Posted by: sinyoegie | November 11, 2011

Kayu Agung dan Chandra

Jum’at 11-11-11

Setiap mendengar nama Kayu Agung, pikiraku melayang pada masa lalu saat diri ini masih tinggal di sana menemani nenek sehabis lulus kuliah. Kota kecil nan elok, merupakan ibu kota Kabupaten OKI (kala itu, sekarang OKI sudah terbagi menjadi dua wilayah mandiri). Adat istiadatnya unik dan menarik, bahkan setahu Nyo merupakan satu-satunya kota yang ‘langka’ di dunia karena menurut kabar berita kota Kayu Agung disebut juga kota ‘Duta’. Bukan karena di sana banyak orang menjadi duta negara akan tetapi karena disinyalir sebagain besar warganya, dulu kala, menjadi ‘duta’ (istilah halus  sebagai kata ganti orang yang melakukan perampokan) di berbagai negara. Mungkin suatu saat nanti ada orang tertarik membuat novel atau film dari kisah nyata para ‘Duta’ tersebut (Iinsyaa Allah, Nyo kali ya ^_^).

Di Kayu Agung saya mengajar bhs. Perancis dan Inggris di empat sekolah (negeri dan swasta), mungkin kalau Nyo terus menetap sekarang sudah menjadi PNS sama dengan teman-teman guru yang masih tinggal di sana. Tetapi tidak, kata hatiku mengatakan bahwa ‘hidup nyo” tidak di kota tersebut, walau banyak cintaku layak kuberikan untuk kota menarik ini.

Cinta juga kuberikan kepada beberapa gadis asli Kayu Agung, tetapi Nyo sadar bahwa ‘berat’ secara situasi dan kondisi meneruskan pada jenjang ikatan abadi dunia akhirat. Logika sehat harus mengimbangi rasa dalam hati. Sayangku tak lekang oleh waktu kepada semua tema-teman di sana, bermain, bercanda dan gila-gilaan di masa lalu yang penuh keceriaan.

Salah satu teman yang sangat akrab adalah Chandra Martha, anak pengusaha kaya di Kayu Agung. Kenal karena kita berdua maniak game dan dekat karena kita mempunyai banyak kesamaan (maaf, tapi masih keren mas ya dhe hahahaha). Cobaan berat pertemanan kita adalah saat Nyo jatuh terkapar oleh panah cinta kakak wanita si Chandra (ayuk Nana ^_^). Padahal pada saat bersamaan, Nyo juga sedang naksir gadis lain. Mungkin memang lelaki diberi kemudahan ‘jatuh hati’ kepada hal yang serba indah-indah😉.

Ujian pertemanan itu adalah saat dhe Nana curhat kegalauan hatinya kepada Chandra kalau dia dilamar seseorang padahal belum ‘siap’. Chandra marah dan murka kepada saya, karena dalam otaknya si pelamar itu tentu Sinyo. Dia mengira selama ini kita berteman karena Nyo ingin mendekati ayuknya tersebut. Nyesek, sakit, sedih dan terus terang aku mengalirkan air mata karena tuduhan tersebut. Kujelaskan baik-baik bahwa datangnya ‘cinta’ siapa yang dapat menolak dan perginya pun tak dapat ditahan, itu anugerah Allah SWT. Tinggal bagaimana kita mengekspresikannya sesuai syariat Islam atau tidak.

Alhamdulillah, dhe Chandra sadar setelah diberitahu ayuk Nana bahwa si pelamar itu bukan Nyo. Logikaku berkata bahwa cintaku pada kedua gadis di Kayu Agung tidak akan berjalan mulus. Biarlah rasa itu menjadi kenangan-kenangan indah dalam sanubariku. Kunyatakan pada Chandra bahwa seumur hidup Nyo tidak pernah pacaran hanya berteman (TTM ya? Sama saja donk kekekekekek :p ). Kasus ini termasuk salah satu yang membuatkau sadar, bahwa kadangkala sebuah pertemanan atau persahabatan jauh lebih penting daripada mengikuti memenuhi hasrat hati semata. Aku berusaha melupakan gadis-gadis Kayu Agung walau berat, namun dengan kepulanganku ke Jawa membuat proses itu dapat terjadi lebih cepat.

Sekarang Sinchan (nama akrab buat dhe Chandra) mau menikah, sedih kita bedua karena Nyo tidak dapat datang. Naskah sudah ditunggu penerbit, proyek desa wisata sedang ‘on fire’ dan beberapa kesibukan lainnya (tentu juga dana hauhauhau).

Ah kado apa yang ‘pantas’ buat adheku Sinchan, segala materi dia sudah punya, berlimpah cinta telah dia dapatkan dari banyak orang. Kemudian aku ingat satu hal bahwa ada ‘sesuatu’ yang mungkin dia tidak akan mendapatkannya dari sebagian besar orang. Ya…., itu adalah ‘kesetiaan’.

Di sini, Nyo masih tetap kakakmu yang dulu, gokil dan alim (halah kekekeke, serius neh?). Doa yang mengalir setiap waktu sholat jauh lebih berharga untukmu ^_^.

Semoga pernikahan adhe penuh dangan ridho dan barokah Allah SWT, aamiin.

Baarakallaahu laka, wa baaraka ‘alaika, wa jama’a baynakumaa fii khair

“Semoga Allah memberikan berkah kepadamu, semoga Allah mencurahkan keberkahan kepadamu. Dan semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan.”

Derajat hadits doa nikah ini adalah Hasan Shahih, diriwayatkan dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam senantiasa mendoakan orang yang melangsungkan pernikahan dengan mengucapkan “Baarakallaahu laka, wa baaraka ‘alaika, wa jama’a baynakumaa fii khair.” (HR Tirmidzi, Abu Daud dan Ibnu Majah)

Nyo, Magelang 11 November 2011, (Yang lagi stress ditunggu sama mas Bambang Trim >_< )


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: