Posted by: sinyoegie | January 26, 2011

Karaoke Sebelah Kantor

Kurang lebih tiga bulan sebelum Sinyo resign dari tempat kerja lama, ada ruko kosong beberapa meter sebelah kantor yang Sinyo tempati mulai ‘dipermak’ bagus sekali. Setelah selesai ternyata ruko tersebut digunakan untuk tempat pemutaran karaoke dan film khusus keluarga. Seumur-umur Sinyo belum pernah melihat atau masuk tempat seperti itu, paling menonton di TV atau membacanya di media massa. Katanya tempat rileks untuk keluarga dan para sahabat bisnis

Entah apa enaknya berkaraoke atau nonton film di tempat sempit seperti itu, bukankah karaoke dapat dilakukan di rumah atau jika ingin menonton film mendingan ke bioskop saja lebih puas tentunya. Anehnya, tuh tempat karaoke begitu dibuka langsung full. Banyak orang-orang ‘asing’ yang tidak Sinyo kenal begitu demen ngantri untuk berkaraoke, bahkan kadang datang satu rombongan dengan mobil. Saat malam hari, pemandangan lebih ‘sangar’ lagi karena para pengantri bisa duduk berderet di sepanjang depan ruko yang sudah tutup sambil bercanda dan tertawa.

Sinyo menjadi curiga, neh tempat karaoke betulan atau jangan-jangan hanya kedok? Waktu makan siang di salah satu warung depan deretan ruko, Sinyo baru paham dan tahu. Ternyata memang tempat itu merupakan ‘kedok’ orang-orang untuk melakukan hal-hal yang terlarang. Ada yang teriak-teriak di HP minta dicarikan wanita panggilan (mungkin orang tersebut setengah mabok), denger cerita dari si pemilik warung kalau ruko sebelah kantor yang jualan roti juga memasok minuman keras, serta beredarnya wanita-wanita cantik nan sexy plus minim busananya di seputar tempat tersebut.

Salah satu teman Sinyo yang biasa berkaraoke di lain tempat ditanya oleh Mpok yang punya warung makan, kenapa tidak berkaraoke di tempat itu saja. Teman Sinyo menjawab, katanya malu-maluin, kalau karaokean mendingan di tempat yang jauh. Ah….mungkin orang-orang yang rame di tempat karaokean sebelah kantor juga malu jika diketahui para tetangga , sobat dekat atau kerabat, makanya ‘asing’ semua yang datang. Sayangnya mereka tidak punya rasa malu kepada sang pencipta-Nya.

Apakah harus buka pekerjaan yang haram-haram ya biar tambah laris-manis…?


Responses

  1. baru tahu saya bisnis begitu ga cuma di kota besar saja

    Komentar Sinyo
    Di Puncak malah lebih banyak lagi warung remang-remang Nji, kayaknya ente udah pengalaman banget soal itu hahahahaha….musiknya SM*SH lagi wkakwkkakwkkakwka ;p


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: