Posted by: sinyoegie | September 26, 2010

Obrolan Bunda XIII: Menjadi Januari

Kemarin saat Bunda menata jemuran di samping rumah, beliau berdoa agar sehari itu saja panas tampa hujan. Walaupun cucian sudah dikeringkan dengan mesin, mungkin Bunda kurang puas kalau tak ‘garing’ oleh terik matahari. Mbak tukang cuci juga kadang ngomel sendiri karena belum juga cucian dijemur mendung sudah keburu datang.

Entah terdapat fenomena alam apa sehingga sampai dengan detik ini, khususnya di kota Magelang, hampir setiap hari turun hujan pada sore atau malam hari. Sinyo hitung hanya sekitar 5 hari saja selama musim ‘kemarau’ tidak terdapat hujan. Sisanya seperti musim penghujan, entah itu hanya sekedar gerimis kecil atau hujat lebat beserta angin kencang. Dalam bahasa jawa seperti bulan Desember (gede-gedening sumber = setiap hari turun hujan) atau dalam bahasa Indonesia seperti bulan Januari (hujan sehari-hari). Otomatis sampai dengan bulan September semua bulan menjadi Januari.

Dari beberapa sumber berita, hal ini terjadi karena adanya pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim di bumi. Banjir di China, India atau Eropa pada musim ‘yang bukan semestinya menurut hitungan manusia’ hanyalah satu dari sekian bukti perubahan tersebut.

Banyak petani yang mengandalkan musim kering untuk kesuksesan tanaman yang dijadikan sumber penghasilan seperti cabe, bawang merah dll; harus gigit jari karena rusak oleh hujan. Tapi mungkin sebaliknya untuk daerah yang salama musim kemarau kekurangan air maka tahun ini hujan yang datang pada musim yang ‘salah’ adalah berkah.

Begitu juga dengan Sinyo, saat hujan datang selalu dilanda harap-harap cemas karena alamat koneksi Internet lewat speedy atau wifi putus nyambung sehingga pelanggan warnet akan ngacir pulang. Tetapi Sinyo tidak mau egois, Allah Maha Adil, mungkin saat itu memang ada orang yang membutuhkan hujan dan dikabulkan oleh Allah. Tidak ada yang sia-sia di muka bumi ini karena Allah sudah memperhitungkan semuanya.

Cobaan atau berkah, setiap titik hujan mulai jatuh ke bumi, Sinyo berusaha berdoa: “Allaahumma shayyiban naafi’an” (HR. Al-Bukhari), artinya Ya Allah semoga hujan ini bermanfaat. Karena siapa tahu cobaan bagi kita merupakan berkah untuk orang lain dan sebaliknya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: