Posted by: sinyoegie | August 30, 2010

Obrolan Bunda XII: Takjil

Takjil (hidangan ringan berbuka puasa) biasanya terdiri dari kue-kue manis, jajan pasar kolak dan sebagainya. Disediakan baik berbayar atau ‘gratis’ saat bulan Ramadhan tiba. Dari segi bahasa istilah takjil belum jelas asal-usulnya, namun ada perkiraan dari bahasa Arab yang kurang lebih artinya ‘menyegerakan dalam berbuka’. Itulah kenapa takjil didominasi snack dan minuman daripada hidangan kelas berat semacam nasi gudeg dll. Kebanyakan orang yang berpuasa biasanya menyantap hidangan ‘ringan’, setelah sholat maghrib barulah menyantap hidangan utama.

Beberapa waktu yang lalu, Sinyo sempat ngobrol dengan Bunda tentang hidangan takjil di masjid kampung kami. Dulu saat Sinyo masih kecil kadangkala buka puasa di masjid tersebut. kebanyakan anak-anak setelah belajar atau mengajar baca tulis Al-Qur’an biasanya sekalian dilanjutkan berbuka puasa bersama dan sholat Maghrib. Hidangan ringan seperti kolak atau sejenisnya disediakan secara bergilir oleh warga setempat. Sesekali ada sumbangan dari organisasi atau institusi berupa nasi kotak sebagai menu tambahan selepas sholat Maghrib.

Tetapi kata Bunda kegiatan berbuka bersama di masjid kini agak berbeda dengan jaman Sinyo masih kecil. Menurut informasi dari pengurus masjid yang menangani takjil, banyak anak-anak yang tidak mau datang ke masjid jika ‘acara berbuka’ hanya sekedar snack dan minuman saja. Hidangan yang disediakan ‘harus’ berupa nasi atau masakan kelas ‘berat’ lainnya. Sedangkan makanan ringan disajikan setelah tadarus malam hari.

Sinyo kemudian bertanya kepada anak-anak yang sering bermain ke warnet Sinyo tentang hal tadi, ternyata memang benar bahwa saat berbuka puasa di masjid sekarang berupa hidangan ‘berat’ dengan aneka masakan yang istimewa dan berganti-ganti menu. Sebagian besar anak-anak juga berangkat menuju masjid menjelang adzan Maghrib.

Entahlah…satu sisi Sinyo senang karena berarti semakin banyak warga sadar arti penting mengeluarkan sodaqoh apalagi di bulan penuh berkah ini. Tetapi pada sisi yang lain ada ‘ganjalan’ tentang keadaan tersebut yang susah untuk diungkapan bahkan hanya dengan kata-kata lewat tulisan.

Sinyo hanya dapat berdoa serta berharap, semoga masjid menjadi ‘penuh’ memang dikarenakan orang-orang yang hadir sadar bahwa tempat tersebut dimuliakan oleh Allah SWT dan rasul Muhammad SAW. Amiin.


Responses

  1. ^_^ aku suka dengan tulisan yang mas buat. hebat,ya,kemampuan menyusun kata dan wawasan dalam memilih topik membuat tulisan yang dibuat menjadi bagus dan kadang mengena dihati.
    ^_^

    Komentar Sinyo
    Maaf baru balas, sibuk ‘idul-fitrian’ ne, terima kasih atas masukannya semoga menambah semangat saya menulis. Salam kenalšŸ˜‰


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: