Posted by: sinyoegie | March 24, 2011

Penjual Gorengan Itu…

Alhamdulillah, sudah sekitar setahun ini Sinyo berusaha menjemput rizky secara ‘mandiri’. Terasa benar bagaimana ‘berat’-nya mengerjakan semuanya ‘sendirian’, mulai dari mencari ide dan konsep, meminjam dana, menjalankan, mengelola serta mengevaluasinya. Hanya lewat dukungan dari keluarga dan para sahabat Sinyo tetap ‘fight’ dengan senyuman.

Kurang lebih selama enam tahun bekerja pada salah satu Internet Service Provider ternama di Indonesia dan menjadi konsultan banyak warnet yang berlangganan dengannya menjadi pelajaran yang sangat berharga saat membuka warnet sendiri (Pengalaman ini pula yang akan menjadi buku ketiga Sinyo, insyaa Allah).

Banyak orang yang berkunjung di warnet, Alhamdulillah harapan Sinyo untuk membidik segmen tertentu tercapai, karena sadar bahwa sulit guna memenuhi semua permintaan. Sinyo berusaha membuat warnet menjadi tempat ‘yang lebih sehat’ bagi anak-anak dan remaja.

Salah satu pelanggan warnet yang Sinyo kelola ada seorang penjual gorengan yang masih muda, merupakan anak tunggal dan bukan warga asli tempat Sinyo tinggal. Karena datangnya kadang pada pagi hari, kala warnet masih sepi maka dia dapat bertanya banyak hal kepada Sinyo tentang Internet. Memang konsep warnet Sinyo adalah ingin membentuk ‘komunitas’, bukan sekedar tempat numpang lewat, maka Sinyo berusaha mengenal dan dekat dengan para pelanggan termasuk penjual gorengan tersebut.

Tapi entah kenapa, beberapa waktu ini dia jarang terlihat lagi di warnet. Sudah sekitar sebulan lebih Sinyo tak melihatnya, terakhir bertemu saat kita berpapasan di jalan dekat warnet. Ah…mungkin dia sudah pindah…semoga usahanya lancar.

Hingga suatu pagi, ada seorang datang ke warnet Sinyo. Rasanya Sinyo pernah melihatnya, namun karena mungkin cuma sekali dua kali di warnet sehingga Sinyo tidak hapal mukanya. Saat Sinyo sedang sibuk bersih-bersih tiba-tiba orang tersebut memanggil Sinyo untuk meminta bantuan. Ternyata dia ingin menyimpan photo dirinya bersama dua sahabat dekat dari Facebook. Karena waktu itu ada perubahan tampilan photo di FB, Sinyo tidak begitu perhatian hanya Sinyo simpan secara manual. Kala menyimpan photo tersebut, Sinyo rasanya kenal dengan salah satu dari tiga orang yang ada di posisi tengah. Ya betul ternyata itu adalah penjual gorengan yang sudah lama tak terlihat.

Waktu Sinyo tanya kepada pelanggan tersebut, dia membenarkannya. Dia berkata ingin menyimpan photo tersebut karena itu adalah photo kenang-kenangan satu-satunya yang masih tersisa. “Deg”, jatung Sinyo terkejut agak ‘keras’, Sinyo coba perjelas apa yang dimaksud dengan perkataannnya. Lantas dia bercerita bahwa itu adalah photo terakhir yang di di-upload lewat warnet Sinyo, saat mereka masih bersama menjual gorengan. Si penjual gorengan yang Sinyo kenal ternyata sudah meninggal dikarenakan kecelakaan di daerah Sambung tertabrak mobil (dia sebagai pengendara, yang dibonceng selamat) saat naik motor.

Walau Sinyo tidak menitikkan air mata karena sedih, tapi tetap saja ada sesuatu yang berasa hilang dalam hati Sinyo. Semoga diampuni segala dosanya dan akan mendapatkan tempat istimewa di sisi Allah atas amal perbuatannya. Amiin.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: