Posted by: sinyoegie | April 22, 2011

Review DWR dari Salah Satu Psikolog Terkenal Surabaya

Sesuai dengan saran bang Dani (penulis) dan bang Jonru (penulis-blogger) agar Sinyo mengirim buku DWR ke orang-orang yang biasa review buku atau merensesinya (resensor) maka pekan ini Sinyo mulai hunting para resensor. Tetapi ternyata tidaklah mudah, selain orangnya super sibuk semua, para resensor juga harus Sinyo pilih yang sesuai dengan tema buku DWR. Ada yang belum memberi jawaban dari e-mail yang Sinyo kirim, tetapi Alhamdulillah petang ini Sinyo mendapatkan review dari salah satu psikolog terkenal di Surabaya. Karena beliau tak begitu ‘ahli’ dalam menulis maka berikut hasil rangkuman review beliau tentang buku DWR.

Bapak Dedi Prasetiawan, itulah nama lengkap psikolog klinis muda ini. Sejak mahasiswa sudah aktif membantu masyarakat dengan ilmu psikologi yang diperoleh dari Universitas Airlangga dan kemudian dilanjutkan di Universitas Surabaya. Selain itu pak Dedi juga menjadi member berbagai asosiasi yang berhubungan dengan psikologi, terakhir ini beliau dinas di RS.Dr.M.Soewandhi Surabaya.

Berikut ini sedikit review beliau setelah membaca buku DWR hasil karya Sinyo: (dengan sedikit edit dan tambahan tanpa mengurani makna).

Dalam pandangan banyak orang di dunia sekarang ini, terbagi menjadi dua kubu yang sangat ekstrim tentang homoseksualitas. Homoseksualitas dapat mengacu kepada (wikipedia):

  1. orientasi seksual yang ditandai dengan kesukaan seseorang dengan orang lain mempunyai kelamin sejenis secara biologis atau identitas gender yang sama (ssa-same sex attraction)
  2. perilaku seksual dengan seseorang dengan gender yang sama tidak peduli orientasi seksual atau identitas gender.
  3. identitas seksual atau identifikasi diri, yang mungkin dapat mengacu kepada perilaku homoseksual atau orientasi homoseksual.

Dua kubu tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Kubu yang mati-matianan menghakimi dan menyamaratakan orang-orang dengan homoseksualitas adalah ‘berdosa’ (jadi baru mempunyai SSA juga dianggap berdosa padahal belum melakukan apa-apa yang berhubungan dengan seks) – pelakunya adalah sebagian besar masyarakat karena awam terhadap dunia homoseksualitas.
  2. Kubu yang mati-matian membela dan memperjuangkan orang-orang yang mempunyai homoseksualitas, sehingga semua orang yang menentang dianggap mengidap gangguan jiwa dan dipenuhi prasangka buruk serta tidak paham agama. – palakunya adalah seluruh komponen yang mendukung LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual dan Trangender)

Setelah membaca buku Dua Wajah Rembulan, maka buku ini dapat mewakili pandangan ketiga yang menempatkan homoseksualitas sesuai dengan pandangan Islam, psikologi dan moral secara tepat.

Bahwa tidak semua orang dengan homoseksualitas itu ‘bersalah’, karena tindakan homoseks (secara biologis) dapat dilakukan tanpa memandang apakah seseorang itu mempunyai ketertarikan sesama jenis. Terutama laki-laki yang dapat berhubungan seks dengan cara apapun dan dengan  siapapun. Orang yang tertarik sesama jenis (ssa) namun tidak melakukan tindakan homoseks maka kita tidak dapat menyamakan bahwa dia juga ‘berdosa’ telah melakukan tindakan kaum Luth.

Buku ini berusaha memandang bahwa selama seseorang masih memegang teguh iman kepada Islam, maka walaupun dia tertarik kepada sesama jenis maka akan dapat melaluinya sebagai cobaan hidup yang diberikan Allah SWT.

Bahkan bagi orang-orang yang telah pernah terjatuh dalam tindakan homoseksual maka masih ada kesempatan untuk memohon ampun dan bertaubat sebelum nafas sampai di tenggorokan.

Buku yang bagus untuk menjadi bacaan masyarakat luas agar dapat mengetahaui seluk-beluk dunia homoseksualitas tanpa menghakimi terlebih dahulu. Dalam bentuk paparan yang mudah dicerna, semoga akan mencerahkan banyak orang dalam memandang orang-orang muslim yang mempunyai ketertarikan sesama jenis tetapi ingin tetap di jalan Allah, seperti ingin memahami sisi gelap rembulan yang tersembunyi.

Dedi Prasetiawan

Psikolog Klinis (Surabaya – 22 April 2011)


Responses

  1. Asslmkm, Pak,

    Wah saya baru membaca artikel2 bapak, bahkan saya baru mengetahui klo bapak adl salah satu guru yang pernah mengajar di SMA 3. Saya siswa SMA 3 tahun 2006.
    Salah satu yang jelas ingin saya baca adalah artikel yang membahas tentang kota Kayuagung. Saat ini saya juga sedang berada di Kayuagung untuk melakukan observasi kecil-kecilan. karena saya sangat tertarik menulis dan kayuagung adalah objek yang menarik yang ingin saya tulis, namun dari segi adat istiadatnya yang mewah, khusunya adat pernikahan. Apakah bapak punya artikel demikian? jika ada, saya sangat tertarik untuk membacanya. Sekarang saya menempuh pendidikan di Jurusan Komunikasi UI. Oleh karena itu, mungkin bapak bisa membimbing saya menulis hehehe🙂

    terima Kasih infonya, Pak.

    Komentar Sinyo
    Wa’alaikum salam wr.wb

    Alhamdulillah walau tidak ketemu tetap dapat berkomunikasi ya, saya mengajar di KAG sampai tahun 2003, jadi adhe belum masuk ke SMU3 kali ya?

    Dulu saya membuat artikel tetang KAG 3 buah dhe, isinya tentang DUTA (yang ini heboh banget sampai saya dimaki-maki, walaupun banyak yang membela, akhirnya saya tutup artikel tersebut daripada bikin heboh), kedua mengenai idul Fitri dan menikah. Hm…
    Ini link dua artikel yang masih tersisa:
    https://sinyoegie.wordpress.com/2008/09/22/kayu-agung-idul-fitri-di-sana/
    https://sinyoegie.wordpress.com/2008/11/05/uniknya-menikah-di-kayu-agung/
    Anytime membutuhkan bantuan saya akan senang hati melakukannya semampu saya😉 semoga sukses.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: