Posted by: sinyoegie | June 13, 2012

Mbak Sri Ingin Tahu

Mbak Sri (nama lengkap Sri Widiyastuti, tinggal di Malaysia) merupakan penggiat Ibu-ibu Doyan Hadiah (IiDH). Suatu hari dari obrolan di wall antara mbak Sri dan Nyo, terbetik ide untuk mengadakan kuis khusus member IiDN (konon jumlah anggotanya sudah sangat banyak ^_^) berhadiah buku Dua Wajah Rembulan (DWR) karya Nyo.

Sebelum menebar kuis kepada para IiDH-ers, mbak Sri mewawancarai Sinyo lewat inbox FB seputar DWR, berikut kurang lebih (banyak lebihnya kekekeke) isi komunikasi tersebut, ditulis ulang agar nyaman dibaca. Semoga bermanfaat.

*****

Mbak Sri
Assalamu’alaikum mas, semoga sehat selalu. Ini ada beberapa hal yang perlu saya tanyakan tentang DWR untuk kuis IiDH.

Nyo
Wa’alaikumussalam mbak, silakan…^_^

Mbak Sri
DWR itu novel?

Nyo
Bukan, itu buku dewasa-remaja non fiksi, ekposisi.

Mbak Sri
Judulnya mirip dengan novel, Dua Wajah Rembulan.

Nyo
Ya benar, banyak yang mengira DWR adalah novel. Tampilan cover juga memperkuat anggapan itu. Judul permintaan nara sumber utama, diambil dari salah satu kutipan tulisan Mark Twain: Everyone is a moon, and has a dark side which he never shows to anybody.

Mbak Sri
Bagaimana awal mula Anda tertarik mengangkat tema dunia homoseksual, bukankah banyak orang enggan menulis hal yang terlarang tersebut.

Nyo
Awalnya saya ingin ikut lomba yang diadakan ESENSI, salah satu temanya tentang dunia homoseksual dengan nara sumber nyata. Nyo kira waktu itu tema ini masih jarang diangkat, ternyata cukup banyak tulisan dengan tema tersebut beredar di toko buku dan Internet. Selain itu Nyo juga korban pelecahan seksual laki-laki waktu masih kecil dan remaja, sehingga ingin mengetahui lebih banyak kenapa mereka tega melakukan hal itu pada anak-anak. Sayang, kebanyakan tulisan tersebut sudah susah dicari atau cenderung pro atau kontra tanpa penjelasan yang detail. Nah saya ingin mengisi ruang kosong yang ada, menulis tentang dunia tersebut secara objektif. Dengan begitu orang akan mengetahui dan memilih jalan terbaik, tentu sesuai dengan syariat Islam.

Mbak Sri
Naskah DWR menang?

Nyo
Alhamdulillah, tidak terkirim karena mencari nara sumbernya susah sekali. Hampir setahun saya berburu nara sumber, wawancara dan membaca banyak hal tentang dunia homoseksual. Hasilnya ya buku DWR.

Mbak Sri
Apa yang membuat naskah ini berbeda, saya dengar bahkan sempat dicancel terbit di salah satu penerbit mayor?

Nyo
Bagi orang awam, buku DWR sudah cukup lengkap mengupas dunia homoseksual. Mulai dari salah kaprah penggunaan istilah, salah kaprah pandangan orang tentang tindakan homoseksual sampai dengan curhat para nara sumber. naskah ini ditolak 2 penerbit mayor dan beberapa penerbit sedang selama setahun, kemudian saya ambil inisiatif menerbitkan lewat vanity publishing (di Indonesia orang menyebut selfpublishing, padahal berbeda, tetapi sudah terlanjur salah kaprah-pen), yaitu Indie Pro Publishing.

Terbit bulan Februari 2011, bulan Maret 2011 ada penerbit sedang dari Semarang ingin memperbanyak tetapi saya tolak. November 2011 salah satu penerbit mayor menghubungi Nyo untuk menerbitkan ulang dengan judul berbeda dan beberapa perbaikan naskah, Nyo setuju. Surat Perjanjian Penerbitan sudah ditandatangani, tetapi 5 bulan kemudian dicancel sepihak oleh penerbit tanpa alasan yang jelas. Dengar-dengar sih GM baru dari penerbit tersebut berbeda visi dengan GM lama, sehingga naskah Nyo dibatalkan terbit.

Mbak Sri
Wah menarik nasib naskah DWR ya. Saya tertarik dengan salah kaprah tentang dunia homoseksual, dapat diberi contoh?

Nyo
Saya kasih contoh dua ya.

Pertama, soal sebutan GAY, HOMOSEKSUL dan SSA (same sex attraction, ketertarikan sesama jenis).

Kata GAY itu muncul untuk menggantikan identitas sosial HOMOSEKSUAL sebagai lawan dari HETEROSEKSUAL. Orang GAY itu pasti SSA (mempunyai orientasi seksual sesama jenis), dan dia setuju lahir batin bahwa SSA itu adalah anugerah dari Tuhan. Tentang dia melakukan tindakan homoseks atau tidak, ya tergantung orangnya.Jadi kalau ada orang GAY mencari pasangan orang selain GAY akan aneh rasanya, karena mereka melakukan tindakan HOMOSEKSUAL disertai dengan perasaan cinta, bukan sekedar pelampiasan nafsu.

HOMOSEKS sendiri dapat berarti orientasi seksual (SSA), tindakan (aksi) dan identitas sosial (yang terakhir ini sudah tergeser oleh kata GAY). Tetapi sekarang lebih sering dipakai tindakan/aksi saja, sedangkan orientasi diganti oleh kata SSA. Nah, jangan salah mbak, tindakan homoseksual ini dapat dilakukan oleh semua laki-laki tanpa memandang apakah dia mempunyai orientasi seksual sesama jenis (SSA) atau orientasi seksual HETEROSEKSUAL.

Apakah semua kaum LUTH adalah SSA? Tidak, awalnya mereka juga HETEROSEKSUAL, tetapi kemudian menyimpang melakukan tindakan HOMOSEKSUAL, sama sekali bukan karena ingin bercinta tetapi sekedar pelampiasan nafsu.

Contoh lain, kenapa WARIA (dalam buku DWR juga dibahas-pen) yang menjajakan diri ditepi jalan masih laku? Apakah konsumennya para lelaki SSA? Mungkin sedikit, kebanyakan adalah lelaki HETEROSEKSUAL yang butuh pelampiasn nafsu sesaat yang disebut MSM (di buku ada penjelasannya). Nah dunia HOMOSEKSUAL itu carut marut berisi orang GAY, HETEROSEKSUAL, SSA dan BISEKSUAL.

Kedua, salah kaprah tentang lelaki dengan SSA. Tidak semua lelaki dengan SSA itu GAY, banyak dari mereka berjuang untuk menjalani hidup sebagai HETEROSEKSUAL. Memang banyak yang jatuh dalam tindakan HOMOSEKSUAL, tetapi mereka tetap mengakui bahwa SSA itu cobaan dari Tuhan, bukan anugerah yang harus dituruti. Salah satu forum yang terkenal di Indonesia berisi lelaki SSA yang ingin hidup dengan baik adalah hijrah_euy.

Mbak Sri
Masyaa Allah, banyak yang baru bagi saya. Kedepan buku ini akan ditawarkan kembali ke penerbit mayor?

Nyo
Insyaa Allah. Selama ini saya menjadi konsultan dadakan bagi orang-orang SSA (baik laki-laki atau wanita) yang ingin hidup lebih baik. Banyak nara sumber baru, bahkan ada yang dapat terbebas dari SSA setelah berumur lebih dari 40 tahun. Ini semua akan saya susun ulang, agar menjadi lebih lengkap, sehingga jika suatu saat tembus penerbitan, bukan DWR, tetapi judul lain dengan isi lebih lengkap. Mohon doanya ya mbak ^_^

Mbak Sri
Baiklah, sudah paham sekarang saya. Beruntung saya mendapatkan buku ini tanpa harus ikut kuis, kan panitia hehehehe. Eh rencana naskah ‘lanjutan’ DWR akan diberi judul apa?

Nyo
Hm…di otak saya sih, judulnya JEJAK KAUM LUTH, ada usul?

Mbak Sri
Wassalam saja dah mas, kaburzzzzzzzzzz…..(ora mudeng-pen)

Nyo
Wa’alaikumussalam

Nyo, Magelang 13 Juni 2012. Catatan tulis tangan pada setiap buku DWR yang saya kirim kepada pembeli: APA GUNA SAYAP, JIKA SEMUA MAKHLUK MEMILIKINYA…^_^

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: