Posted by: sinyoegie | January 1, 2012

[Info] Stress dalam Karier Menulis?

Banyak orang ingin menjadi penulis atau pengarang secara profesional, tetapi karena sering gagal pada sentuhan akhir ,yaitu publishing, membuat mereka berujung pada ‘stress’ jiwa yang menimbulkan ‘kemalasan’ untuk tetap produktif dalam menulis. Multivitamin yang diberikan oleh para trainer atau motivator dari kalangan penulis yang sudah berpengalaman, biasanya hanya membawa dampak positif sesaat yang akan segera hilang begitu sampai di ‘habitat asli’.

Berhamburan berbagai macam pelatihan menulis, berjibun kelompok atau organisasi kepenulisan dan tidak sedikit agen yang siap menyalurkan naskah para penulis, tetapi kenapa masih saja ‘terasa berat’ sekali untuk menjadi penulis atau pengarang  profesional. Setidaknya itu yang Nyo alami, mungkin hal yang sama juga terjadi pada rekan penulis yang lain.

Karier Profesional Kepenulisan

Sinyo memutuskan berhenti sebagai kepala cabang sebuah ISP pada bulan Maret 2010, hal itu Nyo lakukan karena ingin ‘serius’ meniti karier dalam bidang kepenulisan. Tekat nekat ini Nyo ambil disebabkan sukses menjadi kontibutor tetap majalah HG dan by product HG (majalah WE) dari Gramedia selama 3  tahun (2005-2008). Waktu itu per lembar A4 1,5 spasi dihargai sekitar Rp 50.000,- (rata-rata sebulan dapat Rp 800.000,-an ). Selain itu, Nyo tidak tahan menjadi karyawan karena sering berbeda visi serta misi dengan atasan atau bawahan (mungkin jika saat itu satu ‘tatapan dan gerak’ sampai saat ini Nyo yakin masih menjadi karyawan hee..).

Dalam pikiran Sinyo, jika saya produktif menulis maka selain mendapatkan hasil materi yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari, sekaligus tersalurkan kegemaran Nyo menulis sejak kecil. Dunia kepenulisan dengan tema game saya tinggalkan, beralih pada hal yang bermanfaat dunia akhirat.

Alhamdulillah, order pertama langsung datang dengan menulis e-book Internet Marketing yang dihargai 5 juta rupiah untuk pemakaian ‘sewa’ selama satu semester di sebuah perguruan tinggi, sekaligus Nyo menjadi dosen di PT tersebut. Guna menutupi kebutuhan dapur, Nyo menggunakan uang pesangon plus pinjaman dari Ibunda tercinta untuk membuka usaha kecil-kecilan (Insyaa Allah akan Nyo pelihara terus untuk belajar bisnis dua buah hati).

Setahun Nyo menawarkan naskah buku DWR, sambil menulis artikel di beberapa website dengan imbalan ‘lumayan’ akan tetapi ‘stress’ tetap melanda Nyo. GIP dan Erlangga bilang ‘bagus’ tetapi DWR masih belum diketahui pangsa pasarnya karena hal baru, apalagi penerbit menengah atau kecil. Penolakan DWR sempat membuat produktivitas menulis Nyo turun drastis, walau tetap terus berusaha menulis naskah buku, namun ‘semangat’ semakin memudar. Ditambah tekanan akan kebutuhan ‘ekonomi’ keluarga hampir saja membuat Nyo menjadi karyawan kembali.

Dua Orang Penting dalam Karier Menulisku

Kala Nyo dalam ‘keterpurukan’ karier menulis, ‘the only one’ sohib sejati Nyo (si Gembul ‘Shani Alvian’) menyadarkan bahwa tulisan-tulisan Sinyo sangat bermanfaat untuk masyarakat, minimal untuk dirinya (kekekeke ^_^). Suntikan semangat ini membuat Nyo nekat menerbitkan DWR secara indie (jadi DWR  tidak mendadak langsung terbit secara selfpublishing, tetapi sudah lewat penilaian penerbit besar-kecil selama setahun), dengan sekali lagi berhutang kepada Ibunda tercinta. Buku DWR inilah yang membuat Nyo kembali pada jalur utama yang dicita-citakan (cita-cita setelah dewasa), sebagai penulis profesional.

Allah memang Maha Adil, lewat buku DWR pula Nyo ditemukan oleh mas Bambang Trim, sama dengan penerbit major mas Bambang berkata bahwa DWR memang bagus, akan tetapi perlu ‘sentuhan dan jamahan’ agar menarik. Ibarat seorang penyanyi, suara memang yang utama namun penampilan, kemasan serta daya dukung lain akan membuatnya ‘berbeda’. Kurang dari satu bulan, naskah buku Muslim Homoseksual? (pengembangan dari DWR) langsung diterima di penerbit major, Alhamdulillah akan launching tahun 2012 (rencana awal pada kwartal pertama akan tetapi dikarenakan jadwal penuh akan mundur pada kwartal kedua).

Produktif

Saat mas Bambang Trim mencari penulis-penulis berkarakter lewat ALINEA (Akademi Penulis Indonesia) Batch I, Nyo sekali lagi berbuat nekat dengan mengikutinya. Nyo harus menunda cicilan hutang selama 3 bulan untuk digunakan sebagai biaya pelatihan dan akomodasi. Hasilnya sungguh luar biasa, lewat ALINEA secara pribadi mas Bambang Trim membuka seluas-luasnya kepada para peserta untuk ‘ditangani’ secara langsung, tidak pandang rambut, yang penting siap menulis. 

Kerjasama yang ditawarkan tersebut sontak membuat Nyo sadar, bahwa salah satu penyebab terbesar orang menjadi ‘stress’ dalam karier menulis karena sibuk dengan urusan bagian publishing. Padahal hal itulah yang memakan waktu lama dan bertele-tele sehingga seorang penulis seperti kehilangan gairahnya.

Saat ‘ngobrol’ dengan mas Bambang Trim di penginapan, Nyo bertanya sekali lagi untuk mengokohkan hati bahwa urusan publishing akan ditangani secara serius, mas Bambang menjawab dengan mantap ‘iya’. Pulang dari pelatihan, walaupun masih sakit mata, Nyo langsung menyusun daftar naskah yang akan dibuat setiap bulan. Bahkan setelah menghitung waktu, Nyo masih dapat menambah naskah-naskah bukan sebagai jadwal bulanan. Nyo tidak ambil pusing bagaimana naskah nanti ditawarkan, yang jelas dalam menulis sesuai dengan pelajaran dari mas bambang agar beliau mudah dalam ‘memoles’.

Berikut jadwal bulanan yang Nyo buat

Catatan: First Novel adalah istilah novel untuk anak usia 7-8 tahun yang diadakan Penerbit TS. Nyo membuat seri unik KIB (Kisah Inspiratif Based on True Story), rencana akan bekerjasama dengan teman-teman yang mempunyai kisah unik dalam hidupnya, dimulai dari dua FN dulu (kisah nyata Sinyo dan temen).

  1. Desember 2011, naskah Internet Mencetak Penipudone (judul diganti oleh mas Bambang, sedang dipoles)
  2. Januari 2012, naskah Dari Tanah, oleh Tanah, demi Tanah (Nyo tambah First Novel, berjudul Sahabatku Darmono)
  3. Februari 2012, Meniti Karier Kepenulisan via Internet (judul diganti oleh mas Bambang, Nyo tambah dengan First Novel berjudul Budi Si Anak Gunung)
  4. Maret 2012, naskah novel based on true story Kau Tetap Pemimpinku – nara sumber asli buku MH
  5. April 2012, naskah novel based on true story Aku Bukan Lesbi – nara sumber asli buku MH
  6. Mei 2012, naskah buku based on true story Rahasia – kisah hidup Sinyo (korban pelecahan seksual)
  7. Juni 2012, naskah Pilih Karyawan atau Pengusaha? – tips dan trik- pengalaman pribadi
  8. Juli 2012, naskah Aku yang Tak Diinginkan – kisah nyata dan hikmah kala seorang anak tidak diinginkan terlahir ke dunia (Sinyo, Arumi Olive dan Lailatul Qodar)
  9. Agustus 2012, naskah Kejutan dari Ananda – tips dan trik PAUD (Sinyo dan Nuraini)

Jadwal tersebut sulit Nyo kerjakan jika urusan publishing masih dipegang sendiri.

Bagaimana Anda?

Jika Anda masih bujang/gadis dengan urusan sekolah serta biaya hidup masih ikut orang tua, atau,  apabila Anda seorang istri/suami yang hidupnya terbantu karena pasangan mempunyai penghasilan lain, mungkin Anda belum terlalu mementingkan seorang manajer untuk urusan publishing naskah-naskah Anda. Bagaimana jika kita menjadikan kepenulisan sebagai roda ekomoni utama? Maka mempunyai manajer publishing adalah salah satu jalan alternatif terbaik yang perlu diambil, agar kita tidak stress dalam menulis.

Nah, kalau Anda penulis (baik sebagai sampingan atau karier utama) dan mau mengikuti cara Sinyo, ini ada pendaftaran ALINEA batch I dan II (Yogyakarta- Bandung). Selengkapnya dapat dilihat di sini:

Semoga informasi ini bermanfaat ^_^

Nyo, Magelang 01 Januari 2012, (kutinggalkan kau dengan senyuman selalu, aku pergi menjemput mentari)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: