Posted by: sinyoegie | February 28, 2011

Daun Berguguran

Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, atas perintah Bunda, Sinyo selalu kebagian membersihkan jalan di depan rumah, bahkan sampai berkeluarga juga masih mengerjakan hal yang sama. Dulu waktu kecil Sinyo suka ngomel dan malas sekali membersihkan jalan tersebut dari daun-daun yang berguguran milik tetangga. Apalagi saat musim penghujan tiba, susah sekali daun-daun dibersihkan dari jalan karena lengket.. Bunda selalu bilang apa susahnya membersihkan jalan yang hanya sebesar ‘lidah’ itu. Sinyo paling cuma menjawab, iya ‘lidah raksasa’ sambil bersungut-sungut setengah hati membersihkannya.

Tapi setelah dewasa Sinyo semangat sekali membersihkan jalan tersebut bukan karena disuruh Bunda, namun sadar bahwa daun-daun yang berguguran itu sudah menjadi kewajiban Sinyo untuk membersihkannya dikarenakan semua pohon di sekitar rumah Sinyo (walau milik tetangga) sudah banyak memberi kesegaran udara yang bersih tiada taranya jika dibandingkan rumah-rumah lain, belum keteduhan serta kesejukan baik mata dan suasana. Daun-daun yang berguguran seperti tidak ada artinya sama sekali untuk selalu dibersihkan.

Tetapi beberapa hari yang lalu Sinyo betul-betul sedih karena sebagian dahan yang mengarah ke jalan ditebang secara paksa karena sudah menjadi keputusan rapat warga RT setempat. Sinyo memang selalu kalah suara oleh para tetangga yang sudah tua, mereka mengeluh akan daun-daun yang gugur di jalan sangat merepotkan untuk dibersihkan. Anda saja di Indonesia ini ada Komnas KAM (Kewajiban Asasi Manusia) atau komnas HAT (Hak Asasi Tanaman) Sinyo pasti sudah melaporkan para tetangga tersebut. Mereka hanya berpikiran susahnya mebersihkan daun yang gugur tanpa mempertimbangkan jika udara yang mereka ambil setiap hari begitu bersih dan alami sehingga menyehatkan badan karena daun-daun tersebut.

Ya Allah, Sinyo hanya dapat berdoa semoga dahan-dahan yang telah dipangkas segera tumbuh dan rimbun kembali. Oh daun-daun yang berguguran, Sinyo akan selalu merindukanmu…Sekarang setiap pagi Sinyo hanya membersihkan bekas bungkus jajan anak-anak warnet yang kadang tersebar di jalan walau sudah ada tempat sampah. Apalagi ini……..haduh.😦


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: