya maksimal amiin.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: