Posted by: sinyoegie | February 6, 2011

Durian Mbah Biah

Waktu masih kecil, seingat Sinyo di kampung ada tiga pohon durian, yaitu di tempat mbak Biah, mbah Syawal dan Bu Miatso. Karena perkembangan pembangunan rumah warga yang menggurita, saat ini tinggal pohon durian milik mbak Biah saja yang masih bertahan, itu karena pekarangan beliau masih lumayan luas sehingga pohon tersebut tidak akan mengganggu pemukiman warga sekitar.

Setiap musim durian tiba, Sinyo selalu kebagian entah satu atau dua buah Durian milik mbah Biah. Karena durian yang dibagikan kepada para tetangga asli jatuh dari pohon, maka betul-betul matang dan tinggal digencet sedikit dengan kaki akan terbuka. Rasanya legit, baunya harum khas durian Jawa dan dagingnya tebal. Biasanya setahun sekali inilah Sinyo menimati durian, entah bagaimana jika pohon durian itu nanti ditebang, mungkin Sinyo tidak akan mencicipi durian lagi.

Emangnya Sinyo tidak suka? Ooo sama sekali tidak, Sinyo maniak durian dan pernah tinggal di surga durian. Tepatnya di Kayu Agung (waktu itu masih termasuk kabupaten OKI, Sumsel). Dua tahun Sinyo menemani nenek tinggal di kota yang mempunyai banyak pohon durian termasuk wilayah seputar kota tersebut seperti SP Padang dll. Jika harga satu buah durian di Jawa saat itu sekitar Rp 10.000,- sampai 25.000,- di Kayu Agung harga mulai Rp 3.000,- bahkan karena terlalu banyaknya durian saat musimnya tiba, Sinyo mendapatkan secara cuma-cuma dari handai taulan dan teman. Sekali menimati dapat habis dua atau tiga buah durian sendirian hehehehehe, nikmatnyo….

Setelah kembali ke Jawa, entah kenapa rasanya berat sekali untuk menikmati buah durian dengan membelinya. Rp 20.000,- untuk satu buah durian sungguh ‘sayang sekali’, Sinyo pikir lebih baik uang tersebut digunakan mentraktir saudara, keluarga atau teman berupa makanan lain yang dapat dinikmati secara bersama-sama. Untungnya tak semua orang berpikiran sama degan Sinyo, ntar kasihan penjual durian karena tidak ada yang mau membeli buah dagangannya?

Oh durian, engkau memang nikmat tapi amit-amit harganya. Mendingan cari yang nikmat tapi gratisan dan halal huhuhuhuhuhu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: