Posted by: sinyoegie | June 1, 2012

Kisah Cinta Bumi dan Matahari

Selama ini Matahari begitu penasaran terhadap Bumi, walau mereka berdua telah mengetahui saling cinta namun Bumi selalu menjauh jika didekati. Hingga suatu saat Matahari memberanikan diri bertanya kepada Bumi untuk membunuh rasa penasaran itu.

Matahari:
Apakah engkau sudah tidak mencintaiku lagi?

Bumi:
Cintaku selalu untukmu, always, forever, everlasting dan unlimited. Bukankah hal itu tidak perlu dipertanyakan.

Matahari:
Kalau memang begitu, kenapa aku tidak diizinkan untuk mendekat guna memelukmu, mendekapmu agar kita berdua menyatu, apakah engkau tidak menginginkan hal tersebut terjadi.

Bumi:
Dulu kita adalah satu tubuh, jika kemudian dipisahkan oleh Yang Kuasa tentu ada maksud dan tujuan sebagai ujian.
Coba lihatlah Merkurius dan Venus, karena tidak tahan berpisah dari cintamu mereka ingin mendekat sehingga tubuhnya terbakar.
Pandanglah Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto. Mereka patah hati dari kasihmu dan ingin menjauh sehingga membeku, tidak bermanfaat untuk makhluk hidup.
Aku juga pernah mengalami keduanya, coba perhatikan air mata kesedihanku hampir memenuhi seluruh tubuh disebabkan terpisah dari cintamu. Tetapi, aku kemudian sadar bahwa percuma menangis sedih karena kita tetap berpisah.
Rasanya ingin nekat mendekatimu andai saja tidak ingat bahwa engkau pemilik panas cinta, jika terlalu dekat akan musnahlah diriku.
Dengan menjaga jarak seimbang ini, tubuhku masih bertahan agar dapat menghiburmu. Apakah engkau sanggup melihatku musnah? Apalah artinya cinta yang engkau miliki jika tidak ada tempat untuk membagi cintamu?

Matahari:
Tetapi aku tersiksa, sungguh ingin kubahagiakan dirimu.

Bumi:
Aku juga mengalami hal itu, namun itulah yang dimaksud dengan cobaan. Kita berdua hanya dapat saling memandang dan berdoa dari jauh, itu sudah cukup. Cintamu masih ada di dalam tubuhku, menjadi gunung-gunung sebagai penguat. Cahaya kasihmu selalu menghangatkan setiap jengkal tubuh ini. Ingin rasanya di dekatmu, tetapi aku menahan diri.
Sebaliknya, walau engkau tersiksa oleh panas cinta di tubuhmu, masih ada aku yang selalu menghibur dari jauh. Warna-warni dan kesejukan tubuh ini akan menumbuhkan semangat bahwa kelak kita akan bersama.

Matahari:
Kenapa kita harus terpisah seperti ini, aku ingin bersatu seperti dulu?

Bumi:
Engkau yang selalu memberi cinta tak akan pernah mengerti arti cinta itu sendiri, jika belum dipisahkan dari apa yang engkau cintai. Rasa rindu tidak akan pernah didapatkan kecuali lewat perpisahan. Tahukah engkau, bahwa ketika bulan menghalangi cahayamu aku sangat sedih, tetapi aku tidak marah kepada bulan karena pada malam hari dia sering memantulkan cahaya cintamu pada tubuh malamku.

Matahari:
Kapan kita dapat bersatu kembali, sungguh rindu ini membuatku perih.

Bumi:
Tersenyumlah wahai cintaku, mari kita nikmati bersama cobaan ini. Kelak jika sudah tiba masanya kita akan bersatu. Percayalah….

Matahari:
Bumi, tak kusangka bahwa engkau yang dulu merupakan bagian dariku lebih memahami arti perpisahan kita.

Bumi:
Waktu yang telah membentukku, rasa pedih berpisah darimu adalah kekuatan sejati yang aku miliki. Harapan untuk bersatu kembali merupakan cahaya cintamu yang mengukuhkan tubuh ini, selalu membuat gairah hidupku bertambah setiap hari.

Mereka berdua tersenyum hangat, cinta sejati akan terus hidup walau terpisah raga.

Nyo, Magelang 01 Juni 2012 (Bagi mereka yang hidup untuk cinta Yang Kuasa).


Responses

  1. hmmm, cantik sekali
    tapi dianalogikan dengan apa y pak? 🙂

    • Wkekkekeek kagak tahu dik, menulis saja saya. Entahlah, bisa dianalogikan dengan cinta dan kerinduan…halahhhhhhhh…:p


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: