Posted by: sinyoegie | February 8, 2011

Ruang Rindu dalam Karir Menulisku

Adakalanya sebagai manusia yang lemah dan banyak khilaf kita merasa sepi sendiri, terpojokan dan terpinggirkan entah sebab apapun itu. Namun Allah Maha Adil, walau dalam keadaan terpuruk selama kita shabar dan berusaha Allah akan mendatangkan ‘penawar’ yang tidak disangka-sangka datangnya. Seringkali ‘pertolongan’ Allah tersebut melalui perantaraan orang yang bahkan kita tidak akan terpikirkan sebelumnya.

Begitu juga dengan yang Sinyo alami, setiap orang yang telah ‘berjasa’ menguatkan diri ini di jalan Allah Sinyo masukkan dalam Ruang Rindu. Ruang dalam hatiku yang mungkin tidak banyak jumlahnya namun akan selalu membangkitkan gairah hidup untuk terus berbuat baik. Orang yang berada di dalamnya akan selalu menghangatkan perjuangan Sinyo untuk hidup lebih berguna, sehingga setiap habis sholat Sinyo selalu mendoakannya. Mereka akan selalu Sinyo rindukan sampai akhir hayat.

Termasuk dalam karir menulis Sinyo, ada ruang rindu dalam hati ini yang telah mengisinya. Saat Sinyo betul-betul futur, terpuruk dan blank dalam tulis-menulis dia membawa ‘cahaya’ semangat sehingga Sinyo kembali bergairah untuk giat menulis kembali.

Awalnya, niat hati resign dari pekerjaan di kantor adalah untuk menekuni dunia tulis-menulis dan membaca yang Sinyo gemari sedari kecil. Memang dengan membuka warnet dan jasa penulisan Sinyo mendapatkan sebagian darinya. Sayang ditolaknya naskah buku kedua Sinyo oleh dua penerbit besar dan dua penerbit kecil (selama kurang lebih 7 bulan di tahun 2010) membuat Sinyo benar-benar minder dan hampir kehilangan kepercayaan diri.

Sinyo tahu, bahwa alasan penolakan mereka bukan karena tema jelak dan isi buruk, namun karena mereka tidak mau ‘gambling’ atas pangsa pasar yang belum jelas. Padahal nasakah itu benar-benar Sinyo andalkan, penelitiannya membutuhkan waktu setahun lebih dengan biaya yang tidak sedikit. Membuatnyapun dengan berkali-kali direvisi oleh berbagai masukan yang ada. Banyak yang bilang bagus, tapi apalah artinya naskah kalau tidak dibaca orang banyak?

Bunda, Istri, kakak, para nara sumber dan pemberi endorsement sering menanyakan tentang nasib naskah tersebut, tapi Sinyo selalu menjawab dengan lesu…’belum mau ada yang menerbitkan’. Hingga suatu saat, di warnet Sinyo ada seorang anak SLTP (masih kelas II atau VIII), dia sama dengan anak-anak yang lain ngenet dan main game atau sekedar cari tugas. Kadang Sinyo bantu apabila ada hal yang tidak dimengertinya. Karena sama-sama suka game akhirnya Sinyo cerita kalau pernah menulis soal game. Dia banyak membaca di blog Sinyo, kemudian add FB dan banyak tanya soal game bahkan dia sms kalau mendapat uang dari tulisan di majalah sekolahnya karena terinspirasi oleh tulisan Sinyo. Uniknya dia juga bangga dapat berkenalan dengan Sinyo yang telah banyak memberi masukan kepada dirinya termasuk dalam menulis.

Seperti baru sadar dari mabok (Padahal asli Sinyo belum pernah mabok…), Sinyo menjadi paham bahwa sekecil apapun hal yang kita lakukan, jika memang bermanfaat bagi orang lain maka dia akan menambah kekuatan dan semangat kita untuk terus melakukan kebaikan. Ah siapa sangka pertolongan Allah itu datang dari seorang anak yang masih ‘ingusan’. Kini dia telah menjadi salah satu penghuni ruang rinduku, selalu memberi semangat dan doa akan apapun yang Sinyo lakukan selama bermanfaat bagi umat. Sinyo juga berjanji berusaha memahami dan menemaninya dalam banyak hal walau kadang harus kembali seperti anak SLTP, main game.

Alhamdulillah, dengan semangat baru itu, daripada terus menawarkan ke penerbit dengan jawaban sama maka Sinyo beralih ke jalur Indie. Sinyo sekarang yakin bahwa apa yang dihasilkan bermutu bagus dan istimewa seperti yang banyak orang bilang, termasuk si anak SLTP tadi. Bahkan salah satu penulis terkenal memberi pesan dalam FB Sinyo untuk naskah buku kedua Sinyo yang akan terbit bulan ini: ‘Ok Mas Agung, kalo dari saya pribadi, buku ini betul bermanfaat buat banyak orang. Bahkan bagi saya yang juga awam, jadi tercerahkan dengan buku ini, Mas.🙂 Mudah2an jadi ladang amal yang selalu mengalirkan pahala buat Mas Mas Agung. Amiin.’ (Asli waktu membacanya Sinyo bertambah semangatnya)

Ya Allah kuatkan iman hamba-Mu ini, n Indonesia…I’m coming….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: