Posted by: sinyoegie | January 21, 2012

Inilah Benderaku (KIB-cerpen-1)

SDN Kramat 1 (sekarang SDN Kedungsari 5) Kota Magelang, Jawa Tengah, tahun 1986.

Jarum pada jam dinding di kelas masih menunjukkan pukul 06.30 WIB, Agung sudah sampai di sekolah. Sebagian anak-anak asik bercerita tentang liburan panjang kemarin. Ada teman yang pergi ke luar kota, tidak sedikit anak berlibur di rumah. Agung menyapa beberapa kawan, di antara mereka sedang mempersiapkan upacara bendera rutin. Hari ini giliran kelas VI menjadi petugas upacara bendera.

Di SDN Kramat 1, petugas upacara bendera dibagi mulai dari kelas IV hingga kelas VI. Masing-masing kelas terdiri dari dua grup, sehingga total menjadi enam kelompok. Sejak masih kelas IV hingga sekarang duduk di kelas VI, Agung yang berbadan putih tinggi, wajah oval dengan dagu runcing selalu terpilih sebagai pengibar bendera.

Untung saja Senin pertama masuk sekolah, Agung tidak bertugas karena dia masuk kelompok pertama sedangkan  sekarang giliran kelompok kedua. Banyak dari mereka yang panik karena saat liburan tidak sempat latihan, terutama anak-anak pengibar bendera. Berbeda dengan pemimpin upacara, protokol, apalagi pembaca UUD 45 dan pembawa teks Pancasila, pengibar bendera harus latihan karena melibatkan tiga orang sekaligus. Agus, salah satu pengibar bendera menolak menjalankan tugasnya karena takut salah, ributlah anak-anak.

“Heh, ngapain sih ribut. Sebentar lagi upacara akan  dimulai. Lihat para siswa mulai berbaris di lapangan” Agung mendatangi para pengibar bendera.
“Ini Gung, Agus tidak mau bertugas. Dia takut salah.” Ririn, sang pembawa bendera menjelaskan masalah yang sedang dihadapi kepada Agung.
“Gus, ngapain takut? kita kan sudah lama jadi pengibar bendera. Tidak usah latihan juga tak masalah.” Agung mendekati Agus yang mulai mengeluarkan butiran-butiran keringat di sebagian wajahnya.
“Tapi aku takut salah Gung, kita kan tidak latihan.”
“Terus siapa yang mengibarkan bendera?” anak-anak saling memandang bingung terhadap pertanyaan Agung.
“Ah, dasar penakut. Oke, aku saja yang menggantikan Agus.” Wajah anak pengibar bendera menjadi cerah kembali seperti matahari yang mulai meninggi, terutama Agus. Teman sekelas yang lain tidak peduli akan masalah ini, mereka sudah berbaris rapi sebagai paduan suara.

Di ruang UKS, Agung dan Agus bertukar baju. Pengibar bendera harus memakai seragam putih-putih.
“Gus, neh baju agak-agak bau, tidak dicuci?”
“Yee, enak saja kau. Kali karena kelamaan di lemarin.” Agus meringis memandang Agung.
“Hadeuh, mana agak sempit lagi.” Agung memakai celana putih pendek milik Agus, agak susah karena badan Agung sedikit lebih besar dari Agus.
“Tak apa Gung, tetap keren kok.” Agung melotot mendengar candaan Agus. Ah pede saja, yang penting upacara dapat berjalan dengan lancar pikir Agung. Apalagi Agus terlihat senang, hal itu sudah membuat Agung ikut lega.

Lapangan upacara sudah mulai penuh oleh anak-anak, sebagian guru sibuk mengatur barisan agar rapi. SDN Kramat 1 berlokasi sama dengan SDN Kedungsari 1, gedungnya berdampingan membentuk huruf  U mengelilingi lapangan yang sangat luas. Pelaksanaan upacara bendera menjadi satu, petugas serta pembina upacara bergantian antar dua sekolah tersebut setiap Senin.

Agung setengah berlari menuju barisan anak pengibar bendera dan paduan suara. Sebagian anak-anak menahan ketawa karena seragam yang Agung pakai terlihat kekecilan. Agung mengomel dalam hati, teman-teman bukannya membantu semangat malah sebaliknya, cekikikan tak karuan, Hueh! Upacara segera dimulai.

Panas mulai menyengat, Agung merasa tidak nyaman karena seragam kesempitan dan sisa kecemasan teman-teman pengibar bendera tidak terasa ikut menjalar kepadanya. Jangan-jangan nanti salah? Ah tidak, dia harus kuat dan pede, sudah puluhan kali mengibarkan bendera masak lupa, pikir Agung.

Tibalah waktu yang dinanti, giliran Agung dan dua orang pengibar bendera beraksi. Aba-aba dilakukan oleh sang  pembawa bendera, dengan langkah tegap dan teratur mereka menuju tiang bendera disaksikan ratusan mata siswa dan guru. Agung sangat percaya diri, yakin bahwa semuanya akan baik-baik saja sesuai pengalaman yang dimiliki. Alhamdulillah akhirnya semua berjalan lancar, Agung telah selesai memasang bendera tinggal dibuka kemudian dikibarkan ke atas.

“Bendera siap!” ini adalah tanda dari si pembawa bendera untuk pemimpin upacara.
“Kepada Sang Saka Merah Putih, hormaaaat….grak!” Suara tegas lagi keras pemimpin upacara bagaikan sihir sehingga semua peserta upacara mengangkat tangan, hormat kepada bendera.
“Breetts…” Bendera terbuka bersamaan dengan ucapan terakhir pemimpin upacara, sejenak semua orang di lapangan terdiam. Keringat dingin mulai muncul di seluruh tubuh Agung, ternyata sang bendera tidak membuka sempurna, terpelintir. Degup jantung semakin cepat, berdenyut-denyut nadi di kepala saat bendera dibetulkan oleh temannya.
“Haaaaa….hahahaha, hehehehe, kekekeke, xixixixixi…” Itulah suara yang terdengar di telinga Agung setelah bendera dibetulkan. Pak Panji, sebagai kepala sekolah yang sedang bertugas menjadi pembina upacara melotot kepada Agung. Tatapannya seperti pedang yang ingin menghabisi lawan, apalagi suara anak-anak peserta upacara semakin heboh tak karuan, membuat Agung semakin cemas.

Dengan lutut lemas gemetaran, Agung berusaha kuat dan tabah menerima kemarahan, cacian serta makian dari semua peserta upacara. Dia pasrah, karena memang salah memasang bendera Sang Saka Merah Putih menjadi bendera negara Polandia, Putih Merah. Setelah dibetulkan, Agung menarik bendera dengan rasa takut yang luar biasa, entah ke mana rasa percaya diri yang tadi begitu tinggi dimilikinya. Terbaliknya bendera pada upacara itu menjadi topik hangat seluruh penghuni SDN Kramat 1 dan SDN Kedungsari 1 selama sepekan.

Percaya diri tak seharusnya menjadikan lupa diri.

Nyo, Magelang 21 Januari 2012 (jam 14.00, hujan mengguyur kotaku tercinta ^_^)

BoTS dari Agung Sugiarto a.k.a Sinyo

KIB adalah singkatan dari Kisah Inspiratif Based on True Story (BoTS) yang digunakan Sinyo untuk cerpen dan novel yang dibuatnya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: