Posted by: sinyoegie | September 27, 2011

Kisah Nyata III : Aku Bukan Lesbian (P4DWR)

Pengantar :

Sejak mencari data untuk buku Dua Wajah Rembulan, nara sumber wanita yang memiliki SSA (Same Sex Attraction) paling susah dicari. Sinyo mempunyai kenalan satu orang, namun dia tidak dapat disebut sebagai nara sumber karena pembicaraan yang dilakukan tidak ada kaitan secara langsung dengan naskah. Tetapi siapa yang menyangkal tentang keadilan Allah? Saat Sinyo sudah mulai fokus kepada naskah buku yang lain, suatu hari Sinyo dihubungi seorang wanita yang mengaku mempunyai SSA dan ingin berkonsultasi.

Kadangkala apa yang kita cari tiada bertepi,  sebaliknya yang tak dinanti bahkan datang sendiri,  Allahu Akbar🙂.  Inilah sebagian kisah nyata hidup wanita tersebut seperti yang dituturkan kepada Sinyo via Phone dan message teks.  Semoga bermanfaat ^_^

Sebut namaku Bintang (nama samaran yang dipilih oleh nara sumber – pen), seorang gadis berasal dari keluarga mapan penuh kecukupan. Hidup serba  menyenangkan, gembira serta indah tidak kurang suatu apa pun hingga suatu saat ketika aku duduk di bangku SLTP terdapat hal yang membuatku jiwaku terusik.

Aku jatuh hati kepada wanita lain yang secara aneh begitu menguasai hidup ini. Awalnya aku dan dia hanya teman biasa saja, namun lambat laun sungguh aku benar-benar menyayangi, mencintai dan ingin selalu dekat dengannya.  Wanita yang kucinta tidak pernah mengetahui akan apa yang tersembunyi dalam hati, akupun tidak berani untuk menyatakan rasa cinta tersebut. Hanya dengan melihatnya setiap bertemu di sekolah sudah cukup bagiku.

Karena rasa cinta ini semakin kuat, kuputuskan pindah sekolah guna melupakannya karena aku takut dengan keadaan ‘aneh’ yang bergejolak dalam jiwa. Hampir tujuh tahun aku baru berhasil melupakan wanita yang sepenuh hati kucintai. Masa sekolah kujalani dengan baik-baik saja, bahkan aku kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri beken di Indonesia. Aku berusaha tak mengingat masa lalu dengan menjalin pertemanan terhadap banyak orang. Tampang yang menarik serta otakku yang cerdas membuat mereka suka kepadaku. Setelah lulus kuliah, aku dengan mudah diterima bekerja yang terakhir di salah satu perusahaan multinasional di negeri ini,  punya pacar, tentu saja laki-laki.

Sayang kami putus di tengah jalan, dalam keadaan sepi sendiri dalam dunia kerja, aku mulai berhubungan kembali dengan teman-teman lama, termasuk salah satu wanita yang sudah akrab saat di tempat kerja sebelumnya. Mulanya kami hanya ngobrol biasa lewat telepon akan tetapi hari demi hari perasaan cinta pada dirirnya mulai tumbuhi. Secara alami sebenarnya aku berusaha menolak, akan tetapi ada semacam tantangan yang ingin kulalui yaitu menaklukan temanku yang notabene sudah mempunyai pacar laki-laki.

Entah dia sedang ada masalah sehingga jatuh dalam pelukanku atau diriku yang pantang menyerah sehingga akhirnya kami berdua melakukan hubungan yang tidak selayaknya terjadi antar wanita. Cukup lama kami berdua menikmati kegiatan ‘aneh’ tersebut hingga suatu saat kami berdua sadar bahwa semua yang kita lakukan ‘salah’. Kemudian kami berpisah dengan cara yang menyakitkan.

Aku berusaha melupakannya dan ingin hidup sebagai seorang muslimah yang baik, akan tetapi ke manakah aku harus mengadu pilu ini, kepada siapakah aku harus bertanya? Hingga suatu saat ketika browsing mencari solusi,  kutemukan website unik yaitu http://www.hijrah.web.id yang merupakan website resmi milis hijrah_euy, komunitas muslim yang memiliki SSA akan tetapi ingin hidup di jalan Allah. Dari sanalah aku mengenal mas Sinyo, penulis buku Dua Wajah Rembulan. Kuberanikan diri SMS, walau tegang dan malu tetapi aku yakin akan kutemukan jawaban yang bermanfaat darinya. Alhamdulillah, tidak seperti yang kubayangkan sebelumnya, ternyata mas Sinyo selain lucu dan kocak juga berwawasan luas tentang dunia ini.

Sebenarnya aku ingin bertemu langsung, akan tetapi karena sibuk urusan kantor dan mas Sinyo sendiri juga tidak mungkin datang ke kotaku maka komunikasi banyak kulakukan lewat telepon. Kadangkala aku sampai malu sendiri kepada mas Sinyo, karena SMS tidak pandang waktu, bahkan pernah aku berjanji untuk curhat namun ketiduran dan dia menungguku hingga larut malam. Saat mas Sinyo kutunjukkan wajahku, dia sama sekali tidak percaya kalau diri ini mempunyai SSA. Katanya wajahku eksotik dan menarik, banyak laki-laki bakal berebut menjadi suamiku jika aku memang menginginkannya.

Setiap berbicara dan berkomunikasi dengannya hati semakin tenang, tidak banyak hal yang mas Sinyo sampaikan hanya memberikan bantuan doa dan semangat agar aku dapat melewati tantangan ini dengan baik (padahal aku selama ini menyebut masalah, sungguh cara pandang yang berbeda). Dia bahkan bercerita tentang masa lalunya yang lebih kelam dariku, yaitu pelecahan seksual yang dialami saat masih kecil dan remaja. Namun itu semua dapat dilalui dengan baik, tanpa satupun orang mengatahuinya. Perjuangan dia memepertahankan hidup dalam kesepian tanpa kawan atau sahabat sangat memotivasiku.

Kesepian yang kurasakan dapat dipahaminya dengan sempurna karena mas Sinyo juga pernah mengalami hal yang serupa, toh akhirnya dia dapat lolos. Kalau dia sanggup, tentunya aku juga. Bahkan Allah memberi karunia seorang sahabat yang baik tiada tara kepada mas Sinyo saat sudah tak  menginginkannya, sungguh Allah menyimpan banyak misteri dalam hidup ini.

Apa yang dihadapi Mas Sinyo memang berbeda dengan tantangan yang aku harus taklukkan, namun sekarang ini aku sangat terbantu dengan semangat yang dia nyalakan. Aku yang sebelumnya memandang Bintang hanyalah sinar-sinar kecil yang tak berarti dibandingkan matahari dan bulan, lewat mas Sinyo aku menjadi tahu bahwa Bintang juga indah atas kerlap-kerlipnya saat menemani malam mencekam.

Ya, aku tetap ingin menjadi Bintang, walaupun tidak secerah penguasa siang, namun minimal aku bangga dan bersyukur bahwa Bintang juga dapat menerangi hatinya sendiri walau hanya satu atau dua kedip cahaya saja. Kedipan sinar itulah yang selalu aku harapkan tetap terjaga, guna menjalani hidup di alam fana ini. Walaupun aku mempunyai SSA, aku tetap ingin menjadi muslimah sejati, bukan berganti identitas sebagai lesbian. Kupandangi kisah lama sebagai pelajaran berharga, aku tahu jalan masih panjang penuh dengan halangan serta rintangan, namun selama nafas belum mencapai tenggorokan, insyaa Allah harapan menjadi lebih baik akan selalu ada🙂

Tidak ada yang dapat kuberikan kepada mas Sinyo yang sudah mau menjadi kakakku, tempat curhatku hampir setiap hari, selain doa agar kelak mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya, saat sang keabadian datang untuk kita semua.

Jawa Timur, September 2011

Bintang

(editing by Sinyo)


Responses

  1. mas sinyooo…..ini bagus banget…aku jadi pengen baca buku 2 wajah rembulan,di gramedia ada ndak ya??

    Komentar Sinyo
    Insyaa Allah 2012 mbak, tapi judulnya lain lebih lengkap (umum) kalau yang DWR khusus laki-laki dengan SSA🙂

  2. Speechless

    • Terima kasih Mbak Rosi🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: